Indonesia Konek 3: Membangun Link
Platform yang dibangun di posting sebelum ini belum tuntas; platform bukan dan tidak berarti apa-apa tanpa link! Link dengan sumber informasi di dunia luar sana…
Di awal, sebuah link sistem telefoni percontohan dibangun untuk melayani masyarakat agar bisa mengakses informasi melalui telepon karena desanya belum tersentuh sistem komunikasi telepon. Contoh link diperlihatkan di samping.
Tiba di sentral (ITB, Bandung) komunikasi bercabang, dapat disalurkan melalui jejaring telepon kabel resmi milik Telkom, atau disalurkan melalui internet, hingga tiba di tujuan.
Sistem percontohan ini sukses, dan dikembangkan lebih lanjut agar sistem tidak membatasi diri hanya untuk sistem telepon analog seperti di atas, tetapi juga sanggup mengikuti perkembangan teknologi dengan melayani telepon digital (IP phone), telepon seluler, dan data/pesan digital lainnya termasuk konperensi video. Dalam bahasa canggih sistem link disebut, interoperable digital network.
Keberadaan interoperable digital network melengkapi sistem komunikasi telepon dengan komunikasi informasi lain yang dihasilkan oleh perangkat komunikasi lain, selain telepon (baca, komputer).
Eksperimen link terus dicobakan untuk memajukan daerah/desa. Kondisi daerah yang unik menarik dan menantang dicarikan solusinya yang tepat. Hanya kita sendiri yang tahu dan bisa menyelesaikannya. Lainnya, dari luar sana, tunggu dulu. Hands off, please.
Untuk menjadikan platform kita yang kemarin itu menjadi bagian tak terpisahkan dari sistem link ini, masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Selain itu, link yang tetap dan permanen diharapkan didampingi link bergerak, yang berkeliling melayani dan memajukan daerah/desa yang masih tertinggal. Indonesia konek!
Bagi yang ingin mengetahui lebih lanjut dan mendalami komunikasi dan jejaring pedesaan (rural network), informasi ringkas ada di berkas ini Rural Next Generation Network (.pdf) dan perusahaan spinoff, yaitu kegiatan yang mengangkat nilai sosio-ekonomi hasil riset, di sini, Clarisense.

Sederet Translator
wah salut deh atas usahanya..moga2 tetap semangat ..bravo..
Terimakasih mbak Anita, atas dorongan semangatnya dan atas membangunkan blog ini. He.he.. mohon dimaklum kalau respon jadinya baru sekarang ya.
Saya sudah berkunjung ke “toko esiazon”nya mbak Anita, komentarnya tidak ada, harus beli saja begitu rupanya. Wah hebat, cerdik juga triknya. Cukup nangkring aja sudah dapat duit. Ada yang beli?
Bagaimana mekanismenya kalau saya mau beli? Bingung, dolar semua…
makasih sebelumnya atas commentnya ..oh ya sakarang saya masih dalam tahap survey.mana CMS yang baik untuk web yang akan saya buat..udah banyak cms yang saya coba. mulai dari joomla, wordpress, amazon script, mambo, magento dll. semua udah saya coba..berhubung saya nga punya produk sendiri..makanya saya lebih memilih Associate-o-matic.nga perlu pake script tambahan buat masangin amazon shop. So..hampir semua halaman AOM saya terindex oleh yahoo dan google.Jadi maaf kalo webnya terus gonta=ganti warna atupun template=nya.namanya juga lagi di terawang apa sich maunya paman google dan om yahoo..oh ya .di web saya saya nga ada form untuk cooment.karena konsentrasi saya hanya selling, selling dan selling..masalah income doain ya..biar nambah terus.he222..tukaran link yuk..:}
emang konsen saya internasional (nyombong amat) saya hanya seorang affiliate marketing..jadi tata cara pembelian, pengiriman dilakukan oleh pihak Amazon.bisa pake cek, paypal dl