Potensi Ekonomi Produk Adonan “Hi-Tech” Kita
Ada-ada saja, produk adonan apalagi ‘sih? Lanjutan posting sebelum ini mengantisipasi banjir produk ponsel yang sebentar lagi menggenangi pasar kita. Anugerah atau musibah?
Beli terus pakai terus kalau rusak atau bosan, buang. Enak sekali. Jadilah (gunung) sampah! Pemborosan, mentang-mentang murah.
Wah, ini musibah.
Tetapi ada yang jeli, telepon genggam atau telepon seluler misalnya, terlihat sebagai “material” murah yang bernilai tambah. Ponsel di”jebol” teknologi di”makan” habis, dan berhasil! Saya keberatan istilah montir dan bengkel, mereka adalah sarjana sesungguhnya, yang lulus ujian di lapangan tanpa ijasah! Trampil dan cerdas, bengkel adalah lab rekayasa.
Jangan anggap remeh lab rekayasa. Pernah lihat isi ponsel? Banyak komponen elektronika kecil yang hanya terlihat jelas dengan mikroskop. Identitas komponen sering dihapus (disengaja) menghalangi pelacakan. Tetapi para awak lab rekayasa ponsel tak kalah cerdas, jebol! Programnya, jebol. Ponsel kini siap mau dibuat apa saja, bisa. Hebat.
Lab yang lebih kreatif menambah komponen dan program. Produk tampil beda, memiliki fitur yang tidak dimiliki sesamanya. Ponsel bisa dibuat jadi perangkat memantau dan memancar balik posisi lokasi kita dan kesehatan kita (penting untuk jemaah haji, para lansia, dan pasukan tentara di lapangan), kameranya bisa dipakai alat bantu baca bagi para penyandang cacat tuna netra, bisa mengukur pencemaran air-tanah-udara termasuk emisi gas buang mobil kita, mencatat data lapangan, atau, mari kita bantu para nelayan mencari ikan di lautan. Masih banyak lagi…
Nah, kalau begini barulah anugerah.
Ini yang dimaksud dengan teknologi tumpang sari atau TTS di posting lalu. Teknologi tambah fitur atau “add-on” buatan Indonesia pada produk hi-tech global ponsel (notebook atau laptop segera menyusul). Luar biasa!
Di atas kertas, nothing is impossible. Kita sebut karya “add-on” anak bangsa ini, kalau boleh, produk adonan indonesia, produk hi-tech “made-in-China” “add-on-(in)-Indonesia”!
Ketrampilan lab rekayasa kreatif diharapkan bisa mengundang para produsen global untuk ramai-ramai datang berbelanja tumpang sari alias “add-on” bagi produknya, di sini. Mengapa tidak? Ini baru namanya fair, win-win solution, score imbang satu-satu. Jangan jadi bulan-bulanan melulu, jangan rupiah saja yang mengalir ke luar, dolar juga mengalir masuk. (Dan kita juga bukan tempat sampah.. tahu, he.he.he.)
Masih saja ada yang tetap sinis dan memandang sebelah mata “bengkel” ini. Nanti dulu, tolong sebelah mata lagi lihat koceknya, ada 0,25 -0,5 juta rupiah per hari mengalir ke sana! Itu dari perbaikan saja belum dari “add-on” dan jualannya… setelah itu kalikan seribu*. (* ada 1,000+ lab rekayasa di Indonesia; ada uang beredar sekian milyar rupiah per har di sana!)
Perdagangan bebas siapa takut? Cari duit dari sini siapa berani?

Sederet Translator
wuih duit y…..mau dong
salam hangat selalu
ayo mari di tahun 2010 kita ramai-ramai manfaatkan produk IT cari ‘dolar’… posisi di mana, nanti kalau ada tutorialnya diberi tahu (tak cukup melalui blog hehe…)
indonesia selalu bisa mengikuti perkembangan teknologi kok… biar pun cuma nambah dikit-dikit ya kita do’a in aja biar lebih baik lagi kepdepannya
ya mari berdoa… orang jepang sendiri terkagum-kagum produk bemo-nya masih jalan! hebat, ya..
hmm, kalo dah ada aroma duit duit gini nih, gimana gitu ha ha ha
beres mas zulhaq! kalau memang ada tutorialnya, bukan di blog tapi di bengkel beneran, diumumkan di sini… okee (jangan mau kalah sama anak stm, yang tekun dan cerdas, sudah punya 4 “lab rekayasa” dalam setahun!). hehe.. aku juga belum punya (mau).
Kang …
Blognya saya link di Blog PMB….
itu per hari ya Om, gimana kalo setahun hasilna bisa buat beli sawah berapa Hektar ya ?
bisa buat modal untuk lab baru lagih tuh Om..
hehe, cepat sekali kalkulatornya; kumpulin setahun investasi di tanah, betul sekali …smart! , atau ikutan usulnya mas @Criez, lebarkan sayap dari 1 jadi 3 “lab” setahun (ladang ponsel ndak pernah habis-habis), tahun-2 jadi 5, tahun-3 jadi 10, stop. mana lebih cepat gede dalam 5 tahun, hayo?
Semoga berjalan TTS nya Boz
Nuhun kang Dang, ini bisa dikerjakan oleh semua orang…
Teardown product page: http://www.phonewreck.com/
thanks infonya kunil… nanti saya teruskan ke kelompok “lab”.
Jadi inget prinsip ATM
*Amati
*Tiru
*Modifikasi
hehe… singkatan bagus juga, boleh saya pakai ya? bukannya proses edukasi itu begitu?
oh ya , boleh ada link khusus yang mengenai TTS ini. pengen lihat langsung juga yang dikerjakan. thx
tidak ada Roy… ini dikembangkan di lab dibantu rekan-rekan teknisi di bengkel HP di pertokoan