Indonesia Konek 1: Gagasan
“Indonesia Connect” adalah lamunan lama lebih 25 tahun lalu (1980) dari komunitas elektronika Indonesia, yang berpikir keras bagaimana elektronika bisa memajukan negeri ini sebagaimana elektronika memajukan negeri lain. Meski iklim belum kondusif, hal ini tidak melemahkan semangat dan tetap diyakini sebagai tulang punggung memajukan negeri ini, paling tidak untuk 50 tahun ke depan. Dari wacana berkembanglah konsep dan akhirnya kerangka kerja dengan mendirikan sejumlah lab dan unit kegiatan, yang merepresentasikan fungsi penguasaan iptek elektronika dari hulu sampai hilir sejak material hingga sistem, dan aplikasinya.
Kalau boleh mengambil Lego® sebagai model, lab dan unit yang dibangun membentuk elemen atau komponen pembangun yang bisa dipakai membuat apa saja yang kita inginkan. Program kemampuan atau kapabilitas dibangun menelusuri peta jalan (roadmap) sambil menggiring hasil lab dan unit menuju ke sasaran di mana sekolah, desa, dan masyarakat, akhirnya bisa saling connect.
Imbuhan “tele” atau “e” seperti tele-metering, tele-medicine, e-survey, e-rural, e-agro dan terakhir chip wimax ”Xirka” kemarin itu, baru sebagian dari hasil. Masih banyak lagi, termasuk perangkat lunak berbasis open source untuk pendidikan dan keamanan informasi.
Horee, Indonesia Konek!
Gambar: http://en.wikipedia.org/wiki/Lego

Sederet Translator
Semoga infrastruktur informatika semakin membaik dalam waktu cepat dan mencakup daerah pedalaman.
Caiyo!
indonesia butuh yang murah !
hhee,,
@Callighan, saya juga berharap dengan apa yang kami lakukan ini akan bisa membantu mempercepat mewujudkan keinginan tersebut…
@Bayu, setuju Indonesia butuh yang murah; saya melihat mahal itu relatif, kalau perangkat mahal itu bisa produktif, menghasilkan nilai 10x lebih tinggi, maka perangkat impas dan jadinya “murah”. Setuju?