Ja-im Sekali Lagi

Lovemarks-AxisJa-im, dong!“ hadir kembali sekali lagi…

Dari artikel sebelum ini, upaya meningkatkan ja-im memerlukan sejumah pertimbangan menerapkan unsur hormat-cinta, rasio-emosi, story telller-motivator, di dalam menggarap blog agar berhasil jadi selebriti yang punya brand sendiri dengan citra berselera tinggi. Menarik perhatian dunia? Itu akan datang, percayalah, setelah mencobakan konsepnya dulu. Take action! Bertindak menjanjikan perubahan selangkah lebih dekat mencapai sasaran.

Satu unsur yang mungkin bisa membuat jatuh cinta lebih cepat adalah “sisomo”,  sight (terlihat) – sound (suara) – motion (gerak). Aha, itu rupanya maksud animasi di blog kemarin. Diluncurkan di depan untuk membangun kekuatan blog sedini mungkin. Masih ada lanjutannya, belum tuntas. Pesawat TV adalah raja sisomo yang sudah menyatu dengan kehidupan kita. Kita semua suka melihat yang hidup, ada suara, ada gerak, ada warna-warni. Tak kurang 2,5 milyar TV beredar di dunia atau sekitar 40% penduduk dunia! Wow.

Sudah lebih, siaran TV sekarang juga sudah bisa ditonton di atas layar komputer dan ponsel. Ini adalah indikasi nyata sisomo unsur penting. Kini semua orang sudah bisa tampil dan terlihat, sudah bisa bertatap muka tanpa harus meninggalkan tempat. Jarak dan waktu sudah bukan lagi masalah. Sungguh menyenangkan. Saksikan saja perubahan fenomenal apa yang akan terjadi nanti, pada situs yang berhasil menyentuh emosi manusia seperti Facebook dan Youtube.

Belajarlah dari sini. Kehadiran media sisomo dalam blog meski tidak seperti TV tentunya, menawarkan daya tarik lebih besar di dalam menjaring komunitas pengunjung dunia lebih banyak. Gejala ini menarik diamati. Melalui kontak dan berkomunikasi dengan (jauh) lebih banyak pengunjung, sedunia lagi, mungkinkah blog sanggup mempengaruhi perilaku dunia?

Bentuk blog tanpa sisomo pun, tak perlu dicemaskan. Melalui rasa cinta yang sudah terlanjur melekat erat, blog kuno tetap idola, yang abadi dikunjungi pengunjung fanatik yang setia berat. Kalau ada perubahan sekali pun, hanyalah secuil. Abaikan saja.

Kita punya pilihan, yang mana, terserah kita. Dua-dua sama-sama bagus. Saya masih bermimpi jadi selebriti dengan brand sendiri dan citra selera tinggi. Itu dulu saja…


[1] Branding Strategy Insider
[2] The Love/Respect Axis

Tagged with: , , , , , , , , , , , , , , , , , ,
Ditulis dalam Dunia Wirausaha, Wawasan

Silakan komentar, 'like' juga oke

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: