Dari Foto 2D ke Gambar 3D Dengan Google SketchUp

Punya foto rumah atau bangunan yang tampak kedua dindingnya? Sip, kita mainkan foto ‘2D’ ini untuk diubah jadi sebuah gambar ‘3D’ dengan Google SketchUp!

GoogleSketchUp (‘GSUp’) punya toolsnya. Buka Google SketchUp 8, “orang” jangan dihapus; klik [Window] – [Match Photo] – keluar kotak dialog – klik ‘+’, lalu panggil berkas foto. Wow, bangunan dipenuhi garis corat-coret seperti “mie”!

Perspektif — “mie” tadi itu adalah garis perspektif ‘GSUp’. Garis ditampilkan untuk membantu foto bangunan 2D menjadi bangunan ‘3D’ “sungguhan”.

Foto tidak ada garis perspektifnya tetapi garis atap atau lantai, semua mengikuti “garis” perspektif. Ini menjadi pedoman kita saat menggambar ‘3D’ nanti. Garis perspektif “mie” ‘GSUp’ harus di’set’ ulang, menyesuaikan perspektif bangunan foto. Jadinya seperti gambar berikut.

Dari foto '2D' ke gambar '3D' di GoogleSketch

Garis ‘kuning’ adalah garis batas pandang (horison, cakrawala).

Persiapan — tugas pertama kita sebelum transformasi ke ‘3D’, mengimpitkan dulu garis perspektif ‘merah’ dan ‘hijau’ ‘GSUp’ ke “garis” perspektif bangunan.

Posisikan titik pusat sumbu rata dengan permukaan tanah. Pilih perbatasan tanah dengan lantai.

Tugas ke dua, menentukan dimensi atau ukuran. Dari mana? “Orang”! “Orang” jadi ukuran, dalam hal ini (lihat kotak setting), 1.50 meter. Tidak perlu diubah; yang diubah adalah penampakannya di foto!

Naik-turunkan sumbu ‘biru’ hingga orang tampak proporsional dengan bangunan dan lingkungan di sekitarnya. Kira-kira saja, yang pantas. Selanjutnya ‘GSUp’ yang menghitung dimensi obyek lainnya.

Cek kembali penempatan garis perspektif. Harus betul karena menentukan akurasi bangunan ‘3D’. Apakah sumbu ‘biru’ benar-benar sudah tegak lurus misalnya dengan tembok atau tiang di foto? Sumbu ‘merah’ dan ‘hijau’ sudah mengikuti perspektif foto?

Bantu dengan ‘zoom’ dan ‘pan’ kalau perlu untuk mengimpitkan garis perspektif dengan tepat. Kalau sudah, klik tombol [SPBU Sambas].

Beres. Kita siap membuat foto ‘2D’ jadi gambar ‘3D’! Kita akan membangun ‘SPBU’ yang tadi. Langsung ke ‘tkp’.
 

Membangun

Eh, menu ‘GSUp’ padam? Iya, kita masih berada pada kondisi ‘setting‘ foto. Klik [Done]. Sekarang di ‘GSUp’ dengan foto di dalamnya. Untuk kembali foto, klik [Roda Gigi].

Komponen ‘SPBU’ hanya 2, tiang dan atap. Tidak ada dinding, lantai, jendela, pintu. Lebih mudah dari bikin rumah.

Dari mana mulai?

Tiang — berbentuk balok dengan permukaan bulat di satu sisinya. Jiplak tiang dengan kotak. Sekarang ambil pita ukur ‘meter'; ukur tinggi tiang dari lantai sampai langit-langit (plafon). Langsung dari foto!

Ukur juga lainnya, lebar tiang, tebal tiang, segmen tiang. Segmen tiang teratas sedikit lebih pendek. Ada lagi? Alas atau lantai, boleh. Ukur panjang, lebar, dan ketebalan.

Hasil ukur dicatat. Mirip kerja penjahit, mencatat setelah ukur sana ukur sini. Tidak semua obyek di foto jelas dan terukur. Manfaatkan ‘zoom’ untuk memperbesar. Untuk kembali ke tampilan perspektif awal, klik [SPBU Sambas].

“Kotak” hasil jiplak hanya patokan kasar memulai menyunting. Kita perbaiki di ‘GSUp’. Klik ‘Orbit’, kita pun berpindah ke ‘GSUp’. (tidak ada foto). Siap disunting menggunakan ukuran kita tadi.

Dari foto 2D ke gambar 3D di GoogleSketch 1Berikut “komik” prinsip dan urutan membangun tiang. Kita berangkat dari alas/lantai tiang tanpa dimensi dan belum mengikuti perspektif bangunan foto.

Maksudnya agar mudah difahami, dalam kenyataannya kita masukkan dimensi hasil ukur tadi sambil memeriksa bolak-balik hasilnya di sistem perspektif foto dan perspektif ‘GSUp’.

Selain itu kita juga harus mulai mengingat-ingat simbol huruf [R] ‘rectangle’ (kotak, 0.4m), [A] ‘arc’ (busur, 1/2 lingkaran), [E] ‘erase’ (hapus garis batas), [P] ‘push/pull’ (tarik ke ketinggian sesuai hasil ukur di foto).

Gambar terakhir membuat ‘pola’ “galur” atau “parit” sebagai batas segmen tiang. Kotak kecil di sisi menunjukkan dimensi yaitu lebar dan kedalaman galur, dengan posisi ketinggian diukur dari foto (garis putus-putus).

Dari foto 2D ke gambar 3D di GoogleSketch 2Tiga gambar pertama adalah proses pembuatan galur dengan ‘Follow Me’. Klik bidang atas sebagai lintasan pembentuk “galur” mengelilingi tiang, klik ‘Follow Me’, klik pola. Jadilah galur.

Tiga gambar terakhir adalah proses membuat ‘alas’ atau ‘lantai’ untuk tiang. Tiang dijungkir, klik alas, pakai ‘Offset’ untuk melebarkan bidang lantai (ukur). Selanjutnya [P] untuk ketinggian lantai (ukur), dan [P] sekali lagi untuk memanjangkan lantai (ukur).

Dari foto 2D ke gambar 3D di GoogleSketch 3Kita tuntaskan memperpanjang ujung lantai satunya. Ditarik ke luar. [P] tidak bisa untuk permukaan melengkung harus pakai [M] ‘move’. Klik di permukaan, tarik dengan hati-hati. Sampai mana? Ukur (dari foto!)

Horee… 1 tiang kita jadi. Pas atau tidak pas dengan tiang SPBU di foto ya?

Uji hasil ‘2D’ ke ‘3D’ — kalau semua benar: (1) setting garis perspektif, titik pusat sumbu, tinggi “orang”, (2) mengukur, dan (3) paling penting foto juga harus “lurus”, tidak miring, maka…

Hasilnya cukup mengejutkan. Bangunan tiang pas! Akurat!

Ini contoh tiang yang sudah dilengkapi pasangannya,

Dari foto 2D ke gambar 3D di GoogleSketch 4

Wow, gambar ‘3D’ berhasil! Uiih, senangnya.

Nanti dulu, ada yang aneh. Perspektifnya ‘kok beda ya? Betul. Gambar kiri perspektif ‘GSUp’ mengalah ikut perspektif foto, gambar kanan kembali ke habitat perspektif asal, punyanya ‘GSUp’. Foto kalah bahkan dihilangkan!

Jadi ‘GSUp’ memiliki 2 tipe tampilan dengan 2 sistem perspektif berbeda. Peralihan dari satu tampilan ke lain dengan klik ‘Orbit’ untuk tampilan asli ‘GSUp’, dan klik [SPBU Sambas] untuk tampilan foto. Inipun terbagi 2, tampilan ‘setting’ (menu ‘GSUp’ padam) dan tampilan editing (menu ‘GSUp’ menyala).

Belum tuntas — atap belum, pompa bensin juga, pasangan tiang di sebelah sana belum, tiang contoh tadi satunya harus dimodifikasi untuk tempat menulis di atas dan menyimpan barang di bawah. Belum lampu biar nanti kalau di’render’ jadi cantik, melebihi aslinya! Pekerjaan banyak, waktu terbatas.

Foto ‘SPBU’ asli agak miring ke kanan, perlu dikoreksi ke kiri -0.3 derajat. Sumber foto bisa dilihat di sini (laman baru), setda.sambas.go.id/displayimage.php?album=7&pos=7.

Selamat bereksperimen… benar-benar mengasyikkan!

:D   (sungguh melelahkan tetapi puas, masih mencoba update)
 

Update (19 Februari 2012): halaman berikut

Tagged with: , , , , , , , ,
Ditulis dalam Tutorial
5 comments on “Dari Foto 2D ke Gambar 3D Dengan Google SketchUp
  1. izamnaqi mengatakan:

    kalo misalkan hasil gambar dari sketchup 8 diubah jadi foto caranya gimana ya pak? mohon bantuanya

  2. jimmy mengatakan:

    Mantab mas..
    Manfaat sekali
    Tinggal ajarin rendering..
    Bahas vray juga ya mas..
    Semangat

  3. […] Foto pertama kita pakai membuat dimensi bangunan. Dari tiga pilihan “Use as image”, “Use as texture”, “Use as New Matched Photo”, klik yang terakhir. Masih ingat cara membuat bangunan? Ada di Dari Foto 2D ke Gambar 3D Dengan Google SketchUp? […]

Silakan komentar, 'like' juga oke

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 226 pengikut lainnya.