Tahun 2025 Makmur Melalui Blog: Pikiran SBY yang Bukan Presiden

Artikel Kompasiana “(1) Hiks.. Sedihnya Membaca Pidato Presiden 14 Agustus 2009” tentang kesangsian ketidaksejalanan program dan pelaksanaannya pemerintahan SBY 2009-2014 dengan sasaran utama, andai sejalan pun, adakah jaminan tercapainya sasaran utama oleh next generation 2014-2025. Sebuah artikel bagus melengkapi artikel saya, ”Tahun 2025 Makmur, Bukan Ilusi”. Saya memperoleh julukan pemberian rekan pengasuh blog Kompasiana, Seto Bukan Yudhoyono karena namanya kebetulan Seto Yudoyono tanpa ”h”. Ada-ada saja, terimakasih, sekarang saya manfaatkan.

Kalau itu benar, kita patut bersedih bagaimana sebuah mimpi besar yang juga impian kita semua, hanya dilaksanakan secara intuisi tanpa perencaan matang dan terarah, tanpa peta jalan (roadmap), strategi, dan tolok ukur pencapaian keberhasilan. Saya ilustrasikan di artikel kemarin itu dengan sederet garis bar hitam yang bergoyang, yang mengikut kemana saja pimpinan (”telunjuk”) mau. Tak penting menuju sasaran utama atau tidak, meski saya percaya semua pimpinan beritikad baik pasti ingin memajukan bangsa ini.

Illusi_Flags_BizWk-061107Tabel mini artikel dilampirkan ulang di sini sebagai contoh tolok ukur sederhana yang harus dilakukan Indonesia untuk mendongkrak potensi Pasar, Inovasi, dan Pendidikan untuk disebut maju. Angka rendah (< 20?) menunjukkan unggulan. Data Indonesia di tabel hanya karangan.

Ketiga parameter, secara kebetulan, membentuk sebuah lintasan runut, dari pendidikan yang memadai diharapkan melahirkan inovasi (kreativitas), yang didorong/diubah jadi komoditi yang diminati pasar. Menggunakan pola ini sebagai model, pikirkan diri kita masing-masing apa yang harus diperbuat agar impian makmur terwujud di tahun 2025. Dimulai dari ’ngeblog’.

Sekarang era informasi dimana internet sudah ada, blog sudah tersedia; masing-masing individu memiliki peluang sama besar untuk maju mendunia. Belajarlah’ngeblog’, lalu pikirkan hal kreatif menjadikan blog sesuatu yang bernilai hingga jadi duit. Ambil bilangan pesimistik 20% bloger Indonesia (total sudah 1 juta?) berhasil memetik 10 dolar saja per hari, kalikan 360 hari, ada berapa? Trilyun! Tidak bisa? Bloger Indonesia pintar lagi cerdas, apa-apa juga bisa!

Kurang realistik, katanya. Lihat jauh ke depan pemanfaatan lain blog sebagai perangkat strategis membangun ekonomi di negeri ini. Cobalah renungkan tidak hanya blog menghasilkan duit, tetapi juga dampaknya (industri, usaha). Peran blog menjadi penting dan harus diberdayakan; bayangkan di blog Kompasiana ada ruang khusus Kompasiana Blog Academia berisi Blog Untuk Pemula, Blog Bahasa Inggeris, Kisah Sukses Global Bloger Kompasiana, Paypal ala Kompasiana, Edublog, … pokoknya semua ketrampilan terkait iptek dan seni blog dan blogging. Haruskah semua ini menunggu pemerintah? Kesuwen, kelamaan.

Ini pikiran bodoh SBY yang bukan presiden, yang tetap optimis selalu ada jalan bagi bloger menuju tahun 2025 makmur, yang punya rencana, punya roadmap, punya strategi, punya tolok ukur pencapaian keberhasilan, … yang dijalankan, dan berhasil! Kalau kita tidak bangga dengan (maha)karya kita sendiri, lalu siapa?

Mari kita buktikan dengan beramai-ramai menciptakan sejarah baru.

Makmurlah Indonesiaku di 2025!

Tagged with: , , , , , , , , , , , ,
Ditulis dalam Tak Berkategori
16 comments on “Tahun 2025 Makmur Melalui Blog: Pikiran SBY yang Bukan Presiden
  1. moch.ismail s mengatakan:

    Selamat , Kang seto , sudah wajibnya ngasuh , ngasah, ngasih elmu lewat media Blog ini. Yang sunnahnya kan sudah ngajar mahasiswa2 Jepun . Ini kemajuan , berangkat dari pengetahuan teknis yang pop di sekitar kita, sugan aja bisa menjaring komunitas pinter dalam teknik yang applied. Nah sudah mulai nih…, Hape rongsoknya di gimanaiin? Bisa jadi modem enggak ? Ma kasih Kang Seto,. selamat melangkah maju.

  2. rioseto mengatakan:

    @romailprincipe, hihihi… saya dosen? Ya, tetapi lebih suka disebut guru, yang bertanggung jawab terhadap anak-didik, faham misinya bagaimana berperan mengisi hidup ini. Menjadi manusia berguna, ya ‘kan?

    Benar, tak mungkin membahas sebuah bisnis serius hanya di blog. Tentu harus kopdar… ayo kapan kopdar?

  3. romailprincipe mengatakan:

    halo…blog bisnis makudnya gimana mas rioseto?
    mohon pencerahannya, awam nih..hehe

    • rioseto mengatakan:

      Hehe… mas Romail suka merendah, deh; padahal lebih pintar daripada saya. lho.

      Kemarin waktu turut kursus Blogshop Kompasiana diperkenalkan blog bisa dibisniskan jadi (1) blook (dijadikan buku), dan (2) dijadikan cerita film atau sinetron.

      Blog bisnis lain, mas Romail juga tahu, bisnis online itu. Biasanya blog menjadi perantara atau afiliasi. Sepertinya kurang cocok buat saya karena marketingnya sudah diatur.

      Sempat berkunjung ke rumah mas Hengky, “Ngobrol Seputar Bisnis Online”?. Banyak info bermanfaat, saya juga belajar dari beliau. Jam terbangnya marketingnya tinggi, itu kesan awal saya ketika kopdar.

      Bermula dari blog, terus komentar, lalu kopdar, lanjut ke omong-omong menguak peluang bisnis. Inilah blog bisnis yang saya maksud. Bisnis adalah dampak, blog hanya mediator.

      Saya sudah lihat blognya mas Romail; ada peluang bisnis kalau topik dipecah jadi beberapa blog. Misalnya, satu blog khusus film dengan mengulas cerita pesan moral di balik film tersebut; satu blog sepak bola mungkin dibahas sisi bisnis atau sportainment; satu blog manajemen (saya suka) dengan ulasan penerapan praktis di dalam bisnis sehari-hari.

      Mudah-mudahan membantu, mas Romail. Saya juga masih awam dan kalau ada waktu, ingin mencoba kesemua jenis bisnis itu sebagai pengetahuan.

      Salam,

      • romailprincipe mengatakan:

        kepikiran juga memecah blog itu, tapi takut jadi tak terpelihara dengan baik..hihi..
        Sesuai dengan jurusan saya mirip ke Teknik Industri, jadi blognya juga gado2…tapi melalui saya bisa integrated.
        Kepingin deh bisnis melalui jaringan seperti ini, tapi belum paham juga. mungkin ketika kopdar baru eksekusi bisnisnya yah?

        BTW, baca dari Nusantara : Ternyata mas Rioseto adalah Dosen..ckckckkkk..hebat..Lanjutkan,,eh salah..Laksanakan..

  4. rioseto mengatakan:

    @wiradja horee.. sudah bisa sekarang. Nanti saya kasih komentar di sana, ya. Hehe mas Wiradja sudah tak sabar, sama saya juga. Blog Edukasi, soft launching-nya 2 minggu ke depan, blog Bisnis nanti bulan Oktober. Ayo ramai-ramai kita keroyok…

  5. rioseto mengatakan:

    Terimakasih BundaPreneur, benar-benar pemikiran entrepreneur sejati! Kita perlu memandang segala sesuatu dengan optimis… tidak cuma bermimpi yang baik, tetapi juga berdoa untuk yang terbaik, dan bekerja dengan sebaik-baiknya. Laksanakan!

  6. BundaPreneur mengatakan:

    Lintasan runut pendidikan memadai ~ inovasi ~ komoditi yg diminati pasar..Bgm mencapai pendidikan yang memadai jika ongkos pendidikan semakin melambung jauh meninggalkan pertumbuhan pendapatan.. Akhirnya tetap dalam lingkaran kemiskinan…: tdk bisa mendapat pendidikan memadai ~ tdk mampu bersaing ~ pendapatan minim ~ tdk bisa mendapat pendidikan memadai karena miskin…Ada cara yang akhirnya akan memangkas ongkos pendidikan: optimalisasi BLOG untuk transfer ilmu…Beri kemudahan mengakses internet dg bijak..Rangsang semua orang untuk ngeBlog….Mari menjadi Cerdas dg ngeBlog! Mdh2n lintasan runut yg digambarkan diatas sgr tercapai.

  7. rioseto mengatakan:

    Terimakasih informasinya mas Callighan, nanti saya pelajari.

    Kita coba bareng dulu ‘yuk, kalau berhasil, kisah sukses disebarluaskan ke seluruh dunia blogger Indonesia. Sementara kita bersama-sama explore lanjut sampai dapat yang 20, 50, 100 per hari. Kurva pertumbuhan alami yang eksponensial. Cukup di situ, berikutnya melahirkan industri jasa dan produk… any, whatever.

    Mimpinya.

  8. wiradja mengatakan:

    mas rio, salam kenal. setuju banget dengan pemikirannya.
    kalau saya sih masih sangat awam dengan dunia blogger cuma instinct bilang nyemplung aja dulu…ntar akan ketemu sendiri kesetimbangannya. cuma menunggukesetimbangan itu bisa-bisa mematikan semangat awal dan menjadi apatis. kesetimbangan itu akan mungkin lebih cepat didapat jika sudah banyak model-model blogger yang dapat dicontoh patronnya. tahap awal mengedukasi pemula gak apa-apakan pakai paham me too hehehe….toh me too me too ini nantinya akan mucul nantinya menjadi inovator….gimana apakah blog edukasi dan bisnisnya bisa dimulai dari blog ini?
    salam

    • rioseto mengatakan:

      Halo mas Wiradja!

      Salam kenal juga. Semua dimulai dari kecil, semua dimulai dari salah. Begitulah kita jadi besar. Besarkan diri mas Wiradja, ciptakan impian blog itu bisa berbuat sesuatu yang bermanfaat. Itu yang membuat kita hidup!

      Blog edukasi sedang saya buat, demikian pula bisnisnya. Sabar, ya.

      Blognya mas Wiradja ‘kok keluarnya kanji Jepang. Sedang di Jepang?

      • wiradja mengatakan:

        koq bisa ya mas, atau mungkin saya yang kurang cermat menulis alamat blognya. mohon dicoba lagi.
        bocorannya kira-kira kapan ya mas blog edukasi dan bisnisnya bisa diakses?
        sukses selalu…
        salam

    • rioseto mengatakan:

      Sama-sama mas Jumal, mari kita merenung dalam, apa yang bisa kita perbuat buat negeri ini… mohon saya dimaafkan juga.

Silakan komentar, 'like' juga oke

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: