Belajar Google SketchUp 8 Pertamakali
Logo WordPress 3D yang di posting kemarin pakai Google SketchUp? Iya. Kenapa ‘Google SketchUp’? Gampang.. kata Google. Pastinya, dia yang bikin.
Gampang menurut Google karena obyek 3D bisa dibangun hanya oleh 2 elemen dasar, ‘garis‘ dan ‘bidang datar‘ (permukaan). Bidang di”melar”kan ke berbagai arah hingga terbentuk obyek 3D seperti contoh gambar rumah di samping.
Konsep, Teori
Kalau begitu menciptakan sebuah obyek 3D di ‘Google SketchUp’ cukup dengan 3 alat bantu atau ‘kakas‘ (tool) saja seperti ini,

pengisi ruang kiri

‘Pensil‘ (‘Line’) dipakai untuk membuat ‘garis’ (border) dan ‘bidang datar’ (2D); ‘Push/Pull‘ untuk me”melar”kan bidang datar jadi obyek 3D; ‘Orbit‘ untuk mengubah sudut pandang obyek 3D yang perlu saat menyunting.
Betul gampang kalau membuat 3D sesederhana ini; ikon juga lumayan intuitif, mudah difahami. Tapi ini ‘kan teori. Pelaksanaannya, gampang juga?
Kita coba menjelajah ‘Google SketchUp’.
P r a k t i k
Download program di situs Google SketchUp (versi 8.0, 63 MB).
Instal dan jalankan.
Dapatkan ketiga kakas di atas. Cari juga 3 kakas lain untuk membantu pembuatan obyek 3D kita, ‘Select‘, ‘Move/Copy‘, dan ‘Pan‘. Mudah dikenali, ada tulisan di ikonnya.
Oke semua ketemu, kita mulai. Kita akan menggambar contoh rumah di atas.
Ruang gambar — 3-sumbu jadi acuan menggambar 3D:
‘merah‘ (kiri-kanan), ‘hijau‘ (depan-belakang), ‘biru‘ (atas-bawah). Atur pandangan ruang gambar dengan ‘Orbit’ (dan ‘Pan’) sehingga obyek terlihat jelas di arah ketiga sumbu tersebut.
2D: Bidang, permukaan — Gambarlah sebuah bidang datar memakai ikon ‘Persegi’. ‘Orang’ belum diperlukan, boleh dihapus. Orang jadi acuan kasar saat menentukan ketinggian obyek 3D (rumah, bangunan, kursi, meja, tempat tidur, dll.).
3D: Balok — gunakan ikon ‘Push/Pull’, tarik ke atas sejajar sumbu ‘biru’ untuk membuat ketinggian. Jadi sudah obyek 3D kita.
Atap — ganti dengan ikon ‘Pensil’. Telusuri salahsatu tepi hingga ketemu titik-tengah warna ‘hijau’, dan klik. Gambar garis ke tepi di seberangnya juga di titik-tengah, dan klik. Garis ini calon atap.
Sekarang ikon ‘Move’. Telusur garis atap hingga ketemu titik-tengah warna ‘hijau’. Tekan dan tahan tombol [Shift], tarik keatas sejajar sumbu ‘biru’. Perhatikan gambar sumbu ‘biru’ tipis bertulisan ‘On Blue Axis’ kalau tepat sejajar. Horee… rumah induk jadi.
Rumah ‘anak’ — dengan cara yang sama buat rumah berukuran lebih kecil di sebelah rumah induk. Tarik alas ‘persegi’ dengan ‘Push/Pull’ sehingga ketinggian sama dengan tinggi rumah induk.
Tahunya sama? Sambil menarik ke atas, simpangkan ikon ‘Push/Pull’ ke bangunan induk. Ada garis putus-putus bertulisan ‘On Edge’. Stop, tinggi sudah sama.
Lanjutkan dengan membuat atap. Jadilah rumah ‘anak’.
Menggabungkan 2 obyek — rumah anak akan kita ‘lebur’ ke bangunan induk. Blok seluruh rumah anak (garis biru tebal). Pakai ikon ‘Move’ untuk menggeser rumah anak ‘menembus’ bangunan induk. Stop, saat ujung atap rumah anak tepat menyentuh atap rumah induk.
Tahunya tepat menyentuh? Tempatkan ikon ‘Move’ pas di ujung atap rumah anak. Begitu menyentuh atap rumah induk, muncul tulisan ‘On Face’.
Rumah ‘induk’ dan ‘anak’ belum lebur. Masih ikon ‘Move’, klik kanan. Pilih ‘Intersect’ dan klik ‘Intersect Model’. Lebur.
Horee… rumah kita akhirnya jadi!
Lanjut…
Belum puas! ‘Orang’ itu masihkah ada di dalam? Kasihan. Oke, kita buatkan jendela agar bisa bernafas. Pakai ‘Persegi’ untuk menggambar jendela. Dinding mana, terserah. Sudah jadi, klik jendela dan tekan [Del]. Bolong! Syukurlah, masih ada dia.
Bayangan bisa? Klik menu [View]-[Shadow]. Ada bayangan sekarang. Asyik!
Boleh dong ada warnanya. Banyak maunya ‘nih. Oke, klik ‘Kaleng Cat’, muncul menu, pilih ‘Roofing’ untuk atap dan silakan klik jenis atapnya. Tuangkan ‘cat’ di atas atap!
Lanjutkan bikin pintu, dinding dicat, jendela diberi kaca (ulangi gambar ‘Persegi’ di jendela bolong lalu ‘cat’ dengan bahan tembus pandang ‘Translucent’)… dst., dst. Kira-kira hasilnya seperti di samping. Cantik, ya.
Update (terlupakan): klik menu [Window]-[Component]; ada pohon, mobil, bangku taman di sana untuk menyemarakkan rumah. Update gambar di samping menyusul segera… (sudah).
Selamat datang di Google SketchUp, mari sama-sama kita bangun rumah pertama kita. Tipe ‘RSS’, gratis.
(untuk pemula, bisa ini semua sudah luar biasa; jadi, google sketchup gampang atau susah?)
Sederet Translator
Sketch Up memang lebih simple dan tidak terlalu memerlukan spesifikasi komputer yg tinggi… Saya dulu pertama kali belajar 3D pake Maya, selain berat, juga terlalu banyak prosedur, tidak seperti produk google satu ini….
wah bagi-bagi ‘bli ilmu google sketchupya dong… pertamakali itu benar-benar yang pertama, penasaran ingin tahu 3d
wow, ada tutorialnya juga
. uda lamaa banget ga nyentuh sketchup. dulu pas kuliah di solo pernah diajarin temen, anak arsitek
ayo mainkan lagi mas arif… ‘ketrampilan menggambar diarahkan ke animasi nanti, untuk bikin setting, dll.
(masih belajar, jadi arsitek sudah kasip)
jadi pengenn nyobba nuu buat bkin mapping 3d d kampuz.. mohon sarannya yaa maz..
kampus mana ashantie? jalur cepat bikin kotak dan atapnya, pasang foto bangunannya seperti contoh posting di “google is fun!’ he.he… siap bantulah!
saya pertama belajar 3d bikin kereta untuk game dengan 3ds max(jadi nya ancur sih pas di masukin game), sekarang belajar ini deh kan baru nemu tutor yg pas di blog ini
Siip.. mudah2an tidak ancur lagi ya
Mantaap.. pingin belajar lewat tutorial dari luar sana, susah inggrisnya. Ternyata akhirnya dapat juga tutor yang pas.
Mas rioseto, mampukah Google SketchUp ini untuk membuat desain landscaping untuk urban forest (hutan kota) seluas 50 hektar? Saya pakai Acer Aspire 4741G i3 380M NVIDIA GeForce GT 420M 4GB DDR3.
Trims
Terimakasih.. silakan beritahu rekan-rekan.
Untuk landscaping belum pernah coba.. tetapi mestinya SketchUp bisa.
Ada pengalaman interaksi SektchUp dengan Google Earth, memetakan lahan hutan 43.000 ha. Bisa. Belum coba dengan Google Map.
Belum dibuat postingnya, hehe… nanti kapan-kapan.
Reblogged this on rahmaais14 and commented:
bagus bagus, buat pemula sperti saya
silakan manfaatkan… mohon masukan/kritik membangunnya, ya.