Ini Dadaku, …Mana Dadamu!

2009 Juli 12

mana-dadamu-hijau
Ini dadaku, mana dadamu! … “, ucap Bung Karno, presiden Indonesia pertama, di masa lalu yang naik pitam gara-gara harga dirinya dan bangsanya diinjak-injak Malaysia.[1] Tayangan Kick Andy, “Misteri di Balik Kematian David”[2] di sebuah stasiun TV Jumat lalu, mirip, menyangkut harga diri atas pernyataan pemerintah Singapura dan universitas atas kematian David Hartanto, anak cerdas Indonesia yang sedang menuntut ilmu di sana, sebagai bunuh diri. Sesederhana itu.

Pemerintah belum mengambil sikap (belum?), meski  sudah banyak pihak, tokoh, dan ratusan ribu situs Indonesia termasuk para bloger, berang atas kejadian ini. Kasus David hanyalah satu dari sekian banyak kasus serupa yang terjadi di luar sana. Mudah-mudahan perkiraan ini tidak benar, pemerintah sebenarnya sedang sibuk berpikir mencari cara bijak menyelesaikan permasalahan ini. Harga diri adalah masalah kehormatan!

Inilah hidup, sebuah panggung sandiwara nyata, dimana lakon akhir pelaku bisa diatur dan direkayasa sesuka sutradara. Skala kejadian bisa diperbesar, menjadi berperang saling membunuh, karena berbeda ideologi, berebut sumber daya, beda kelas (diskriminasi dalam segala hal), dst., dst. Sangat kontras dengan tuntutan untuk berkasih sayang, love, kepada sesama. Sebuah renungan. Be aware, take care. (Waspadalah, berhati-hatilah.)

Lihatlah Honda san (artikel “Gagal Lagi, Gagal Lagi”), yang dengan cerdas membalas kehancuran pabriknya oleh bom perang dengan bom ekonomi. Setimpal, adil. Saya pikir bloger bisa diperankan serupa. Bloger memikul tanggung jawab moral menaikkan citra bangsa ini agar dihargai, dihormati, disegani, berdiri sama tinggi, duduk sama rendah, di mata dunia. Blog adalah sebuah bom kecil, berupa pena, dengan konten (tulisan) sebagai amunisi, yang bisa membuat orang jengkel, benci, marah, yang mengantar kita ke penjara, atau kebalikannya, menjadi sayang, cinta, hormat, kepada kita. Tulisan kita dibaca orang sedunia. Mari kita balas dengan cara yang bijak. Melalui blog. Terserah pilih mana, sepenuhnya berada di tangan kita…

Banyak pelajaran berharga yang bisa dipetik pemerintah dari para bloger. (Ayolah, dengarkan.) Kita hanya ingin bangsa ini maju, ingin bisa jadi sebuah kebanggaan. Adanya kemiskinan, kebodohan, pengangguran, bukankah salah kita, kontribusi kita juga? Bacalah tulisan bang Iwan Piliang, “Memandirikan Ekonomi Bangsa”[3]. Sungguh menyedihkan dan menyakitkan. Kita punya barangnya, masih impor juga. Tambahan bagi bang Iwan, kita juga punya barangnya, hanya diekspor mentahnya saja, tanpa nilai tambah (value added). Jual “tanah” dan “air”. Mana “dadaku”, mana harga diri itu?

Terimakasih teknologi blog. Kita bisa berbuat sesuatu sekarang. Dilandasi berpikir melawan arus, blog ini berupaya membesarkan peran blog di Indonesia agar bisa berkpirah nyata dan diperhitungkan dalam ekonomi global. Bukan lagi jago kandang! Tahun 2009 sebentar lagi berakhir. Bagi bloger, saya sendiri khususnya, melihat ada satu peluang emas yang harus diambil segera, sekarang. Saya harus bertindak cepat, tidak bisa lagi menunggu, kalau tidak mau kehilangan momentum!

Ask not what your country can do for you, ask what you can do for your country.” (John F.Kennedy.)[4]

“Jangan tanya apa yang negeri ini bisa berikan kepadamu, tanya apa yang bisa engkau berikan kepada negerimu.”

Saya bemimpi lagi, suatu saat nanti berkesempatan bisa berteriak …

“Ini dadaku, …mana dadamu!”

[1]  Pidato presiden Soekarno di Semarang. (1956)
[2]  Kick Andy, “Misteri di Balik Kematian David”. (2009)
[3]  Iwan Piliang, “Memandirikan Ekonomi Bangsa”. (2004)
[4]  J.F. Kennedy, “Ask not what your…  (ringtone) (.pdf) (1061)
[5]  “We Are The World” (lagu), (lirik). (1985)
oleh Michael Jackson & Lionel Ritchie; untuk mengingatkan uluran kasih sayang kita atas saudara-saudara kita yang masih ditimpa kemalangan di, di Indonesia: kemiskinan, kelaparan, kebodohan, keterbelakangan… (kita ikut bersalah, lho!)

4 Tanggapan leave one →
  1. 2009 Juli 12
    callighan permalink

    Semangat yang bagus. Semoga konstan.

  2. 2009 Juli 12
    rioseto permalink

    Terimakasih mas Callighan! Hanya bisa berharap saja, mudah-mudahan semua berpikiran sama…

  3. 2009 Juli 12

    menyuarakan pemikiran, menyertakan solusi dan fakta-fakta adalah sisi lain kehidupan di dunia maya. di dunia nyata Indonesia tetap menuntut integritas penulis dan wawasan yang telah dituangkan..slamat mempraktekkan dalam kehidupan sehari-hari, satu saja…Integritas

    • 2009 Juli 13
      rioseto permalink

      terimakasih banyak untuk sarannya mas. teori diharapkan cocok dengan praktikum riil, eh, terbalik, ya.

Tinggalkan Balasan

Note: Anda dapat menggunakan XHTML dasar di komentar Anda. Alamat surel Anda tidak akan pernah dipublikasikan.

Berlangganan umpan komentar ini melalui RSS