Ini Dadaku, …Mana Dadamu!

mana-dadamu-hijau
Ini dadaku, mana dadamu! … “, ucap Bung Karno, presiden Indonesia pertama, di masa lalu yang naik pitam gara-gara harga dirinya dan bangsanya diinjak-injak Malaysia.[1] Tayangan Kick Andy, “Misteri di Balik Kematian David”[2] di sebuah stasiun TV Jumat lalu, mirip, menyangkut harga diri atas pernyataan pemerintah Singapura dan universitas atas kematian David Hartanto, anak cerdas Indonesia yang sedang menuntut ilmu di sana, sebagai bunuh diri. Sesederhana itu.

Pemerintah belum mengambil sikap (belum?), meski  sudah banyak pihak, tokoh, dan ratusan ribu situs Indonesia termasuk para bloger, berang atas kejadian ini. Kasus David hanyalah satu dari sekian banyak kasus serupa yang terjadi di luar sana. Mudah-mudahan perkiraan ini tidak benar, pemerintah sebenarnya sedang sibuk berpikir mencari cara bijak menyelesaikan permasalahan ini. Harga diri adalah masalah kehormatan!

Inilah hidup, sebuah panggung sandiwara nyata, dimana lakon akhir pelaku bisa diatur dan direkayasa sesuka sutradara. Skala kejadian bisa diperbesar, menjadi berperang saling membunuh, karena berbeda ideologi, berebut sumber daya, beda kelas (diskriminasi dalam segala hal), dst., dst. Sangat kontras dengan tuntutan untuk berkasih sayang, love, kepada sesama. Sebuah renungan. Be aware, take care. (Waspadalah, berhati-hatilah.)

Lihatlah Honda san (artikel “Gagal Lagi, Gagal Lagi”), yang dengan cerdas membalas kehancuran pabriknya oleh bom perang dengan bom ekonomi. Setimpal, adil. Saya pikir bloger bisa diperankan serupa. Bloger memikul tanggung jawab moral menaikkan citra bangsa ini agar dihargai, dihormati, disegani, berdiri sama tinggi, duduk sama rendah, di mata dunia. Blog adalah sebuah bom kecil, berupa pena, dengan konten (tulisan) sebagai amunisi, yang bisa membuat orang jengkel, benci, marah, yang mengantar kita ke penjara, atau kebalikannya, menjadi sayang, cinta, hormat, kepada kita. Tulisan kita dibaca orang sedunia. Mari kita balas dengan cara yang bijak. Melalui blog. Terserah pilih mana, sepenuhnya berada di tangan kita…

Banyak pelajaran berharga yang bisa dipetik pemerintah dari para bloger. (Ayolah, dengarkan.) Kita hanya ingin bangsa ini maju, ingin bisa jadi sebuah kebanggaan. Adanya kemiskinan, kebodohan, pengangguran, bukankah salah kita, kontribusi kita juga? Bacalah tulisan bang Iwan Piliang, “Memandirikan Ekonomi Bangsa”[3]. Sungguh menyedihkan dan menyakitkan. Kita punya barangnya, masih impor juga. Tambahan bagi bang Iwan, kita juga punya barangnya, hanya diekspor mentahnya saja, tanpa nilai tambah (value added). Jual “tanah” dan “air”. Mana “dadaku”, mana harga diri itu?

Terimakasih teknologi blog. Kita bisa berbuat sesuatu sekarang. Dilandasi berpikir melawan arus, blog ini berupaya membesarkan peran blog di Indonesia agar bisa berkpirah nyata dan diperhitungkan dalam ekonomi global. Bukan lagi jago kandang! Tahun 2009 sebentar lagi berakhir. Bagi bloger, saya sendiri khususnya, melihat ada satu peluang emas yang harus diambil segera, sekarang. Saya harus bertindak cepat, tidak bisa lagi menunggu, kalau tidak mau kehilangan momentum!

Ask not what your country can do for you, ask what you can do for your country.” (John F.Kennedy.)[4]

“Jangan tanya apa yang negeri ini bisa berikan kepadamu, tanya apa yang bisa engkau berikan kepada negerimu.”

Saya bemimpi lagi, suatu saat nanti berkesempatan bisa berteriak …

“Ini dadaku, …mana dadamu!”

[1]  Pidato presiden Soekarno di Semarang. (1956)
[2]  Kick Andy, “Misteri di Balik Kematian David”. (2009)
[3]  Iwan Piliang, “Memandirikan Ekonomi Bangsa”. (2004)
[4]  J.F. Kennedy, “Ask not what your…  (ringtone) (.pdf) (1061)
[5]  “We Are The World” (lagu), (lirik). (1985)
oleh Michael Jackson & Lionel Ritchie; untuk mengingatkan uluran kasih sayang kita atas saudara-saudara kita yang masih ditimpa kemalangan di, di Indonesia: kemiskinan, kelaparan, kebodohan, keterbelakangan… (kita ikut bersalah, lho!)

Tagged with: , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,
Ditulis dalam Dunia Wirausaha, Wawasan
11 comments on “Ini Dadaku, …Mana Dadamu!
  1. hdadaben mengatakan:

    Rekaman pidaronya mana yang ada ini dadaku mana dadamu

  2. Hadabenz mengatakan:

    Tingkatakn kualitas Rakyat Indenesia dengan pendidikan secara lembaga

  3. […] Begitulah perjuangan para pendahulu kita merebut kemerdekaan, dilanjut oleh kita sekarang dengan blogging habis-habisan untuk bisa memenangi persaingan global… ini dadaku, mana dadamu! […]

  4. […] Sedikit ambisius memang, tetapi tidak ada yang tidak mungkin, Nothing is Impossible is Nothing, Ini Dadaku, Mana Dadamu!. Tinggal kemauan; ibarat semut saya siap belajar dan bekerja keras untuk itu (Eureka!, […]

  5. cetakbiruku mengatakan:

    saya juga punya mimpi seperti itu mas, semoga satu saat nanti saya dapat berteriak “Ini dadaku,…bukan dadah ayahku (baca nepitisme he..he..he..)”🙂 Mana dada mu?

  6. romailprincipe mengatakan:

    menyuarakan pemikiran, menyertakan solusi dan fakta-fakta adalah sisi lain kehidupan di dunia maya. di dunia nyata Indonesia tetap menuntut integritas penulis dan wawasan yang telah dituangkan..slamat mempraktekkan dalam kehidupan sehari-hari, satu saja…Integritas

    • rioseto mengatakan:

      terimakasih banyak untuk sarannya mas. teori diharapkan cocok dengan praktikum riil, eh, terbalik, ya.

  7. rioseto mengatakan:

    Terimakasih mas Callighan! Hanya bisa berharap saja, mudah-mudahan semua berpikiran sama…

  8. callighan mengatakan:

    Semangat yang bagus. Semoga konstan.

Silakan komentar, 'like' juga oke

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: