Hello World! (2) Tentang Air

Tanpa terasa blog sudah memasuki minggu ke 2, jumlah pengunjung seminggu ini dua lipat minggu lalu. Semakin blog dipadati pengunjung semakin senang saya, dan berharap bisa lima lipat minggu depan. Lain bagi dunia, situasinya mungkin kurang menyenangkan dengan memadatnya orang. Sekarang 6 milyar, nanti tahun 2050 sekitar 9 milyar. Satu unsur vital kelangsungan hidup kita, air, diperkirakan berkurang dan bakal menjadi bahan rebutan. Air jadi komoditi yang laku keras dijual mahal! Blue gold atau si emas biru, kata orang.[1][2] Wah, gawat juga.
Air sesungguhnya berlimpah, namun yang layak pakai manusia hanya se”tetes”. Setetes? Dari total air, 99% adalah laut, rawa, sungai, es, dan air di udara, yang belum siap pakai. Tinggal 1% tersisa untuk kita, itu pun belum bisa diakses karena 99% masih berupa harta karun di bawah tanah. Hanya 1% saja yang benar-benar tersedia langsung untuk kita. Jika air di dunia diibaratkan 1 liter, jumlah yang bisa diakses hanya 0,1 cc alias setetes! Diperebutkan oleh 9 milyar manusia esok lusa…
Dengan kemajuan peradaban, laju konsumsi air dunia 2-kali lebih cepat dari laju pertumbuhan penduduk.[3] Selain tanaman, hewan, dan kita manusia, industri jasa dan barang yang terus tumbuh turut mengonsumsi air, dalam jumlah besar, lagi. Meskipun belum ada tanda-tanda dunia akan kekurangan air, namun menarik disimak, mengapa ada daerah atau negara yang dulu cukup kini kekurangan air? Ajaib…
Kita beruntung dan tak perlu cemas mengenai ini. Tinjau posisi Indonesia di peta dunia di atas. Indonesia terletak di daerah khatulistiwa dengan geometri unik yang hanya satu-satunya di dunia. Tidak heran orang menjulukinya benua maritim (juga, konon, benua Atlantis yang muncul kembali?).[4] Semua elemen siklus atau daur pembentuk air, gunung, hutan, sungai, laut, kita punya. Indonesia seharusnya bisa jadi penghasil air dunia, jadi ”PAM”nya dunia. Indonesia makmur dari ekspor air. Ah, mimpi ’kali ’ni yee? Hihi.. kate siape, belum juga dicoba, dan mengapa tidak?
* Blue Gold, sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Isinya mewaspadai dan memperjuangkan penghentian perampasan dan komersialisasi sumber daya air oleh perusahaan atau entreprise di sebuah daerah atau negara, memanfaatkan kebijakan perdagangan bebas. Buku cantik, wajib baca.
[1] Maude Barlow, Tony Clarke, “Blue Gold”, Gramedia, 2002. (ISBN: 9792212930.)
[2] Maude Barlow,”Blue Gold” (booklet, .pdf), home: Third World Traveler
[3] Water
[4] Arysio Santos, “Atlantis, The Lost Continent Finally Found”, Atlantis Publications, 2005. (ISBN: 0976955008.)
[5] “How Much Water is On, In, and Above the Earth?”
(kalau ada pesan “404: Page Not Found“, sunting teks alamat dan hapus rioseto.wordpress.com, maaf atas ketidak nyamanan ini.)
Sederet Translator
Lacak Balik