BlogEdu versus EduBlog

EduBlog-KompasianaCiri khas apa yang dipunyai masing-masing gambar di atas? Gambar kanan sudah tidak asing bagi mereka yang sering mengisi blog Kompasiana, tetapi yang kiri? Tidak ada, keduanya sama-sama mencerdaskan anak bangsa. Blogshop Kompasiana diadakan untuk melatih kita trampil bloging melalui “learning by blogging”, atau blog education, yang disingkat sekenanya ‘BlogEdu’ atau ‘Blogedu’. Sedangkan gambar kiri adalah lanjutannya, “blogging for learning”, atau education using blog yang singkatannya sudah keduluan orang, ‘EduBlog’ atau ‘Edublog’. Blog yang sekarang, berangsur mulai berubah bentuk menjadi sarana pelengkap di dalam proses belajar-mengajar; blogingnya dianggap sudah pintar diajari Blogshop tadi.

EL00_STEI-ExtrRencananya, roadshow Blogshop Kompasiana di Bandung ingin diselenggarakan di salahsatu landmark Bandung, ITB, di STEI (Sekolah Teknik Elektro & Informatika). Padahal Bandung marak dengan landmark lain, factory outlet (f.o.), mall, dan café, yang di akhir pekan menjadi penyebab arus lalu lintas seringkali lebih banyak berhenti daripada jalan, meski tidak ada lampu merah menyala. Institusi pendidikan tampaknya masih tetap terpilih sebagai tempat blogshop karena citra pendidikannya.

Entah esok lusa, sepertinya f.o., mall atau café akan menggeser posisi institusi sebagai tempat favorit untuk blogshop alias ‘Blogedu’. Jalanan macet, dipenuhi orang yang mau pintar mengikuti webinar blogshop di 3 mall dan 7 café. Biarin, enjoy saja, dan institusi pendidikan, biarlah kebagian ‘Edublog’nya saja.

Bandung’s new digital learning lifestyle!

Sebagai orang Bandung yang ingin turut serta dalam blogshop ini, mendengar ini langsung terpikir tema apa yang sebaiknya diangkat Blogshop Kompasiana Bandung agar berbeda warna dari Blogshop Kompasiana yang sudah-sudah. Sudah empat kali. Apa keunggulan ITB agar bisa menggabungkan ‘Blogedu’ dengan ‘Edublog? Demo dulu tak apalah.

Itu yang pertama; ke dua, adalah kreativitas (sedikit). Label nama (tag) di dada hanya ada foto dan kode QR, yang diperkenalkan harian Kompas Juni 2009 lalu. Teks nama dibawah kode QR, kecil saja. Nanti tidak ada saling bertukar kartu nama, yang ada bersalaman sambil ‘klik!’ memotret kode di dada pakai ponsel.

Ke tiga, adalah kreativitas (banyak). Salahasatu agenda blogshop adalah membuat artikel kilat! Tidak mudah membuat artikel satu halaman dalam 15 menit. Seru, banyak yang buntu! Topik dicari, kalau jadi di ITB, dengan berkeliling kampus sejenak saat jeda. Apa yang dilihat atau didengar, langsung dibuat tulisan. Ada fotonya juga. Alternatif lain, ambil informasi bersumber e-Kompas, dibaca lalu dibuat cerita. Aha ini dia, sudah memasuki kawasan ‘Blogedu’.

Mau usul ke panitia, semogalah semua itu bisa terwujud.

Mari kita lihat…

Tagged with: , , , , ,
Ditulis dalam Tak Berkategori
8 comments on “BlogEdu versus EduBlog
  1. wijaya kusumah mengatakan:

    Ini dia orang yang melahirkan para sarjana blog, dimana dosennya aselalu stand by 24 jam. Blog adalah dosen yang tak pernah marah dan selalu setia mendampingi kita menncari informasi dan sekaligus menciptakan informasi.

    salam blogger kompasiana
    Omjay

    • rioseto mengatakan:

      Terimakasih Omjay… betul blog adalah guru yang tak pernah marah, dan Omjay jadi ‘kan mau mencerdaskan anak bangsa melalui blog dimulai dari Bekasi, melebarkan sayap ke barat hingga Lampung, ke timur hingga Cikampek (Pamanukan-Indramayu-Cirebon), ke selatan (Depok, Bogor), sampai Bandung, …”The Bekasi Connection”.

      Salam blogger Kompasiana.
      rio seto

    • rioseto mengatakan:

      Sabar ya mas Jumal… nanti kalau sudah berhasil, mas Jumal tinggal terapkan di dusunnya. Maju dusun Baliego, maju mas Jumal, selamat dengan blog barunya. Mencari bentuk jati diri, ya.

  2. callighan mengatakan:

    Digital lifestyle, dan blog cepat..
    Ya saat ini saya sedang memakan nasi goreng ala kadarnya di mangkuk gratisan dari penyedap rasa. Tidak lupa kerupun udang yang saya taruh diatas tupperware.. terus diisi sampai 1 halaman penuh.
    Topik yang dicari?
    Makanan ala kadarnya yang enak dan kreatif.

    Ahem…Guinessnya satu, sir!

    • rioseto mengatakan:

      Hua..ha..ha, pantesan isi blog mas Callighan musing melulu! Sudah terbayang sosok mas Callighan itu easy going, enjoy life, smile always, … wah awet muda, apalagi dengan makanan yang enak (yang nikmat barangkali), dan kreatif, dan Guiness, netes air liur nih. Dom Pérignon vintage 1998 kurang cocok, ya.

  3. rioseto mengatakan:

    Asyik… BundaPreneur jadi perintis memecah tempurung, tidak pakai palu tapi pakai blog ya ‘kan Bunda? Biar anak didik tahu, dunia tidak seluas daun kelor lagi, tapi seluas Indonesia, eh terbalik Indonesia merambah seluas dunia melalui kecekatan dan ketrampilan anak didik memanfaatkan ICT.

    Bagus Bunda, terus lanjutkan lagi 2% anak didik menjadi entrepreneur berhasil.

    Sukses di semester ini, saya dukung penuh!

  4. BundaPreneur mengatakan:

    salam hormat pa Rio….setuju dengan learning by blogging…..3 tahun lalu saya mulai melirik e-learning, setelah mengikuti konferensi internasional, telat yah…sementara dunia telah demikian berkembang. dan saat ini adalah waktu yang tepat untuk memulai, sebagian rekan sudah mulai melek ICT, demikian juga mahasiswa. Satu keinginan saya adalah mengeluarkan anak didik saya dari tempurung yang mengurung mereka dari perkembangan di dunia, saya ingin dengan memiliki blog pribadi, mereka berkomunikasi dengan banyak orang, sesuai dengan keminatan masing-masing. semoga semester ini bisa terwujud…

Silakan komentar, 'like' juga oke

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: