Ditemukannya transistor lebih dari setengah abad lalu berhasil mengubah wajah dunia, dari analog ke digital. Di dalam proses transisi yang masih terus berlangsung, banyak temuan spektakuler tokoh digital yang sebagian hasilnya kita bahas di bawah.
Mereka kita kelompokkan sebagai Builder (Pembangun) yaitu tokoh perangkat hardware (h/w) dan software (s/w), dan Revolutionaries (Pencipta Revolusi) yang menggunakan dan memanfaatkan kecanggihan teknologi ‘h/w’ dan ‘s/w’ untuk menemukan cacat atau aib pemerintah dan institusi yang perlu diubah, dikoreksi, kalau perlu, direvolusi.
Builder (Pembangun)
Perangkat elektronika atau hardware (H/W) itu ‘bodoh’; yang membuatnya hidup dan pintar adalah software (S/W). Inilah mereka.
Gordon Moore — pendiri Intel (1929), tokoh teknologi canggih dibalik pembuatan prosesor terkenal itu. Bukan perkara gampang membuat transistor ukuran “debu” (lebih kecil dari kuman!), yang kalau dikumpulkan, milyaran transistor bisa dimuat ke dalam 1 kepala jarum pentul! Kita menikmati jerih payahnya sekarang.
Linus Torvalds — kelewatan juga kalau tak kenal tokoh Linux. Linuslah yang membangun dasar/inti pengembangan perangkat lunak ‘OS’ (operating system) dan aplikasi berbasis ‘open source’. Kita pernah mendengar bahkan sudah mencoba produk-produk hebat ‘open source’ seperti Mozilla Firefox, Apache HTTP Server, osCommerce, dan OS yang lagi marak akhir-akhir ini untuk perangkat mobile, Android.
Brendan Eich — susah mengeja namanya, jauh lebih mudah menyebut karyanya, Mozilla Firefox dan JavaScript atau ‘JS’ (tidak sama dengan Java). ‘JS’ masih satu “keluarga” dengan HTML, CSS, PHP, Perl, bahasa pemrograman atau skrip membuat berkas atau dokumen aplikasi berbasis web. Apakah Brendan penggemar kopi Java juga? Boleh jadi.
Yukihiro ‘Matz’ (Matsumoto) — atau biar keliatan keren, まつもとゆきひろ dalam kanji hiragana. Matz menciptakan bahasa pemrograman Ruby, yang digemari para pemrogram karena selain sederhana melibatkan unsur perasaan senang atau fun. Contoh pemakaian bahasa Ruby dapat dlihat pada berkas plugin program menggambar ‘SketchUp’, yang tutorialnya ada banyak di blog ini.
Matt Mullenweg — juragan sarana tempat kita blogging, WordPress! Perlu dibahas? Tak usahlah. Dari 1 juta website papan atas menurut ‘Alexa’, sekitar 15% memakai WordPress. Wow (klik gambar).
Bill Gates (‘Microsoft’) yang dikelompokkan ‘Visioner’ di posting sebelumnya, pantas juga dimasukkan tokoh ‘Builder’.
Revolutionaries (Pencipta Revolusi)
Mereka membuat ulah menggunakan kecanggihan media elektronika sebagai kekuatan menyampaikan dan menyebarkan informasi cacat atau aib pemerintah, organisasi, perusahaan, ke masyarakat dunia.
Julian Assange — dunia gempar gara-gara WikiLeaks! Laporan seperti ‘Syria Files’, ‘Global Intelligence Files’, ‘The Spy Files’, dokumen rahasia PBB, dan lainnya, membuat para petinggi gusar. Semboyannya, ‘You win when the bastards can no longer hide‘ (‘Engkau menang, jika para ‘baji***’ itu tak lagi bisa bersembunyi’).
Bradley Manning — Whistle blower ‘WikiLeaks’ tidak mungkin bekerja sendiri. Laporan adalah kumpulan masukan berbagai tokoh kunci seluruh dunia yang pakar dalam bidangnya masing-masing. Di antaranya Bradley, yang akhirnya ditahan karena mengunduh/menyadap dokumen rahasia dan percakapan diplomatik Amerika termasuk video, dan membocorkannya ke WikiLeaks.
Wael Ghonim — Publikasinya di Facebook ‘Revolution against torture, corruption, unemployment and injustice‘ (‘Revolusi melawan penganiayaan, korupsi, pengangguran, ketidakadilan’) berhasil menggerakkan rakyat Mesir meminta Mubarak mundur (awal 2011). Mubarak jatuh. Wael dicalonkan sebagai penerima hadiah Nobel untuk Perdamaian.
Chaos Computer Club — organisasi hacker terbesar di dunia berbasis di Jerman. Mereka berkampanye kebebasan berbicara (menulis) dan perlindungan privasi digital, gara-gara berhasil mengcrack kode virus yang ditebar pemerintah Jerman untuk memata-matai dan mengawasi gerak-gerik warganya. Sampai begitu, ya.
Anonymous — kumpulan para ‘hackers’ tanpa identitas. Mirip Chaos Computer Club, mereka menentang tindakan sensor dan pengawasan di internet. Mereka memasuki dan menghack situs pemerintah dan jejaring organisasi keamanan. Dalam penampilan setiap anggota mengenakan topeng Guy Fawkes (tokoh penentang kebijakan di tahun 1600-an) sebagai penyamaran.
Untuk direnungkan, dikaji, silakan tarik kesimpulan sendiri.
(saktinya informasi ..pena lebih tajam dari pedang!)