Warna Website
Konten bagus jelas daya tarik utama, jangan lupa tampilan juga berpengaruh. Ibarat perempuan, website atau blog juga perlu didandani; dimake-up dipupuri sedikit bedak, sedikit gincu, sedikit wewangian. He.he… caranya gimana? Salahsatu adalah warna. Warna website atau blog jangan berlebihan. Semua yang “terlalu” (biasanya) berantakan.
Warna Primer, Sekunder, Tersier
Warna standar yang dipakai dunia seni (untuk cat, pensil warna, dll.) adalah “Red-Yellow-Blue” (RYB, merah-kuning-biru); standar lain adalah “Red-Green-Blue” (RGB, merah-hijau-biru), yang dipakai perangkat yang mengeluarkan cahaya (monitor komputer dan layar TV). Dalam dunia percetakan standar warna tintanya lain lagi, “Cyan-Magenta-Yellow-Black” (CMYK, biru-merah-kuning-hitam). Pernah mengamati kode warna tinta printer yang kita pakai?
Untuk mewarnai website atau blog kita dipakai ‘RYB’. Mudah dicerna akal. Gambar paling kiri adalah warna ‘RYB’ yang disebut juga warna dasar atau warna primer, karena warna tidak bisa diperoleh dari warna lain. Gabungan atau kombinasi warna primer menghasilkan warna sekunder (tengah); gabungan warna primer dengan warna sekunder menghasilkan warna baru lain lagi, warna tersier (kanan).
Begitulah warna website atau blog dipilih dari “roda warna” ini. Ternyata tidak sembarang, ada “aturan”nya.
Warna Website ‘Dua’ untuk Header
Jadilah spektrum warna pelangi. Agar tampak serasi atau harmonis, biasanya kita memakai lebih dari 1 warna. Warna harmonis adalah kombinasi warna yang nyaman dipandang mata. Berapa banyak warna dan warna apa? Bisa berdua, bertiga, atau berempat dengan kombinasi warna tidak sembarang. Sudah tertentu, ada “rumus”nya. Ini contoh warna ‘dua’ (2-warna, byadic),
Warna pasangan berada tepat di seberangnya; untuk memperkaya ditambah warna gelap (tua) dan terang (muda). Kira-kira pasangan warna apa yang dipilih gambar grafis sebelahnya?
Warna Website ‘Dua’ untuk Laman
Anggap contoh gambar grafis adalah header website kita. Warna apa sebaiknya yang harus kita pilih sebagai warna website keseluruhan?
Kita buka program Color Palette Generator. Upload gambar header (foto juga boleh). Cling! Sederet warna tampil, ada warna pucat (kiri), ada warna cerah (kanan). Satu warna kita jadikan warna induk situs misalkan warna paling gelap di kanan atas (kode ’223344′).
Sekarang buka program Color Scheme Designer. Klik data warna induk (tanda panah), ganti dengan kode ’223344′ tadi. Tampil kombinasi warna website kita. Dapatkan menu [Light page example] atau [Dark page example], lalu klik. (Paling bagus buka layar penuh, [F11].) Kita sekarang punya gambaran situs seperti apa nantinya, ini dia!

Lumayan cantik seperti batik!
Dengan melatih berulangkali kita akan terbiasa mencari paduan warna yang pas menurut selera kita (eh, keliru, selera pengunjung!). Kalau sudah lebih trampil coba tingkatkan untuk 3 warna dan 4 warna. Lebih rumit lebih asyik.
Selamat mewarnai.
![]()
Pinjem gambar :
1. 1205 Design Studio Color
2. Adrenaline Zone (homepage)
Contoh website di atas warna lain, klik untuk memperbesar:
1.
2.
3. 
SEO: kata cari “warna website”, posting di hal-3 Google 04-Agu, hal-2 06-Agu.

Sederet Translator
aduuuhhhh klo bicara paduan warna emang sulit bgt sobat………
salam persahabatan selalu dr MENONE
setuju sekali… apalagi kita bukan ahli, bukan seniman, kebetulan ada program yang bisa membantu,.. salam
Pak Rio gimana kabarnya?
Aktif blogging sekarang Pak
Bagus Pak artikelnya, isinya unik dan lain dari yg lain
Thanks Haris, … mana blognya?
Thanks bro sudah menulis tentang Warna Website, Menarik sekali…
Terimakasih juga bro…
kalau saya kurang bisa mendesain pak, tak cantik pula memadukan warna makanya lebih suka warna yang simple2 aja.. hehe
he.he… mbak Dhenok skrg jadi tahu ‘kan yang simpel kalau ditata apik bisa jadi woow!
DOnt forget the content!!
He.he… konten pasti, Mbah! Salam,
he he he ajib…
sangat menarik dan bermanfaat… apalagi buat saya kurang begitu paham ttg warna dan desain… (blog nya putih bersih
)
salam
masih ada 1 posting lagi… blog putih bersih oke, ‘kan dokter! he.he… (nanti dokter bahas buta warna & daya baca mata, ya)
hehehe, mas… aku gak ngerti. cukup sulit ya
saba.aar nanti juga ‘nyampe dan ‘ngerti sendiri deh… terus mencoba