Langsung ke isi

Potensi Ekonomi Produk Adonan “Hi-Tech” Kita

23/12/2009

Ada-ada saja, produk adonan apalagi ‘sih? Lanjutan posting sebelum ini mengantisipasi banjir produk ponsel yang sebentar lagi  menggenangi pasar kita. Anugerah atau musibah?

Beli terus pakai terus kalau rusak atau bosan, buang. Enak sekali. Jadilah (gunung) sampah! Pemborosan, mentang-mentang murah.

Wah, ini musibah.

Tetapi ada yang jeli, telepon genggam atau telepon seluler misalnya, terlihat sebagai “material” murah yang bernilai tambah. Ponsel di”jebol” teknologi di”makan” habis, dan berhasil! Saya keberatan istilah montir dan bengkel, mereka adalah sarjana sesungguhnya, yang lulus ujian di lapangan tanpa ijasah! Trampil dan cerdas, bengkel adalah lab rekayasa.

Jangan anggap remeh lab rekayasa. Pernah lihat isi ponsel? Banyak komponen elektronika kecil yang hanya terlihat jelas dengan mikroskop. Identitas komponen sering dihapus (disengaja) menghalangi pelacakan. Tetapi para awak lab rekayasa ponsel tak kalah cerdas, jebol! Programnya, jebol. Ponsel kini siap mau dibuat apa saja, bisa. Hebat.

Lab yang lebih kreatif menambah komponen dan program. Produk tampil beda, memiliki fitur yang tidak dimiliki sesamanya. Ponsel bisa dibuat jadi perangkat memantau dan memancar balik posisi lokasi kita dan kesehatan kita (penting untuk jemaah haji, para lansia, dan pasukan tentara di lapangan), kameranya bisa dipakai alat bantu baca bagi para penyandang cacat tuna netra, bisa mengukur pencemaran air-tanah-udara termasuk emisi gas buang mobil kita, mencatat data lapangan, atau, mari kita bantu para nelayan mencari ikan di lautan. Masih banyak lagi…

Nah, kalau begini barulah anugerah.

Ini yang dimaksud dengan teknologi tumpang sari atau TTS di posting lalu. Teknologi  tambah fitur atau “add-on” buatan Indonesia pada produk hi-tech global ponsel (notebook atau laptop segera menyusul). Luar biasa!

Di atas kertas, nothing is impossible. Kita sebut karya “add-on” anak bangsa ini, kalau boleh, produk adonan indonesia, produk hi-tech “made-in-China” “add-on-(in)-Indonesia”!

Ketrampilan lab rekayasa kreatif diharapkan bisa mengundang para produsen global untuk ramai-ramai datang berbelanja tumpang sari alias “add-on” bagi produknya, di sini. Mengapa tidak? Ini baru namanya fair, win-win solution, score imbang satu-satu. Jangan jadi bulan-bulanan melulu, jangan rupiah saja yang mengalir ke luar, dolar juga mengalir masuk. (Dan  kita juga bukan tempat sampah.. tahu, he.he.he.)

Masih saja ada yang tetap sinis dan memandang sebelah mata “bengkel” ini. Nanti dulu, tolong sebelah mata lagi lihat koceknya, ada 0,25 -0,5 juta rupiah per hari mengalir ke sana! Itu dari perbaikan saja belum dari “add-on” dan jualannya… setelah itu kalikan seribu*. (* ada 1,000+ lab rekayasa di Indonesia; ada uang beredar sekian milyar rupiah per har di sana!)

Perdagangan bebas siapa takut? Cari duit dari sini siapa berani?
:D

19 Komentar leave one →
  1. 24/12/2009 02:29

    wuih duit y…..mau dong
    salam hangat selalu

    • 24/12/2009 18:24

      ayo mari di tahun 2010 kita ramai-ramai manfaatkan produk IT cari ‘dolar’… posisi di mana, nanti kalau ada tutorialnya diberi tahu (tak cukup melalui blog hehe…) :D

  2. 24/12/2009 07:42

    indonesia selalu bisa mengikuti perkembangan teknologi kok… biar pun cuma nambah dikit-dikit ya kita do’a in aja biar lebih baik lagi kepdepannya

    • 24/12/2009 18:22

      ya mari berdoa… orang jepang sendiri terkagum-kagum produk bemo-nya masih jalan! hebat, ya..

  3. 24/12/2009 19:58

    hmm, kalo dah ada aroma duit duit gini nih, gimana gitu ha ha ha

    • 24/12/2009 20:15

      beres mas zulhaq! kalau memang ada tutorialnya, bukan di blog tapi di bengkel beneran, diumumkan di sini… okee (jangan mau kalah sama anak stm, yang tekun dan cerdas, sudah punya 4 “lab rekayasa” dalam setahun!). hehe.. aku juga belum punya (mau). :D

  4. 25/12/2009 13:03

    Kang …
    Blognya saya link di Blog PMB….

  5. 25/12/2009 20:32

    itu per hari ya Om, gimana kalo setahun hasilna bisa buat beli sawah berapa Hektar ya ? :roll:

    • 25/12/2009 20:34

      bisa buat modal untuk lab baru lagih tuh Om.. :mrgreen:

    • 26/12/2009 08:09

      hehe, cepat sekali kalkulatornya; kumpulin setahun investasi di tanah, betul sekali …smart! , atau ikutan usulnya mas @Criez, lebarkan sayap dari 1 jadi 3 “lab” setahun (ladang ponsel ndak pernah habis-habis), tahun-2 jadi 5, tahun-3 jadi 10, stop. mana lebih cepat gede dalam 5 tahun, hayo?

  6. 26/12/2009 02:43

    Semoga berjalan TTS nya Boz

  7. 26/12/2009 14:28

    Teardown product page: http://www.phonewreck.com/

    • 29/12/2009 02:46

      thanks infonya kunil… nanti saya teruskan ke kelompok “lab”.

  8. 26/12/2009 18:35

    Jadi inget prinsip ATM
    *Amati
    *Tiru
    *Modifikasi

    • 29/12/2009 02:45

      hehe… singkatan bagus juga, boleh saya pakai ya? bukannya proses edukasi itu begitu? :D

  9. Roy permalink
    08/03/2012 09:23

    oh ya , boleh ada link khusus yang mengenai TTS ini. pengen lihat langsung juga yang dikerjakan. thx

    • 13/03/2012 15:16

      tidak ada Roy… ini dikembangkan di lab dibantu rekan-rekan teknisi di bengkel HP di pertokoan

Lacak Balik

  1. Stop Press! Teknologi Limbah Handphone « rioseto's blog

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.