K r e a t i f !
Tahukah apa yang mendorong saya membuat banyak artikel tentang “Animasi Sederhana“? Mendapatkan mainan masa kecil saya kembali! Saya suka kartun, suka menggambar, tetapi merasa tidak berbakat, tidak trampil. Terlalu jau..uh, sampai bertemu sebuah artikel[1] yang saya sadur dan kembangkan bebas sepert ini…
Waktu kita kecil dulu masih ingat punya pensil warna, kapur warna, atau krayon warna? Lalu corat-coret di tembok, di pintu, di buku tulis… . Bebas berekspresi, bebas berkreasi! (Sampai akhirnya dimarahi.) Saat-saat paling menyenangkan. Indah sekali. Tidak berwarna pun, jadi. (Pakai cat di atas batu? Pakai paku atau pisau di pohon, menoreh gambar “amor” atau “cupid” hati pakai panah? Hehe.. no,no, no, tidak bagus. Tidak boleh.) Itu duu..lu.
Dengan waktu, semua berlalu berganti sejarah, matematika, fisika, dan kimia. Apa lagi? Permainan pun berhenti. Namun dari relung hati di dalam sana, masih saja ada suara kecil memanggil (berbisik), ” … ayo, ekspresikan lagi dirimu seperti jaman kanak-kanakmu dulu.“
Ah iya, betul juga. Jadilah blog ini.
Saya tanggalkan baju resmi dan mencoba bebas berkreasi kembali. Tidak bisa menulis, peduli apa, topik apa siapa yang baca, ah bagaimana nanti saja. Semangat boleh tetapi keberanian? Nol besar. Dasar pengecut. Mengapa baru sekarang? Ada masanya kita ber”perang” melawan diri sendiri… berjuang dan bisa memenangkan pertarungan, butuh waktu. Ada saja alasan untuk tidak berbuat! Nanti ‘gimana, ada uangnya tidak(?), takut ditertawakan, takut dibilang bodoh. (Sekarang sudah tidak takut.)
‘Ignore everybody…‘, abaikan semua orang, “sebodo amat”! Tutup telinga, tutup mata, ikuti apa kata hatimu. Suara kecil hatiku menang! Suara kecilku mendorong saya untuk berbuat, bukan berharap. Ada kata-kata yang belum saya sampaikan, ada pekerjaan yang belum saya selesaikan. Demi kesenangan, kenikmatan, ketentraman, kebahagiaan yang hakiki, lahir dan batin, dari hasil perbuatan yang dijalankan dengan penuh ketulusan dan kesungguhan.
Saya bersyukur sudah memulai. Kalau dulu tidak takut corat-coret, tidak takut dimarahi, mengapa sekarang takut?
Saya ingin mendapatkan krayonku kembali. Cuma itu.
Terimakasih suara kecil, terimakasih teknologi.
Semua orang dilahirkan kreatif!
[1] ChangeThis, “How To Be Creative”
[2] Ingin Kreatif? Satu Tipsnya, Cuek..

Sederet Translator
Lacak Balik