Horee, Saya Jadi Presiden Bank Syariah

Global Competitiveness Bizwk
Ini artikel ke 3, terakhir, yang ikut “iB Blogger Competition” sesi pertama; artikel harus bertema bank syariah, minimal 500 kata. (Entah mengapa, artikel ke 1 hilang, padahal ketiga artikel saling terkait.)

Banyak sekali kompetitornya. Ciu..ut, merasa kecil, apa yang harus saya sampaikan dalam perdebatan nanti? Mereka semua orang pintar. Saya? Tidak tahu apa-apa, nihil. Hanya modal nekat saja dan (sedikit) gaul. Terlanjur mendaftar, apa boleh buat, urusan kalah menang sudah tak penting lagi. Kalau harus kalah, tetap bangga, kalah terhormat melawan yang pintar-pintar. Tidak ada beban. Maju!

Global


Indonesia berada di peringkat sekitar 60 dalam teknologi, penyelenggaraan pemerintahan, dan ekonomi secara makro. (Lihat gambar bawah.) Amerika, Finlandia, Taiwan, Singapura, Swedia berturut-turut 5 negara yang memiliki daya berkompetisi global tinggi. (Gambar atas.) Amerika mengandalkan keunggulan kemutakhiran teknologi dan riset; Finlandia SDM, pemerintahan efisien, etika berbisnis;  Taiwan inovasi teknologi, teknologi ponsel, perdagangan; Singapura, keuangan, SDM, trust atau kepercayaan; Swedia, SDM, kebebasan pers, telekomunikasi.

Global Competitiveness WEFmstr

Jangan terlampau serius, data ini termasuk kuno, dipakai sekedar untuk ilustrasi saja. Banyak perubahan telah terjadi dengan berbagai peristiwa dan bencana yang berdampak luas terhadap sosial dan ekonomi global. Cina saja belum dimasukkan dalam kancah ekonomi dunia. Memang bukan itu yang dipersoalkan; cobalah jeli, 4 parameter jadi tolok ukur unggulan, SDM, pemerintahan, teknologi, bisnis. Kalau dikerucutkan, tinggal satu parameter, SDM! Itulah kunci utama.

Tantangan global kita adalah, mendorong peringkat naik ke tingkat yang lebih terhormat dan menggeser dan mengambil alih posisi Swedia, melalui unggulan SDM. Bisakah? Sebagai seorang calon presiden bank, tentu harus.

Unggulan Kompetitif

Apa yang Indonesia punya, dunia tidak punya? Tujuh benua telah dikenal, mereka lupa mencantumkan kita benua ke 8, benua unik dengan segala kelebihannya, satu-satunya di dunia, benua maritim! Kita punya rempah-rempah, yang karenanya, kita dijajah.  Kita punya budaya dan suku bangsa beraneka, yang karenanya diminati hingga hasil karya dijiplak berikut hak cipta ada di luar sana, punya hutan paru-paru dunia, punya gunung bersalju di khatulistiwa, punya flora dan fauna, punya material langka… . Banyak lagi.

Tahukah dengan menjadikan kesemua ini unggulan, kita ini  (sangat) cantik dan menawan! Banyak mata akan melirik dan bersuit.  Nanti dulu, jangan ladeni, genit, jual murah; percantik lagi, lagi, dan lagi, baru ladeni dan jual mahal!

Roadmap dan Balai Pintar

Kita tahu sudah harus berbuat apa. Mencerdaskan anak bangsa. Dengan jumlah penduduk menduduki peringkat 4 dunia, kita tahu unggulan SDM apa yang perlu dibentuk hingga bisa menggeser Swedia, bisa menaikkan peringkat sejajar rekan-rekan negara besar dunia lainnya. Disegani kawan, dihormati lawan; Indonesia, si anak ”kemarin”, kini tersenyum manis sambil menyeringai mengunjukkan taring menunjukkan cakar!

Jalan”mobilisasi pintar” dibuat; Balai Pintar harus hadir di setiap pelosok desa. Semakin banyak orang mengikuti, semakin bagus; tidak pandang bulu, tidak pandang usia, tua, muda, semua turut serta. Untuk apa teknologi kalau tidak berguna. Komputer sudah mulai terjangkau, wi-fi dan wi-max tersedia. Belum ada listrik ada lainnya, pikohidro, panas bumi, vulkanik, pasang-surut, sinar matahari, angin. Tidak ada alasan untuk tidak pintar. Demi kebaikan kita juga.

Bank harus pandai-pandai menyusun jalan ”mobilisasi pintar”, cermat, tepat sasaran, tepat anggaran, hasil optimal. Sudah kewajibannya. Tidak semua dikerjakan sendiri, itulah perlunya sinergi. Kita semua berbagi, untung secubit, rugi secubit. Uuih, nikmatnya kebersamaan itu. Bersama juga, kita ”kalah”kan lawan di luar sana, melalui kompetitif unggulan SDM dalam pemerintahan, iptek, dan bisnis, berbasis potensi desa!

world o-l-p-c-s

Siapa takut? Gung, gung, gung! Tabir dibuka, gunungan tanda awal dikibarkan…

Horee, saya tidak jadi presiden bank syariah, kalah; tidak apa-apa mau mengabdi jadi juragan ”blog” saja (” …ask not what your country can do for you – ask what you can do for your country” J.F .Kennedy).

Tagged with: , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,
Ditulis dalam Dunia Wirausaha, Lain-Lain, Wawasan
2 comments on “Horee, Saya Jadi Presiden Bank Syariah
  1. z4nx mengatakan:

    sangat menggugah semangat pak, walau baru bisa dalam hati..
    saya lipat dulu belajar saya edisi ke-2 di postingan ini..
    saya perlu mencerna nya lagi..
    sukses pak !
    semoga mimpi jadi nyata

    • rioseto mengatakan:

      saya juga masih bermimpi kok, kalau ada jalannya konsep ini akan dijalankan, hanya ada 2 kemungkinan, iya ‘kan, berhasil atau … berhasil! he.he.hee.

Silakan komentar, 'like' juga oke

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: