Capture Screen Atau Screenshot Dengan Sekali Klik!
Sekarang semua orang maunya apa-apa harus serba cepat. Cepat dalam semua hal, sampai ke hal-hal kecil dan sepele seperti ‘capture screen’, tepatnya ‘screenshot’, yaitu menangkap gambar yang tayang di layar komputer kita. Cepa..at!
Urusan ini semula dilayani tombol [PrnScr] di keyboard. Sayang bisanya hanya menangkap seluruh obyek yang tampak di layar.
Kasihan juga tombol ini jadi menganggur, digantikan tombol ‘PrnScr’ semu atau virtual yang lebih fleksibel seperti di atas. Tombol bisa mengcapture seluruh atau sebagian obyek di layar, bahkan memiliki keistimewaan mengcapture obyek gambar di “luar” layar! Maksudnya?
Obyek yang kontennya panjang, di sampingnya ada ‘scroll bar’ yang bisa digeser-geser untuk melihat konten lanjutan di bawahnya atau di atasnya. Konten yang tidak tampak ini ikut tercapture.
Fitur yang menarik.
Proses Capture
Download program Faststone versi portabel* (1,3 MB). Ini versi 5.3 yang gratis, sudah kuno, tetapi tidak apalah karena masih berguna. (* Bisa disimpan di flash disk, program langsung jalan tanpa instalasi).
Jalankan program — muncul kotak dengan 6 tombol screen capture ‘PrtScr’ dan 2 tombol untuk sunting dan setting. Lihat gambar atas.
Jalur cepat capture — pilih ikon capture yang diperlukan …klik. Cukup sekali! Gambar capture jadi. Praktis, tidak perlu lagi menekan tombol keyboard beruntun. (He.he… koreksi, bergantung jenis capture terkadang diperlukan klik sekali lagi tanda jadi.)
Cobalah semua tombol capture khususnya tombol #6 yang bisa mengcapture konten tidak tampak tadi.
Editor Gambar
Gambar di samping contoh capture screen ‘Google Doodle’ hari kemarin. Mainkan ‘bola’ tanah liat ini hingga muncul beberapa boneka. Klik! Tekan tombol capture #3, lalu klik dan tahan mouse sambil membuat kotak. Mouse dilepas. Jadi ‘deh (kotak abu).
Fitur caption — Gambar langsung masuk ke editor. Klik menu [Caption], terbuka ruang tulis, atur setting (font, warna, dsb.), lalu ketikkan teks. Klik [Add Caption]. Jadilah caption menempel di bagian bawah gambar. Ulangi prosedur untuk judul di bagian atas.
Sudah 6 klik; satu klik lagi [Save As] untuk simpan berkas, atau mau kirim langsung ke rekan? Klik [Email] (belum coba). Selesai, total 7 klik!
Asyik juga. Langkah terakhir upload gambar ke posting blog. Beres. (Klik tidak dihitung karena bukan screen capture lagi.)
Tips: dahulukan sunting gambar (diperkecil, dicrop, dsb.), caption (dan watermark) terakhir.
Fitur watermark — Gambar bisa di”stempel” dengan tanggal dan watermark (cap air) untuk proteksi hak cipta.
Fitur sunting lainnya tidak berbeda dengan sunting editor gambar pada umumnya seperti Paint, dan sedikit tambahan sunting dasar foto.
Capture Video
Di layar, obyek tidak hanya yang statis ada juga yang dinamis, yang bergerak seperti video. Bisakah gambar adegan atau frame video dihentikan sesaat untuk dicapture?
Capture video di internet — Klip video di internet seperti YouTube, Yahoo, Dailymotion, Vimeo, Veoh, Blip.tv, tidak ada masalah semua berhasil dicapture.
Capture video di media player — Kalau video di internet bisa dicapture, bagaimana dengan video yang ditayangkan media player, bisa?
Tidak semua berhasil dicapture program Faststone. Media Player Classic (MPC) dan QuickTime Player, bisa, sedangkan Windows Media Player (WMP), tidak bisa (bisa dengan [Ctrl][I]).
Capture Screen vs Screenshot
Ada perbedaan antara capture screen dengan screenshot. Topik bahasan kita di atas sebetulnya lebih tepat disebut screenshot atau ‘print screen’. Outputnya, gambar. Pada capture screen, outputnya adalah video. Setiap gerakan atau perubahan yang terjadi di layar direkam.
(nantikan posting capture screen)
baris baru
Sederet Translator
platformnya nanti bentuk apa kang. swf kah atau mp3. trus bagaimana dengan soundnya. timernya tepat gak.
krena aku dulu pengalaman tiap screenshot pasti suaranya ketinggalan jauh dibelakang.
kang yufik, hasil capture dari obyek di layar adalah gambar, jadi formatnya adalah untuk gambar (.bmp, .gif. .jpg dst.). sudah coba?
mungkin maksud kang yufik dubbing musik? yang aku buat sih feeling aja tanpa timer, nanti diperhalus. kalau mau pakai timer harus dicatat #frame atau waktunya (di virtualdub). ini penting untuk ‘lipsync’. he.he… postingnya antri, kang.
ijin mampir mas.. Hehe lagi bangun blog baru nhe.. Mantab aplikasinya. Tapi ane pengguna hp ..
selamat blogging, rupanya jagoan symbian ya… lanjuut! utak-atik os hp jadi instrumen monitor orang sakit kayaknya menarik.
sebelum download saya ucapkan terima kasih
sama-sama… semoga bermanfaat. salam,