XAMPP dan WordPress (Lebih Baik)
Apa lagi yang diperbaiki, XAMPP dan WordPress rasanya sudah berjalan sempurna.
Perbaikan minor/kecil saja. Berkas ‘wp-config.php’ posting lalu coba dikaji kembali. Data user adalah ‘root’ dan password ’ ’ (kosong). User WordPress sebaiknya dipastikan saja misalnya ‘wordpress_user’ dan passwordnya diisi.
Bukan apa-apa, demi keamanan dan kenyamanan kita bekerja. Gangguan di WordPress, kalau ada, jangan sampai mengganggu dan mengacaukan operasi XAMPP.
baris baru
XAMPP Lebih Baik: Buat New User dan Password
Aktifkan XAMPP ‘xampp_start’, ketik ‘localhost’ di browser, klik [phpMyAdmin]. Kita ingin tahu siapa saja user yang boleh akses ke XAMPP web server ini. Klik [Privileges] (hak istimewa). Tampil Gambar-1,

baris baru
Ada 5 user; 2 user sembarang (‘Any’) bisa akses ke server kita tanpa password! Tiga user lagi adalah pemilik server (kita), sebagai ‘root’ dan ‘pma’ (“phpMyAdmin”). Juga tanpa password. Sistem sekuriti sangat lemah, pantas saja sistem server kita mudah ditembus orang.
Soal sekuriti kita tunda, sekarang kita buat user WordPress dulu. Klik [Add a new User]. Tampil Gambar-2. Isi nama user misalnya, ‘wordpress_user’, nama server dalam hal ini ‘localhost’, kemudian password. Manfaatkan [Generate] dan simpan baik-baik sandinya.
Gambar-3 & Gambar-4: di bagian bawah ada [Global privileges Check All/Uncheck All]. Klik [Check All], klik [Go]. New user dan password jadi ‘deh. Tidak susah-susah amat, ya.
User ‘wordpress_user’ untuk WordPress — XAMPP harus diberitahu user tadi hanya untuk WordPress. Dari tampilan yang sama kita meluncur ke bawah, di sana ada ‘Database specific privileges’. Buka dropdown menu, klik ‘wordpress\_db’ (Gambar-5 & 6). Beres, XAMPP sekarang tahu.

Periksa ‘wordpress_user’ dalam daftar user — Klik [phpMyAdmin] atau [Home], klik [Privileges]. Sip… ‘wordpress_user’ ada di sana! Ada password juga. Gambar-7.
Akhirnya.. selesai juga.
baris baru
WordPress Lebih Baik: Update ‘wp-config.php’
Buka berkas ‘wp-config.php’. Hapus user ‘root’ ganti dengan ‘wordpress_user’ dan isi password kosong ’ ’ dengan data password yang disimpan tadi.
baris baru
Testing, testing… — restart XAMPP: padamkan dengan ‘xampp_stop’ sampai server hilang lalu jalankan ‘xampp_start’. Buka browser dan ketik ‘localhost/wordpress’. Muncul blog WordPress kita. Tidak ada perbedaan dengan tampilan WordPress sebelumnya. Sempurna. (Tetap nyalakan untuk eksperimen berikutnya.)
baris baru
Testing tema WordPress — skip (lewati), ini khusus pemula. Bosan dengan tema standar WordPress? Sama. Bagi blogger WordPress kawakan sudah biasa gonta-ganti tema. Cari dan pilih satu tema yang kita suka, misalnya ‘Cupid’ dari http://topwpthemes.com/. Download.
Ekstrak Cupid.zip ke direktori ‘xampp/htdocs/wordpress/wp-content/themes’. ‘Cupid’ kumpul bareng tema lainnya, ‘twentyeleven’ dan ‘twentyten’.
Refresh blog kita, [F5]. Klik submenu [Theme] (Dashboard, Appearance). Ada 3 pilihan tema, aktifkan ‘Cupid’, kalau ragu klik Preview dulu.
Utak-atik sedikit, pura-puranya ada yang berminat pasang iklan dan horee.. jadi ‘blog baruku’ seperti di samping!
baris baru
Tema testing WordPress — ini tema yang diluncurkan WordPress khusus menguji blog baru kita, apakah benar-benar sudah berfungsi dengan baik.
Kembalikan tema blog ke asal, bisa ‘kan ya. Klik kanan mouse di atas link ini, https://wpcom-themes.svn.automattic.com/demo/test-data.2011-01-17.xml, klik [Save Link As...] dan simpan dengan nama ‘test-data.2011-01-17.xml’.
Cari menu [Tools] di Dashboard, klik submenu [Import], klik [WordPress]. Upload nama berkas ‘test-data.… .xml’ tadi. Kalau semua lancar tampil blog WordPress dengan tema testing seperti di bawah,

Banyak yang bisa kita pelajari di sini.
baris baru
Kesimpulan
Ini eksperimen kecil dan mendasar. Mungkin dari sini kita bisa menapak ke atas membangun blog WordPress yang lebih baik, juga lebih cepat, karena (1) WordPress fleksibel (2) pengetahuan ada dan tersedia di internet, dan yang terpenting, (3) tidak (belum) harus jadi programmer!
(utang bedah topik Sekuriti…)
Tulisan terkait:
1. XAMPP Web Server
2. XAMPP dan WordPress
3. XAMPP dan WordPress (Lebih Baik) (posting ini)
Sederet Translator
Lacak Balik