Hocus Pocus Pilatus, Puf, …Hilang!
Teknologi pakaian atau garmen, mengalami kemajuan yang bukan main! Di posting “Ketika Seni Ketemu Teknologi” kita menyaksikan pakaian yang indah dengan menyatukan material tekstil dan komponen elektronika; di “Teknologi Emosi“, selain indah pakaian juga dilengkapi sensor emosi si pemakainya. Sekarang, pakaian bisa dibuat tembus pandang. Hocus, pocus, pilatus… puf, badan si pemakai jubah pun hilang dari pemandangan! (Klik gambar.)
Impian pencipta cerita fiksi Harry Potter atau pencipta game “Dungeons and Dragons” yang tokoh utamanya bisa menghilang, sebentar lagi menjadi kenyataan.
Ada 2 teknik menghilangkan pemakai mantel atau jubah ajaib. Teknik pertama adalah dengan proyektor. Di belakang punggung, ada kamera yang sedang merekam adegan pemandangannya; gambar ini kemudian disorotkan kembali ke jubah. Material jubah memantulkan bayangan pemandangan yang di belakang tadi. Cerdik juga.
Teknik satu lagi masih dalam pengembangan. Material ini sangat canggih; sinar yang jatuh ke material di”belok”kan, berkeliling mengikuti bentuk material kemudian menyatu kembali. Tidak ada sinar yang memantul ke mata sehingga memberi kesan obyeknya, hilang!
Hebat sekali teknologi. Jika kelak benar-benar material ini terwujud aplikasnya luas sekali. Pilot dapat melihat landasan bandara yang menembus lantai kokpit pesawat saat mendarat. Dalam keadaan darurat seperti perang misalnya, tank disamarkan sehingga tidak terdeteksi oleh pandangan musuh. Pengemudi mobil dengan bebas dan leluasa melihat kondisi di sekeliling mobil, depan, samping, belakang, atas, tanpa terhalang kaca, bodi atau kabin mobil. Mobil “gundul”! Kaca spion jadi kuno dan tidak diperlukan lagi.
Asyik juga. Celakanya, teknologi canggih ini pasti dimanfaatkan juga untuk tujuan yang kurang baik. Penjahat memasuki rumah tanpa tanpa diketahui, orang membawa barang terlarang tidak bisa dan tidak cukup mengandalkan mata atau kamera saja. Berhati-hatilah.
Mungkin yang menarik dan lucu kalau material dipakai sebagai dinding kamar mandi. Yang mandi senang karena kamar mandi jadi seluas rumah, yang di luar kamar mandi bingung ‘kok rumah tidak ada kamar mandinya, tetapi suara mandi ada. Hii, ngeri juga…

Sederet Translator
wow, luar biasa,.. canggih bener teknologinya om!
semakin asyik ya… sulap harus lebih kreatif mendahului teknologi!
salam kenal, mampir ke blog saya juga ya teman
Salam kenal Didta… sudah kunjungi blognya. Bagus, nanti tahun 2010 cari tema yang pas dengan topik artikelnya. Ditunggu…
ohh yach om, thanks atas tutor How to Make an Invisible Cloak.
ntar kalo ada waktu mo coba bikin ahh… he3x
wah, sumbernya darimana yah? trus tuh proyek beneran ada yg udah jadi? mantab dong kalo gtu…
mas hanif… silakan gunakan kata kunci “invisible cloak” (jubah tak kasat mata), ramee deh.
sudah terbukti di tingkat penelitian, untuk komersial ‘sih masih akal-akalan.
mantap nih artikel!
artikel di blog ‘rahasia otak’ tak kalah mantap… ! sudah di link, mas.
wah (woot) sy baru tau ini,,kira2 harganya berapaan yach,pengen beli sayah :d
Hihi… semangat sekali ya. Pasti heboh kalau sudah dipasarkan, sekarang baru untuk film saja. Sabar ya. Tetapi efek tiruannya bisa bikin sendiri. Betulan. Ada di sini (bahasa inggeris),
How to Make an Invisible Cloak.