Komputer Bisa ‘Ngomong

Sema_Frm-KodeLucu juga kalau bisa, seperti apa ya?  Coba saksikan bagaimana milyaran transistor 2 komputer, yang kita ibaratkan lampu mini, terhampar luas membentuk lautan lampu di depan kita, satu di kiri, satu di kanan. Mula-mula senyap, gelap gulita. Tiba-tiba sebagian lautan lampu kiri menyala berkeredip seperti percikan kembang api di langit. Gelap, kembali senyap. Tidak terjadi apa-apa. Tak lama, sebagian lautan lampu kanan mulai merespon, berkeredip, sekali. Berkeredip sekali lagi, kali ini pola kedip lain. Disambut lautan lampu kiri dengan membalas kirim keredip, dibalas lagi oleh lautan kanan, balas lagi oleh kiri, oleh kanan, kiri, kanan, …. keredip bersahutan-sahutan. Begitu rupanya komputer ‘ngomong itu ya, ramai, indah, seperti pesta kembang api akbar! Andai saja kita bisa intip di dalamnya…

Keredipnya tidak sembarang, ada pesan di baliknya yang kalau diterjemahkan kira-kira begini, “Hello”, dijawab “Hello, how are you?”, dibalas “Fine, thank you, happy birthday dear, I love you”, langsung dibalas “Thank you, I love you too!”. Ooh gitu, bisa mesra juga, ya. (Tidak perlu diterjemahkan ‘kan.)

Begitulah cara komputer berkomunikasi, menyusun ‘0’ dan ‘1’ dari milyaran transistor dengan pola tertentu sedemikian rupa hingga terbentuk kata atau sandi yang dapat difahami komputer mitranya. Teknik sandi bukan hal baru, sudah dikenal sejak jaman dulu. Ketika kita ikut kegiatan pramuka (ada yang tidak masuk?), kita diajari menirukan cara suku Indian berkomunikasi dengan asap. Kita juga diajari cara berkomunikasi dengan memainkan cermin untuk memantulkan sinar matahari, memakai lampu sorot, ada semaphore memakai bendera, memakai peluit, bersuit, memukul lonceng. Setelah ditemukan listrik ada kode Morse. Masih banyak lagi.

Kita juga punya teknologi sandi dengan perangkat tak kalah canggih, teknologi kentongan! Tidak perlu api unggun, sinar matahari, lampu sorot, kain bendera. Sangat hemat energi (cukup energi nasi). Trok – trok.trok.trok – trok.trok… . “Aman!” Sangat efektif.

Untuk memulai komunikasi tidak bisa sembarang. Ada protokolnya, ada aturannya, ada etikanya. Seperti kita manusia saja, harus memperoleh ijin dulu, bertegur sapa saling menghormati, barulah pembicaraan bisa dimulai. Kehadiran kopi dan penganan melancarkan komunikasi. Setelah selesai, perlu ada pamit basa-basi.

Komunikasi komputer mengikuti peradaban manusia dengan protokol kurang lebih serupa, karena manusialah pembuatnya. Itulah teknologi komunikasi informasi, ICT (information communication technology). Komputer harus santun, komunikasi bergantian, ketika yang satu talk (bicara), yang lain listen (dengar). Dengan berebut omong, …ngomong apa ‘sih! Berisik, ah.

Aneh juga kita ini, bisa-bisanya kita  mengatur komputer agar patuh dan tertib, tetapi kita tidak konsekuen senang melanggar sendiri, berebut omong. We are talking, not communicating. Masih saja senang pamer siapa master (‘juragan’), bukan kebalikannya jadi panutan.

Komputer, ternyata bisa juga ‘ngomong. (Dan dengar.)

Tagged with: , , , , , , ,
Ditulis dalam Dunia Wirausaha, Lain-Lain, Wawasan
8 comments on “Komputer Bisa ‘Ngomong
  1. Endy Ardhie mengatakan:

    Great post.. thanks for share..😀

    Please visit my blog:
    http://satyap06.student.ipb.ac.id/

    • rioseto mengatakan:

      sorry for the belated reply… the blog snoozes for almost 7 months, thank you far sharing, i had been visiting to your blog and leave a comment there..

  2. Jaringan Komputer mengatakan:

    komputer is misteri…
    he he bagi yang awam maksudnya…

    • rioseto mengatakan:

      justru disitu seninya… bantuin dong supaya orang awam juga pandai berceloteh komputer, oke? maaf ya baru dibalas sekarang, blognya baru bangun. kunjungan balik situsnya tidak bisa dibuka nih..😀

  3. MikroTik RouterOS mengatakan:

    Yah komputer masih sebatas menerima input data dari manusia, masih jauh dari harapan lok komputer bisa di suruh dengan kata.

  4. Callighan mengatakan:

    Sebenarnya komputer sudah ada yang bisa bicara. Namanya manusia.

    Yang membuat komputer berbasis transistor kalah cepat dalam belajar berbicara dengan komputer berbasis sel adalah arsitektur dan daya belajar yang relatif terbatas.

    Tapi itu wajar lah. Habis, yang membuat komputer berbasis transistor adalah komputer berbasis sel. Sementara komputer berbasis sel dibuat oleh *ahem* tidak bisa disebutkan di sini, yang tidak memiliki keterbatasan.

    Oh la la!

    • rioseto mengatakan:

      Hehe… betul, betul, betul sekali! Bayi saja tahu itu ibunya meski memunggungi. Komputer masih jau..uh. Itulah ambisi manusia, ingin membuat tiruannya, menyamainya kalau bisa lebih cerdas(?), dengan segala cara. Tak cuma kutak-katik transistor, juga kutak-katik sel. (Artikel sudah disempurnakan.)

Silakan komentar, 'like' juga oke

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: