Veni, Vidi, Vici

taurus-constellation-1-JPG

Tidakkah kita bosan mendengar kita sendiri(!) dan teman-teman, kerjanya hanya berkeluh kesah saja soal kegagalan? Ini tidak bisa, itu gagal, pe-er lupa belum dikerjakan, nanti saya selesaikan lagi asyik main game nih, ujian saya hanya dapat 60 atau C (abis soalnya susah sih, yang saya pelajari tidak keluar) … dan lain-lain dengan seribu alasan kekanak-kanakan untuk tidak berbuat atau menundanya. Capek, deh. Pernah memperhatikan mimik wajah teman-teman saat kita berkeluh kesah?

Separuh polos cuek tanpa ekspreksi, separuh lagi menyalahkan, menasihati, dan bersimpati kasihan! Titik, berhenti sampai di situ. Sunyi kembali. (Lalu untuk apa dongeng keluhan tadi, ya?) Kasihan deh elo, eh, kita.

Andai saja kita ganti dengan melenguhkan kesuksesan. (Melenguh adalah suara banteng, atau taurus, dengan rasi bintangnya ada di belahan atas  gambar di atas; istilah saya untuk melawan keluhan.) Horee… saya sudah bisa blog, saya sudah bisa animasi sekarang, ‘nih hasilnya; asyik, hari Minggu lalu ke gunung pagi-pagi, udaranya bersih dan segar, nikmat sekali; 3 hari lalu saya bertemu si Anu, minggu depan diskusi berlanjut ke kontrak; kemarin saya makan enak; hasil ujian lalu saya dapat nilai-C, … dan seterusnya. Perhatikan mimik wajah teman-teman. Sama juga, malah lebih dari separuh sekarang yang polos cuek tanpa ekspreksi, sisanya mulai ada yang memuji dan ingin tahu, ‘gimana sih caranya, apa yang diomongin, dan sebagian lagi ada yang “oh iya?” atau “ah, animasi ‘gitu kok dibilang bagus”. (Suka begitu, deh.)

Nah, nah, nah, topik sama, cara penyampaiannya berbeda, efeknya berbeda. Ternyata!

Saya sudah praktikkan, saya sudah alami. Aneh dan lucu juga perilaku orang-orang itu, ya. Tetapi begitulah cara kesuksesan orang-orang besar dibangun. Lenguhkan bangga telah berbuat sesuatu, lenguhkan syukur dan nikmati kegagalan ( hasil) yang diperoleh, dan linangkan air mata saat berada di atas. (Kali ini tidak melenguh.) Sesungguhnya sindiran, lecehan, hinaan, tekanan, dan kesemua yang negatif itu, adalah energi positif yang kita perlukan membantu mendorong dan mempercepat kita meniti anak tangga ke puncak! Terimakasih, teman-teman. Veni, Vidi, Vici!*

Blog hanya satu contoh kecil tak seberapa; banyak contoh besar lain. Tahukah bahwa sel-sel dalam tubuh kita turut bergolak mengikuti spirit yang ditanamkan. Saya lengkapi cerita ini dalam tulisan mendatang, “Gagal Lagi, Gagal Lagi”.

Saya sekarang sedang belajar melenguh. Ayo, mana kritikanmu. Veni, vidi, vici. Nguuh, nguuh, nguuh.

* Veni, vidi, vici…!”, “Saya datang, saya lihat, saya menang!”
Ucapan jenderal Romawi Julius Caesar (45 SM) sebagai laporan kepada Senat, atas kemenangannya pada perang Zela di Turki. Ungkapan ini saya pakai untuk menunjukkan semangat yang perlu dibangun di dalam diri kita, yang juga tercermin di blog.

Tagged with: , , , , , , , , , ,
Ditulis dalam Dunia Wirausaha, Wawasan
3 comments on “Veni, Vidi, Vici
  1. […] Mana Dadamu!. Tinggal kemauan; ibarat semut saya siap belajar dan bekerja keras untuk itu (Eureka!, Veni-Vidi-Vici “saya datang, saya lihat, saya […]

  2. fariella berkata:

    aaahh saya suka tulisan ini, berhenti mengeluh, lenguhkan usahamu dan semangatmu…

Silakan komentar, 'like' juga oke

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: