Blog 101.02: Taut (Link) di Posting

Kemarin ketika posting ‘Hello World‘ saya gelisah. Kenapa? Bagaimana saya bisa membuktikan artikel bukan ‘katanya’, melainkan benar-benar diambilkan dari sumber yang bisa dipercaya.  Kata seorang rekan, gampang, link saja ke sumbernya. Eeh, iya juga (sambil mentertawakan kebodohan sendiri). Inilah dia.

Di bagian penutup artikel ketikkan teks semua nama judul atau sumber pustaka darimana informasi berasal. Kita selesaikan me-link referensi ini satu persatu:

  • Blok seluruh teks seperti [1], dan klik ikon ini [2].

Editor_Link Icon2b

Berikut muncul layar seperti ini,

Editor_Link Icon3b-1

  • Salin alamat situs dari sumber informasi dan isikan di [1].
  • Buka [2], ada 3 pilihan. Pilih “Buka taut di jendela baru”. Kalau nanti di klik situs bersangkutan akan ditampilkan di jendela terpisah.
  • Isikan [3] dengan sebuah nama (“PetaDunia”) atau kode angka (terserah, misalnya “07062009-01”), untuk memudahkan dalam pengelolaan nanti. Boleh juga alamat situs diisikan sekali lagi di sini.
  • Klik [Sisipkan]. Warna teks berubah biru dengan bergaris bawah.
  • Proses link atau taut selesai.
  • Ulangi prosedur kembali untuk referensi lainnya.

Kalau suatu saat ternyata keliru mengisi, gampang, blok kembali teks yang sudah di-link tadi dan klik ikon “rantai putus” di sebelahnya. Link putus. Proses pengisian diulang kembali dari awal.

* Catatan penting kecil

Pemasangan taut atau link meningkatkan kredibilitas kita. Orang respek terhadap kita karena kita credible (bisa dipercaya, trustworthy): (1) jujur, transparan, menyebutkan sumber asal informasi secara terbuka, (2) santun, etika, bertata krama; sadar informasi adalah hasil jerih payah orang lain yang telah mengorbankan biaya, waktu, energi, tidak sedikit. Kita menghargai dan berterimakasih cukup dengan membuat link ke situsnya. Sesederhana itu? Iyah.

Ada kasus dimana ‘terimakasih’ melalui link tidak cukup. Kita perlu meminta ijin khusus untuk pemakaiannya, bahkan membayar. Cobalah baca Terms of Use, Terms of Service (TOS), atau semacamnya, seperti yang sering kita lihat waktu menginstalasi program. Dengan klik ‘Accept’ berarti kita sepakat mengikuti ketentuan dan komit. Jadi ikuti saja, mintalah ijin, bayarlah.

Kedua unsur dapat diringkas dengan satu istilah sederhana, rasa malu! Malu tidak me-link alias ‘nyontek’, karena nyontek masuk kategori ‘kriminal’ dengan tagbad guy’, ‘jahat’, ‘nakal’. Malu senang dan merasa menang, padahal ada yang jadi susah atau marah karena karyanya dibajak begitu saja. Malu bangga, malu kaya, malu pintar, … , karena sesungguhnya ada pihak-pihak yang berkorban (dan mungkin merasa dirugikan) di dalam upaya pencapaian keberhasilannya itu. Jangan, malu, ah.

Mari kita saling menghargai, saling menghormati, saling me-link. Jadikan link bagian dari rasa malu karena rasa malu adalah fondasi keberhasilan membangun sebuah global social network yang besar lagi kokoh! Jangan ‘katanya’ lagi, coba dan buktikan sendiri.

😀 rio
tidak ada perubahan, 14 nov.2010
tidak ada perubahan, 30 agus.2012
.

Tagged with: , , , , , , , , , ,
Ditulis dalam Tak Berkategori
One comment on “Blog 101.02: Taut (Link) di Posting
  1. […] (seperti blog ini). Halaman ini tidak lain memuat ‘daftar isi’ berupa link ke kategori yang tersebut di dalam [Awan Kategori]. Contoh, ambil satu kategori di [Awan Kategori], […]

Silakan komentar, 'like' juga oke

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: