Eureka..!

ANT-2-wisdom

Tepat pada hari ini, blog saya sudah memasuki hari ke-7…

Saya memang belum berceritera siapa diri saya. Blog diterbitkan lebih awal tanpa identitas, dimaksudkan sebagai soft opening. Diuji mungkinkah blog dengan status indentitas anonim bisa ditemukan, dikenal, dan mendapatkan pengunjung? Cukup mengejutkan, hingga peluncurannya hari ini ada 71 pengunjung dan 2 komentar. Saya menundukkan kepala, terharu, dan bersyukur. Sebagai bloger pemula yang bukan siapa-siapa dan tidak bisa apa-apa, jumlah ini merupakan sebuah anugerah yang luar biasa! Senangnya, bukan main. Para bloger semua, terimakasih banyak atas kunjungannya!

Sebetulnya sudah lama ingin ngeblog. Rekan saya Budi Rahardjo sudah lama mengajak. Tetapi ada saja halangannya. Keponakan perempuan saya Ratih bahkan sudah memberi nama, “pakai rioseto saja Om, sudah bagus”. Tidak tahan, di hari H-123 (akhir Januari) meminta tolong mas Oka MahendraTutorialGratis.net”, baru kenal saat itu, untuk memberi tutorial Blog sehari. Di akhir tutorial diberi “pe-er” menerbitkan blog; ah, uh, eh, banyak alasan untuk tidak membuat blog. Benar saja, tak ada blog.

Meski demikian riset blog berjalan terus, mencari kunci yang membuat sebuah blog jadi terkenal? Sudah dapat, namun belum puas, adakan kontak lagi dengan para pakar internet marketing (IM) global. Dari kontak yang sedikit, 3 merespon balik dan bersedia diajak berbincang (agak) personal. Maklum semua sibuk. Hasilnya, …

Boom, pecah telurnya! (Bunyinya seperti itu?) Maksud saya, dalam perjalanan 123 hari, ketiga pakar secara tak langsung mengantarkan saya ke pakar IM kelas dunia. Informasi melalui newsletter, ebook, imel, konsultasi, dan lainnya, mengilhami banyak hal yang memaksa saya bergegas segera berbloging! Ini yang saya cari, mengapa tidak dari dulu? Ccaah, telurnya pecah, boom isi kepala bergedebum, dengan sedikit memaksa (caesar?) akhirnya lahirlah blog ini 5 Juni lalu.

Faktor pendorongnya singkat saja. Sayang kalau sebuah blog sekedar dipakai hanyauntuk bersenang-senang atau fun saja; alangkah baiknya blog juga dipakai bersosialisasi, mengumpulkan pengunjung dan saling berbagi informasi. Cara mengumpulkan orang di blog bukan hal baru. Cara ini sudah lama dikenal dan diterapkan tukang obat “ja-dul”! Teknologilah yang membuat semua berubah. Dulu pakai tikar, sekarang website; dulu berteriak nyaring bahkan pakai corong pengeras suara segala, sekarang teks, audio, video, animasi; dulu dibantu sulap, ular, monyet, sekarang… ah iya, apa gantinya, ya? Tidak mungkin ular di taruh di website ‘kan?

Beranjak dari situ saya menyusun strategi. Temuan riset selama itu menyimpulkan, beberapa pemikiran di kemasan, penyajian, dan isi (konten) para pakar dan rekan IM, masih bisa ditingkatkan. Konten sebagian besar sudah benar, namun kebanyakan hanyalah pengulangan yang itu-itu juga dalam bentuk lain. Sisanya, membual; namanya saja “tukang obat”! Jadi pendekatan blog harus lain, melawan arus, berbeda dari yang biasa, agar bisa menarik perhatian orang. Ini pola kerja yang saya terapkan sekarang. Untuk itu saya perlu rujukan agar tulisan blog konsisten…

Semut!

Eureka*..! Ya, saya putuskan memilih karakter semut sebagai model berbloging. Perilaku semut pas buat saya dan jadi “ruh” blog saya. Blog diharapkan dapat setangguh semut dengan menguasai 3 unsur utama, pengetahuan, ketrampilan, sikap, secara serentak. “Seperti ilmu padi, kian berisi kian merunduk”, akumulasi ketiga unsur diharapkan bisa memberi ciri kepribadian atau personality blog (itukah personal branding?), yang bisa dikenal (dan terkenal) karena jelas dalam arah, bijak dalam melangkah, santun dalam bertutur kata.

Artikel ini sedikit panjang, lelah tetapi senang, demikianlah laporan saya akhiri. Rekan-rekan bloger, perkenalkan nama saya Rio Seto, selamat datang, silakan masuk ke blog saya yang sangat bersahaja ini!

Ditunggu…

* Eureka! (horee, aku dapat!), teriakan spontan Archimedes yang meloncat keluar dari bak mandi, ketika menemukan volume air yang tumpah keluar dari bak sama dengan volume tubuhnya yang terendam…

Tagged with: , , , , , , , , , , , , , ,
Ditulis dalam Dunia Wirausaha, Lain-Lain, Wawasan
8 comments on “Eureka..!
  1. […] Dadaku, Mana Dadamu!. Tinggal kemauan; ibarat semut saya siap belajar dan bekerja keras untuk itu (Eureka!, Veni-Vidi-Vici “saya datang, saya lihat, saya […]

  2. […] “Eureka..!” di blognya rioseto, ada gambar 3 semut bertulisan skill (ketrampilan), knowledge (pengetahuan), […]

  3. andre berkata:

    selamat berjuang ya mas !! 🙂

    • rioseto berkata:

      Halo mas Andre, terimakasih. Saya sudah berwisata ke blognya mas Andre. Nanti dipilih yang pas dengan misi blog saya, untuk saya rujuk, oke.

  4. Oka Mahendra berkata:

    Makasih ya, nama saya ikut disebut…

    Saya kira pendekatan melawan arus, mirip-mirip “black swan theory”
    http://en.wikipedia.org/wiki/Black_swan_theory

    Jika memang kita bisa cerdik memilih mana topik yang melawan arus, maka bisa langsung booming… Tetapi memilih topik agar tidak menjadi bumerang agak sulit…

    Contoh kasus bumerang seperti ini:
    Pada kenyataannya banyak orang yang suka dengan blog yang sependapat dengan dia, misalnya, seorang yang mengakui adanya Tuhan, dan membaca tulisan seseorang yang menyebutkan dia tidak percaya adanya Tuhan, tentu dia akan meninggalkan blog tersebut. Dalam jangka pendek, blog itu akan sangat terkenal, karena berani memunculkan kalimat kontroversial, “Tuhan Tidak Ada”. Tetapi setelah itu, pengunjung tidak akan balik lagi ke blog tersebut…

    • rioseto berkata:

      Gagasan di balik posting ini sebenarnya datang dari “Blue Ocean”, yang titik beratnya lebih kepada inovasi atau kreativitas.

  5. David berkata:

    Terimakasih telah mengirimi saya invitation. Saya menyukai tulisan anda di blog ini–sebuah gaya yang bersahabat dan enak dibaca. Ia sangat kuat. Tulisan seperti ini pastinya dihasilkan oleh seorang wartawan. Apa benar tebakan saya?

    Sukses selalu untuk Mas Seto dengan blog barunya!

    Salam,

    David July
    weblog: davidjuly.blogspot.com

    • rioseto berkata:

      Hahaha, wartawan, mimpi apa saya, ya? Bukan, saya bukan wartawan. Saya seorang guru biasa. Terimakasih dorongannya, terimakasih pujiannya, saya merasa tersanjung, mas David.

      Sama-sama sukses, mas David. All the best!

Silakan komentar, 'like' juga oke

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: