Ja-im

People_PNG

Ja-im, dong!“, kata orang.

Menjaga gengsi atau menjaga harga diri, meninggikan diri dengan menunjukkan semua terbaik apa yang kita miliki, dan berusaha menjadi yang terbaik, adalah utama. Terbaik dalam arti luas, berbuat, berkata, bertindak, dan berpikir. Body language atau bahasa tubuh, mengikuti. Pendek kata, semua.

Blog pun punya ‘body language’ untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan para pengunjung. Di balik konten, gaya tulisan kita membawa misi untuk membangun ikatan emosional dengan para pengunjungnya. Bukankah orang kalau sedang jatuh cinta menawarkan segala yang terbagus dan terbaik? Pasti, ja-im !

Blog punya citra atau image; blog juga punya brand atau merek. Keduanya unik, seunik karakter pemiliknya. Keunikan blog dapat dimodelkan dengan perilaku sebuah komoditi di pasar,

Lovemarks-Axis

Kuadran-1 (kanan-atas) adalah komoditi yang memperoleh respek tinggi, cinta tinggi. Komoditinya menawarkan lebih dari sekedar merek, fungsi, performa, dan manfaat. Produk melibatkan emosi pembeli. Rasio-emosi jalan bareng, rasio untuk keputusan, emosi untuk tindakan. Harga, tidak dipermasalahkan!

Kuadran-2 (kiri-atas) adalah komoditi yang terus berjuang mempertahankan eksistensi. Respek tinggi, cinta rendah. Komoditi ditawarkan gencar dengan serba “lebih” sebagai penarik perhatian, lebih baik, lebih ringan, lebih kompak, lebih cepat, lebih hemat, dan yang esktrim, lebih murah! Kompetitor saling bertarung ketat. Istilah untuk ini, ‘red ocean’ (samudera merah, berdarah).

Kuadran-3 (kiri-bawah) adalah komoditi yang berjuang keras untuk memulai hidup. Iklan serba besar dan mencolok, iklan penuh “klik” sub-iklan (klik sini iklan, klik sana iklan), spam (penawaran “paksa”, tanpa diminta), dan seterusnya. Respek rendah, cinta rendah.

Kuadran-4 (kanan-bawah), terakhir. Ini tempat komoditi trendi yang digilai orang untuk sesaat. Kemarin dicari, hari ini dibeli, besok sudah basi. Respek rendah, cinta tinggi.

Di mana posisi atau status blog kita berada, dan ingin berada?

Model bagus juga diterapkan sebagai ‘g-b-h-n’ (garap-blog-hela-dunia?) blog. Kita pakai sebagai strategi untuk meraih citra, merek pribadi (personal brand) sendiri. Jadi selebriti! Asyik, siapa yang tidak mau? Saya sih mau. (Mengangkat kedua lengan dengan kesepuluh jari terbuka, ke atas.)

Pengunjung blog adalah mahluk sosial-emosional. Banyak yang merindukan konten yang menyentuh. Tidak heran profesi story-teller dan motivator berhonor tinggi. Jadi, suguhi mereka dengan konten berkualitas, yang menyentuh, jadikan blog sebagai story-teller sekaligus motivator yang sanggup membuat mereka terpana, tergugah, terilhami. (Sekali-sekali bolehlah luncurkan artikel yang mengundang senyum.)😀

Ja-im, dong.


[1] Branding Strategy Insider
[2] The Love/Respect Axis

Tagged with: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,
Ditulis dalam Dunia Wirausaha, Wawasan

Silakan komentar, 'like' juga oke

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: