Meluncurkan Blog Hipotetikal: 3. P/D/C/A

BLOG_PDCA-jpg

Semua yang dikerjakan dalam meluncurkan sebuah blog, survai dan riset (dua artikel sebelum ini)  hingga ke peluncurannya, adalah sebuah proses yang mengikuti  sebuah siklus kerja sangat terkenal di dalam dunia industri, The Deming Cycle. [1][2] Lihat gambar di atas. Siklus terdiri atas 4 tahap, “P” (Plan, buat rencana), “D” (Do, kerjakan), “C” (Check, periksa, evaluasi), “A” (Act, jalankan), disingkat P/D/C/A (garis miring versi saya).

Tidak terlalu rumit karena siklus bisa dimulai dari yang sederhana, yang diulang kembali untuk perbaikan atau penyempurnaan. Jadi seperti menaiki sebuah tangga spiral yang naik terus sampai, … sampai mana atau sampai kapan, ya? Proses ini adalah sebuah perjalanan tanpa akhir, ‘a never ending journey!’

Disadari atau tidak, sebagian dari kita pasti pernah menjalani Deming Cycle, termasuk saya. Karena siklus ini sederhana dan universal, maka mudah dijalankan. Saya cobakan ke blog ini, eh, bisa juga. Siklus pertama sudah lewat, sekarang memasuki siklus ke dua. Dalam senarai ada deretan panjang pekerjaan yang menanti diselesaikan. Untuk menyelesaikannya siklus akan dijalani berkali-kali. Mohon dimaklum, kalau masih banyak yang “bolong” atau tidak sempurna.

Satu kegiatan tak kalah penting dalam proses peluncuran blog, tetapi tidak dijelaskan gamblang, adalah kajian ‘SWOT’,  “S” (strength, kelebihan, keunggulan),  “W” (weakness, kekurangan, kelemahan), “O” (opportunity, peluang, kesempatan), “T” (threat, ancaman, hal-hal yang bisa menggagalkan). Sebagai pemula, kajian lebih ditujukan ke diri saya, mengukur ‘SWOT’ saya sendiri. Hasilnya ditunjukkan tabel ‘SKA’ (skill, knowledge, attitude) di artikel sebelum ini. Melihat tabel, saya harus berpikir dan bertindak apa, untuk bisa meningkatkan kemampuan sehingga berhasil mengubah kekurangan menjadi kelebihan, ancaman menjadi peluang. (Ancaman apa dalam dunia bloging?)

Tak ada gading yang tak retak“;  selalu saja ada, dan dapat ditemukan, kekurangan dan kelemahan dalam diri saya. Kekurangan mudah terlihat karena tercermin dalam posting. Karena itu penyempurnaan harus dijalankan terus-menerus, dengan menjalankan P/D/C/A secara berkala tanpa dipaksakan dan tergesa-gesa. Biarkan tangga spiral kemajuan terbangun alamiah. (Di luar jalur, ngelantur, apakah itu juga arti simbolik dibalik “gunungan” yang dipakai dalam dunia pewayangan? Ah, lupakan saja.)

Model P/D/C/A dan ‘SWOT’ dipakai membantu agar saya lebih baik, lebih efisien dan lebih efektif, di dalam berbloging. Di dalam dunis bisnis, pendekatan kajian ‘TOWS’, kebalikan ‘SWOT’, lebih disukai dengan mendahulukan analisis kondisi eksternal threat (ancaman) dan opportunity (kesempatan, peluang). Istilah untuk ini market driven. Saya masih awam.

Untuk mendapatkan gambaran komprehensif tentang P/D/C/A dan ‘SWOT’,  berikut dilampirkan pustaka sejumlah presentasi (PowerPoint), yang sudah diseleksi agar mudah diikuti. Jangan ditelan mentah-mentah, dikaji dan dicari kesamaannya untuk dipakai bloging. Isinya kurang lebih itu ke itu juga, aplikasinya saja yang berbeda. Belajar ilmu “canggih” sedikit, siapa takut?

The Deming Cycle

[1]   The Deming Cycle1 (Wikipedia)
[2]   The Deming Cycle2
[3] PDCA_SiklusPerencanaan.pdf (bahasa Indonesia, bagus, 3,22 Mb)
[4] PDCA_Kaizen (Better).pdf
[5] PDCA_Cycle for Improvement.pdf
[6] PDCA_ Quality Management.ppt (mendalam)
[7] PDCA_Continuous Improvement Cycle.pdf (mendalam)

SWOT Analysis

[1]   SWOT Analysis & Strategy
[2] S.W.O.T. Analysis
[3] Introduction to SWOT Analysis
[4] Conducting a SWOT (mendalam)
[5] SWOT Analysis Strengths,Weaknesses,Opportunities,andThreats
[6] SWOT Analysis An Introduction (tidak usah semua dilihat)
[7] Situation Analysis – SWOT Analysis

(Klik di butir angka, download lokal.)

Tagged with: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,
Ditulis dalam Blogging, Dunia Wirausaha, Lain-Lain, Wawasan
2 comments on “Meluncurkan Blog Hipotetikal: 3. P/D/C/A
  1. […] (threat, ancaman, hal-hal yang bisa menggagalkan). Penjelasan dapat dilihat di posting, “P/D/C/A” […]

  2. […] menerapkan konsep PDCA (Plan-Do-Check-Action) secara bertahap, kegiatan dapat dirinci lebih lanjut melihat keterlibatan […]

Silakan komentar, 'like' juga oke

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: