Lompat ke isi

Indonesia Konek 9: Portofolio

17/09/2009

e-learning-diagram

Tahap-1: Membedah sistem IT yang paling layak diterapkan di daerah. Sistem “1-10” diperkirakan adalah sistem yang paling tepat. Sistem “1-10” adalah sistem dengan sumber informasi tunggal untuk melayani banyak pengguna, begitu juga kebalikannya. Contoh, perpustakaan, lab.bahasa, lab.komputer, sistem pendistribusian informasi, ‘POS’ (point of sale) dan aplikasi POS sejenis, yaitu keadaan di mana jumlah informasi yang masuk banyak dan dihimpun di komputer tunggal. Hasil: server-based computing.

Tahap-2: Komputer yang dipakai di sistem adalah jenis unit akses informasi, terminal, atau thin client (lihat artikel sebelumnya). Komputer tidak perlu canggih tetapi memadai untuk bekerja dan produktif. Investasi kepemilikan sistem relatif rendah karena unit tidak cepat usang, hemat energi, dan nyaris terbebas dari pemeliharaan dan perbaikan. Komputer ideal sebagai  titik masuk/awal (entry point) pengenalan teknologi informasi di daerah.  Hasil: e-box.

e-learning-aceh02Tahap-3: Tahap-2 terpikirkan sebagai dampak pendirian e-Learning Center di Banda Aceh oleh Palang Merah Taiwan. Center dibangun dengan bantuan pemerintah Taiwan dalam rangka pemulihan bencana tsunami di Aceh beberapa saat lalu. Pendirian menjadi momentum yang tepat untuk mempelajari cara membangun sistem IT. Hasil: e-Learning Center Aceh.

e-learning-design01Tahap-4: Produk e-box yang dipakai di center, dikaji untuk bisa dibuat sendiri oleh Indonesia. Inilah awal pembangunan kapabilitas nasional desain komputer. Proses alih teknologi dilakukan dengan mendesain motherboard, satu dikerjakan desainer Indonesia di Taiwan, satu lagi oleh desainer Indonesia di Indonesia. Proses alih teknologi dimungkinkan berkat kemitraan yang baik antara alumni Indonesia yang bersekolah dan bekerja di Taiwan, dengan industri desain (foto) dan pemerintah kota Taipei. Hasil: dua motherboard CPU dan unit akses informasi yang siap pakai menggunakan salahsatu motherboard CPU tersebut.

e-learning-cimahi01Tahap-5: Kemitraan serupa juga dijalin perguruan tinggi, industri, dan pemerintah kota Cimahi untuk membangun industri IT, khususnya hardware. Pemkot Cimahi meluncurkan “C3” (Cimahi Cyber City), menggunakan cyber city Taipei sebagi model percontohan. Pemkot mencanangkan diri sebagai pusat penyebaran industri produk dan jasa IT dan aplikasinya. Hasil: Bangunan “C3”, dan sistem perakitan perdana oleh SMKN 1 Cimahi, sekarang dilanjutkan oleh SMK Telekomunikasi Tunas Harapan, Semarang (Jawa Tengah).

T81_125-1Tahap-6: Pengalaman ini mendorong untuk mempersiapkan diri membangun industri IT untuk jumlah masal. Tren komputer alternatif yang ekonomis, juga dipikirkan, dan bersiap sanggup mendesain sendiri komputer jenis laptop atau notebook atau netbook. Hasil: negosiasi dengan sumber finansial, industri penunjang, instansi litbang/perguruan tinggi, dan departemen terkait, masih dalam proses.

Tahap-7: Industrialisasi di tahap-6 tidak mungkin terlaksana tanpa dukungan marketing dan sales. Diinginkan goodwill pemerintah dalam mendukung penuh pengembangan kapabilitas nasional dan pemberdayaan dalam desain dan manufaktur komputer ini tanpa keberpihakan, terlebih dengan pihak tanpa visi dan misi yang jelas, yang hanya berpikir meraih keuntungan materi belaka. Hasil: perakitan komputer sudah dimulai dengan produk merk tertentu.

e-learning-igos01Tahap-8: Dalam satu mata rantai yang utuh perlu diciptakan semacam unit layanan purna jual, sebagai bentuk tanggung jawab moril terhadap konsumen atas produk yang dibeli. Termasuk di sini konten, perbaikan, pemeliharaan, pelatihan/penyuluhan, kemitraan dengan yang empunya teknologi, dan lain-lain.

Artikel merupakan bagian terakhir dari konsep Indonesia Konek. Ini adalah sebuah perjalanan panjang yang telah dirintis dan dijalani sejak 5 tahun lalu, mengantisipasi peran sistem IT di masa depan yang sangat strategis  dalam membangun dan memajukan negeri tercinta ini.

Ayo majulah negeriku, berkibarlah merah-putih, tunjukkan mana goodwill-mu!

4 Komentar leave one →
  1. 17/09/2009 11:10

    Apakah menggunakan sistem cloud computing?

    • rioseto permalink*
      19/09/2009 05:46

      Sistem cloud mungkin lebih pas untuk perkotaan. Cloud atau sejenisnya grid computing, saya pikir masuk dalam kategori “10-10″, artinya banyak sumber informasi untuk banyak pemakai. Kualitas layanan seperti kecepatan dan cost melalui resource sharing termasuk daya komputasi, lebih dominan di sini.

      Gagasan Indonesia Konek lebih ditujukan bagi daerah terpencil atau tertinggal dengan pola “1-10″, “1″ sumber informasi untuk “10″ (banyak) pemakai. Proses pengenalan informasi diambil dari sumber secara selektif, misalnya untuk pendidikan (sekolah), kesehatan, teknologi tepat guna untuk (pertanian-perkebunan-peternakan-perikanan) dan peningkatan nilai tambah sumber daya alam, kewirausahaan, dan perdagangan.

      Biarkan daerah menjadi dewasa dan sehat dengan sajian informasi produktif/membangun. Situs konsumtif seperti ‘Youtube’ dan ‘Facebook’ hanya soal waktu, karena sudah dikenal via hp (?) :D

  2. 19/09/2009 21:33

    *manggut-manggut*

    Ooh, begitu. Lantas bedanya sever based computing dengan cloud computing apa ya?

    • rioseto permalink*
      23/09/2009 07:31

      Server-based computing biasanya dicampur adukkan dengan server-client. Daya komputasi dibagi antara server dengan klien; pada konsep Indonesia Konek, semua daya komputasi bahkan diserahkan seluruhnya ke server sehingga klien berfungsi hanya sebagai dumb terminal saja. Saya belum faham betul cloud computing, sepertinya mirip server based computing dalam skala besar, skala web. Aplikasi maupun data di sistem keduanya, sama, disimpan di server. Nanti coba saya cek lagi, ya.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.