Apa Arti Seribu Hits?

Statistik Blog Jun-Jul09Horee… batas 1.000 hits tembus, kemarin. Apa arti 1.000 (seribu) hits?

Diterjemahkan pop hit berarti, ‘kena!’, ‘tuntas’, ‘beres’. Informasi sehalaman penuh sebuah website untuk bisa dimuat di atas layar (di’load’), dilaksanakan secara bertahap. Halaman, dapat dibedakan atau dipilah menjadi gambar dan teks. Ketika teks sudah tampil tuntas dianggap satu hit; ketika gambar tampil lengkap, satu hit lagi. Kalau gambarnya banyak, hitnya banyak. Banyak hits apa artinya, apa manfaatnya, ya?

Di WordPress saya coba cocokkan jumlah hits di halaman depan dengan jumlah view di dashboard (Statistik Blog). “Hits” menunjukkan 1.017, ”view”  menyebut 380 untuk bulan Juni dan 637 untuk bulan Juli sampai kemarin sore. Dijumlahkan, eh, ternyata sama. Kalau begitu hits halaman depan sama dengan view Statistik Blog di halaman dasboard. (Nanti cek lagi.)

Sekarang terjebak dengan 2 hit yang berbeda arti. Saya cenderung memilih “hit” WordPress yang sama dengan “view” itu. Dengan 1.000 hits, berarti blog sudah dibuka sebanyak 1.000 kali. Sungguh menyenangkan!

Sebenarnya ada sarana lain yang juga layak dipakai mengukur produktivitas sebuah blog: pageview, pageload, unique visitor, returning visitor.

Pageload adalah tingkat kekerapan (berapa sering) sebuah halaman dibuka. Sayang, penghitungan atau pencacahan (counting) hanya berlaku satu kali untuk satu pengunjung setiap hari*. Jadi meskipun halaman ditutup-buka berulangkali, tetap 1 hitungan saja. Hitungan baru ditambah, kalau batas waktu dilewati misalnya keesokan harinya. Kalau demikian, 1.000 hits atau views mungkin saja dibuka orang yang sama pada hari berlainan. Dengan kata lain, 1.000 hits tidak mutlak sama dengan 1.000 pengunjung. (*Tidak harus 24 jam, bisa diatur.)

Untuk mengetahui itu, dipakai unique visitor (tamu unik) dan returning visitor (tamu lama, yang datang balik lagi). Seperti pageload, bertamu hanya dihitung sekali dalam sehari. Datang dua kali di pagi dan sore hari, tetap dianggap sekali. Bagi empunya situs sedikit dirugikan karena tidak dianggap prestasi, tetapi ya sudah, bersantai sajalah, tidak perlu repot harus menjamu.

Returning visitor atau tamu balik, menarik. Tamu kembali karena suka dengan blog kita! Terimakasih, berarti blog berhasil melayani tamu dengan baik. Tamu harus dimanja, diberi perhatian istimewa, karena dialah pemanjang tangan, penyambung lidah kita, dalam membantu mempromosikan blog kepada jejaringnya… Aset penting, nih!

Jadi kalau dalam sehari ada 50 tamu unik berkunjung dan 35 di antaranya adalah tamu balik, tahulah kita, ada 15 tamu baru. Selamat datang dan terimakasih banyak tamu baru, semogalah betah dan balik lagi.

Mengamati garis tren perilaku blog yang relatif masih “bayi” (7 minggu) di atas,  meski jalannya bergelombang, ada kecenderungan menaik, berarti ada tanda-tanda kehidupan itu… Ayolah, naik terus. Optimis sedikit, boleh dong.

Tagged with: , , , , , , , , , , , ,
Ditulis dalam Dunia Wirausaha, Lain-Lain, Wawasan
16 comments on “Apa Arti Seribu Hits?
  1. Fatoni Achmad mengatakan:

    trimakasih bnyak ya mz, berkat penjelasan jd tahu dah makna hit….

  2. libertymeivert mengatakan:

    Wah makasih banyak mas.. bermanfaat sekali informasi ini. sukses selalu ya🙂
    Salam…

  3. ukichanblog mengatakan:

    salam kenal mas Rio, saya lagi nyari-nyari istilah hit karena saya orang baru dalam hal blogging. saya suka penjelasan mas bro yang enak dimengertinya. betul sekali komen mas yang terakhir itu,analogi dsb sangat diperlukan karena tingkat pemahaman anak berbeda-beda satu sama lain, nice share🙂

  4. kupangboy mengatakan:

    oh ya mau nanya dikit mas, blog saya page viewnya menurut trafic count nya hostgator (blog saya servernya di hostgator) 1136, number of visit 313 dan hits 1635 tapi kok di count trafficnya histats.com kok jauh beda sih????? masa cuman 30an visitornya?? apa karena saya baru masang? terimakasih sebelumnya

    • rioseto mengatakan:

      mas kupangboy wah dari jauh.. selamat datang ke bandung, enaknya internet!

      tidak perlu terlalu peduli dengan hits, masing2 punya rumus itung2an sendiri. hitungan tidak ditambah kalau visitor tutup buka-tutup berulang kali dalam jangka waktu tertentu. melihat umur blog visitor sepantasnya sekitar 50-an.

      tips ini mungkin membantu:
      (1) coba gaul kesana-kemari seperti blog walking, facebook, twitter, shvoong, jadi anggota forum yang relevan, dan seterusnya. pasti ada perubahan
      (2) lebih sering posting, konten sudah bagus! sudah fokus cari duit online, pertahankan itu.
      (3) saya berusaha konsisten 3 hari sekali, kalau ada posting yang cocok di blog ini, silakan ‘ko-pas’ dengan menyebut sumbernya. senang bisa berbagi dan meramaikan blog.

      salam, 😀

  5. kupangboy mengatakan:

    Baru ngerti nih saya, makasih banyak infonya ya Bro!?

  6. David mengatakan:

    Mas Rio, selamat untuk mencapai 1000 hit. Ini tentunya kebanggaan tersendiri bagi Mas Rio yang hanya dalam usia blog yang singkat ini sudah dapat menghasilkan seribu pengunjung.

    Terimakaish juga untuk mengucapkan Happy Birthday. Jujur saya sendiri hampir lupa dengan ini. Tapi ngomong-ngomong, tahu darimana kalau saya berulang tahun bulan Juli.

    • rioseto mengatakan:

      So sweet, thank you for the compliments.

      Hua..ha..ha! Oooh alah… pancen kebangeten panjenengan nikuu, Mas, ‘kok saged kesupen kaliyan asmane piyambak, … D.a.v.i.d.J.u.l.y. (Smile🙂, kok Juli-nya hilang?)

  7. Callighan mengatakan:

    Wah, selamat!
    Blog saya sendiri jauh dibawah itu.

    Off the top of my head, paling tidak ada 2 alasan hits bisa sebanyak itu:
    1. Konten anda menarik dan berguna untuk banyak orang. Ini yang membuat blog ini berbeda dengan blog lainya yang lebih banyak membahas pengalaman pribadi.
    2. Cara menulis anda menarik. Well.. ini bisa juga berarti kepribadian anda dalam menulis menarik orang untuk membaca.

    Kalau saya pribadi suka membuka blog ini karena suka membaca ulasan lucu mas Rio Seto. Terkadang lebih menarik daripada membaca ulasan di majalah.

    • rioseto mengatakan:

      Well, well, well, thanks a lot, Sir!

      Mungkin bawaan guru, ya. Saya suka ‘nyeleneh’, tidak mau mengikuti pakem atau norma yang berlaku pada umumnya. Saya bilang kepada murid, materi itu sama saja, buku pegangan dari A, diterangkan B, soal PR dan Tugas C, soal ujian D, jawaban murid E, nilai tetap “A”, “A-Plus-Plus” bahkan! Saya beri “A” karena layak, mereka berhasil, sukses memakai otaknya untuk berpikir, bukan untuk menghafal.

      Saya tidak seperti guru yang suka pasang muka angker agar tampak berwibawa; saya lebih suka diperlakukan sebagai teman tanpa membedakan usia. (Banyak murid mengajak ber-Facebook, hehe… kriteria sukses ‘kedekatan’?) Saya beri kesempatan berdemokrasi, utarakan pendapat semau dia, asal jelas kriteria dan justifikasinya. Bisa dipertanggungjawabkan, accountable, tidak asal ngomong mau menang sendiri.

      Kalau benar, dengan jiwa besar dan senang hati saya terima dan berterimakasih kepadanya. Saya jadi ikut pintar! Bayangkan ada 10 saja murid ‘gila’ begini, saya sangat beruntung, tidak perlu capai harus mencari jawaban sendiri… Sangat efektif dan efisien.

      Jadi saya beri nilai “A” bukan karena prestasi akademik semata (knowledge), tetapi juga menilai skill dan attitude. Itulah “A” yang sebenar-benarnya (menurut saya). Dia tidak lulus kalau ke kelas pakai sandal, bahkan ‘DO’ (drop out) kalau ketahuan nyontek, dsb. Begitu caranya maju, saya pikir.

      <img src="https://rioseto.wordpress.com/files/2009/07/nyontek_do-itb.jpg?w=20&quot; alt="Cara cepat Drop Out…" /> (did I miss something, kenapa tidak tampil, ya?)

      Untuk mendekatkan dengan murid, saya terapkan musing “Oh, ‘gitu, ya…”, mencari metoda penjelasan melalui contoh analogi yang banyak sampai terlontar, “Ooh, ‘gitu, ya…” (mata jadi gede, bibir mulut ikutan monyong melongo). Kalau belum, berarti saya gagal! Saya bilang ke murid, beda guru dan murid hanya 1 halaman saja; saya belajar dulu sehari sebelumnya, harus mengerti betul agar mudah dalam penyampaiannya.

      Pola ini juga yang saya terapkan di blog. Karena saya pemula, gaya saya menyampaikan seolah-olah saya sudah (sok) pintar; salah besar, saya belajar sehari sebelumnya, seperti tulisan di artikel ini. Blogwalking tanpa meninggali komentar (maaf ya rekan-rekan ada tamu tak diundang menyelundup ke blog rekan). Karena siang untuk hal lain, malam baru dipelajari, dini hari corat-coret, ya terbitnya subuh bareng matahari…

      Begitu, mas Callighan.
      (Komentar jadi artikel jadinya, ya. Hehe… mudah2an pengunjung lain ikutan menikmati. Permisi.)

Silakan komentar, 'like' juga oke

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: