Horee, ‘Made In Indonesia’ (1)

Pada hari Jumat tanggal 7 Agustus 2009 nanti, di Plaza Barat Senayan jam 16.00 WIB, akan ada upacara “kecil-kecilan” persembahan hasil karya anak bangsa dalam dunia IT untuk negeri tercinta.

Samaun SamadikunTiga produk, 1 dalam bidang hardware , 2 dalam bidang software, adalah chip WiMax, game untuk tunanetra, dan ‘moving capture‘ (untuk mengkaji gerakan anggota tubuh) yang penting bagi dunia olahraga dan kesehatan. Chip Wimax akan dipersembahkan pengembangnya, Dr.Trio Adiono, atas nama masyarakat elektronika Indonesia, kepada Ibu Prof. Samaun Samadikun (almarhum, foto), tokoh senior elektronika dan perintis keilmuan elektronika di Indonesia, yang juga murid pencipta transistor pertama dunia, cikal bakal kelahiran komputer itu, William Bradford Shockley.

Upacara persembahan ini adalah ungkapan rasa syukur, terimakasih, sekaligus bangga, dari masyarakat elektronika Indonesia, yang berhasil meraih berbagai prestasi dalam bidang elektronika berkali-kali di dalam dan luar negeri khususnya Jepang, kepada beliau, yang tanpa lelah dan pamrih, siang dan malam, membangun dan membina dan memajukan elektronika Indonesia dari nol. Beliau bermimpi ada semacam lembah silikon di Indonesia, dan masyarakat elektronika adalah “petani”nya; seperti yang di Amerika itu, dimana perguruan tinggi, lembaga riset, dan industri bersatu padu dalam satu kawasan.

Pemikiran ini melahirkan konsep ‘BHTV‘ (Bandung Hi-Tech Valley), yang dijalankan bersama dengan Depperindag ketika itu. Beliau juga merintis pembangunan industri elektronika di Indonesia, National Semiconductor, Fairchild, Monsanto, PT. LEN, PT. INTI, dan pendirian lembaga riset Pusat Mikroelektronika di ITB, yang hanya satu-satunya di Indonesia.

Berkat jasa beliau, masyarakat elektronika Indonesia berhasil maju mencapai kondisi seperti sekarang ini. Kini sudah lahir 2 pusat penelitan baru, dalam bidang pengembangan IT (jelas ada elektronikanya) dan bidang aplikasi elektronika medikal untuk Olahraga & Kesehatan, dan, meski masih “bayi”, sejumlah usaha baru dalam produk dan jasa elektronika.

Terimakasih banyak Prof. Samaun, usaha bapak tidaklah sia-sia…


Upacara berlangsung seiring dengan pembukaan Ritech Expo 2009, pameran kemajuan teknologi Indonesia. Dari dunia elektronika yang ikut, lembaga penelitian, perguruan tinggi, dan industri. Sejarah elektronika Indonesia akan dipaparkan oleh Dr. Richard Mengko, yang dekat sekali dengan beliau semasa hidup, dari Menristek.

Hadir dalam upacara ini, Menteri Ristek (tentu saja) dan Menteri Kominfo (kompak), dan akan diliput oleh media cetak dan kaca.

Semua diundang, silakan datang…

Tagged with: , , , , , , , , , , , , ,
Ditulis dalam Lain-Lain
14 comments on “Horee, ‘Made In Indonesia’ (1)
  1. hans mengatakan:

    usul nih.gimana kalau kita semua bersatu. semua produk anak negeri di data. yang layak jual di kasih merk, paling ga dapat di konsumsi bangsa sendiri. pada mulanya ga perlu canggih. sederhana tapi berguna. ntar lama lama akan berkembang jadi hebat.karena yang punya kemampuan buat wadahnya tidak banyak, maka yang bisa buat wadahnya tolong bersedia. saya pikir di antara sedikit yang mampu buat wadahnya,…pa seto. gimana nih pak? (sorry berat, sy tembak langsung…he…he…)

    • rioseto mengatakan:

      he.he.he.. semangat hans boleh juga, salut! ikuti saja artikel di blog ini nanti hans bisa merasakan apa yang sudah atau sedang saya kerjakan.. terimakasih semangat dan dorongannya, ya hans (belum bikin blog?)

  2. resti mengatakan:

    saya dukung……sip

    • rioseto mengatakan:

      sama seperti komentarnya hansjokerl, kita sebetulnya tidak kalah dalam mencipta produk unggulan meski teknologinya tak punya… terimakasih resti atas dukungannya (mana blognya), doakan ada anak generasi muda menggebrak dunia. mimpi boleh ‘kan ya?πŸ˜€

  3. hansjokerl mengatakan:

    yang diluar ring gimana pak. hasil pengamatan sy,mereka jg punya produk &kemampuan yang lumayan.ada beberapa produknya yang di lempar ke pasar, tp tdk di dukung brand sehingga jadi susah dapat tempat di masyarakat alias tidak laku. lama lama di biarkan , mereka 2x itu akan mati suri.ada ga solusi dari pemerintah atau mas rio seto?

    • rioseto mengatakan:

      tak kenal maka tak sayang, sehingga uang tak jadi datang.

      biar laku dan dikenal, dan terjual, saya pikir kuncinya ‘sederhana saja, kreatif dan promosi. kreatif = membuat produk “tampil beda”, nyeleneh, nyentrik tetapi orang suka; promosi = “tukang obat”, berteriak-teriak menjajakan dagangannya. kehadiran internet dan blog untuk bisnis harus dimanfaatkan sebaik-baiknya.

      salam,πŸ˜€ (tidak ada blognya?)

  4. rioseto mengatakan:

    You are welcome, Sir.

    Nah ini dia, Staf Ahli Menteri Ristek angkat bicara!

    Betul pak Inyo, begitu nama akrabnya, untuk membangun itu ternyata memerlukan beberapa generasi. Pak Trio itu barangkali termasuk generasi “cucu” Prof.Samaun, dan masih akan berlanjut ke generasi “buyut”, mudah-mudah tidak harus sampai 7-turunan untuk mewujudkan elektronika Indonesia (keilmuan, kepakaran, industri produk, industri jasa, …) yang tidak saja mencerdaskan, tetapi juga menyejahterakan!

    Dirgahayu Indonesia, hiduplah elektronika Indonesia!

    Salam,
    (Prof.Samaun tentu bangga menyaksikan dari atas sana anak-cucunya berhasil, hari Minggu kemarin adalah hari ke 1000 beliau meninggalkan kita semua; tak terasa.)

  5. Richard Mengko mengatakan:

    Terima kasih untuk ulasan nya

    Mari kita buktikan kawan2 bahwa Indonesia bisa mewujudkan cita2 nya sampai keujung, ……jadi produknya, jadi metoda nya, jadi pinter ….jadi kesejahteraan masyarakat nya !

    Tengkyu P Seto

  6. rioseto mengatakan:

    Sudah saya kunjungi, belum berani kasih komentar… bagus sekali tetapi bukan bacaan enteng sambil minum kopi. Perhaps. Nanti kalau sudah baca berulang kali, biar aku komentari setimpal. hehe… aku nge’teh tubruk’ aja, tak kalah enak…

  7. callighan mengatakan:

    Ngomong-ngomong brain circulation, ini ada sirkulasi lainya:
    http://callighan.wordpress.com/2009/08/03/biorhythms-sloppy-seconds/

    Liquor dengan coffee cream ala Sherridan’s juga enak lho.

  8. callighan mengatakan:

    ToP.
    Wah BAru Tahu KLaU ME artinYa MikRo ElEktroNIKA.

    Sebenarnya bioritmik atau bioritme ya? Karena akhiran -mik menandakan kata sifat sementara akhiran -me menandakan kata benda. Saya pikir kata asal Biorhythm menandakan kata benda. Maka saya serapkan menjadi BioritME.

    GORYS Keraf FTW!

    Brain Circulation?
    Oke duduk manis kembali sambil minum teh manis hangat yang disiram alkohol 30% dari vodka. Brain circulation.

    • rioseto mengatakan:

      Dulu elektronika disingkat Elka, ganti jadi ME (mikro) menyesuaikan jaman, tetapi belum bisa NE (nano). Diangkat program Ristek Jangka Panjang, RUSNAS TiME (teknologi informasi mikroelektronika); RUSNAS = riset unggulan strategis nasional, lama 10 tahun, misi mengubah’integral’ ke ‘integral coret’

      Itu juga mendorong saya ngeblog, ingin berdampak ekonomi (industri/perusahaan jasa dan produk). Saya coba bantu teman-teman komersialisasi kepakarannya:
      airdankehidupan.wordpress.com (air, banyak yang berminat)
      roboaeroindo.wordpress.com. elektronika kedirgantaraan.

      Belum saya link, masih prematur. Nanti deh.
      Saya temani vodkanya… biar brain circulationnya kencang!

  9. rioseto mengatakan:

    Betul sekali! BHTV memang dicetuskan untuk bisa hidup dan menghidupi dari profesi sendiri (elektronika). Positive thinking as usual, brain drain jadi brain investment?

    Kebetulan, pak Menteri Ristek baru saja meluncurkan tulisan soal ini, mungkin terinspirasi tulisan mas Callighan? Hehehe…

    Brain Drain – Jangan Terkecoh !

    OK, sepakat, mari kita duduk manis karena sudah tahu bioritME (MikroElektronika), sekarang bioritMEnya, mas Callighan.

  10. callighan mengatakan:

    POsiSItiFnY@ konsep BHTV: Pembukaan lapangan kerja, konsentrasi area industri IT di Indonesia

    -GatFNYa: BraIN DRaIN.

    Mendingan kita duduk manis dan melihat bioritME kita…
    http://callighan.wordpress.com/2009/08/02/bio-what/

Silakan komentar, 'like' juga oke

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: