Enyahlah ‘Setan’ Dusun Kahuripan!

Pacman00-dusun03

Kahuripan sudah memiliki semua informasi mendasar yang diperlukan membangun dusun, warga, bahan baku, pasar. Kepala dusun melakukan sebuah kajian sederhana, PDCA* dan SWOT* atau TOWS*, untuk mengetahui peluang dan kekuatan yang perlu dibangun dusun dalam merebut peluang tersebut.

Namanya saja dusun tertinggal ketika pak Urip, kepala dusun Kahuripan, mensurvai kondisi dusunnya banyak hal dijumpai mulai dari rasa sangsi, tak percaya, takut, masa bodoh, hingga ke pertentangan dan tahayul! Perubahan memang tidak bisa seketika. Selalu ada penolakan. Begitulah hukum alam mengajari kita. Beliau tahu semua yang tertanam di dalam pola pikir warganya adalah indikasi dampak terlalu lama tertinggal informasi! Tidak ada yang mengupdate; dusun terisolasi dari dunia luar. Mengusir dan menumpas “setan”, membenahi, menata dan mengisi konsep pembangunan dusun melalui teknologi hingga bisa diterima warga, adalah sebuah perjuangan keras yang menuntut pengorbanan, mungkin lebih tepat investasi, dalam energi, waktu, dan biaya. Tak apa bagi pak Urip, ini konsekuensi lumrah. Hasil lebih mendalam diperoleh saat survai dan wawancara di lapangan,

Pacman00-vicious

Ini adalah sejenis “setan” juga, lingkaran setan, kendala penghambat pembangunan dusun. Pak Urip tidak akan memulai sebelum berhasil membangun moral warga. Kebijakan pertama yang dilakukan adalah berinvestasi informasi penggugah bagi warga, karena mereka yang akan menjadi pelaku ekonomi utama dusun kelak. Warga perlu dibekali informasi sebagai fondasi, sebelum pembangunan sesungguhnya dimulai.

Dengan lobi dan negosiasi layaknya pakar pemasaran, dusun berhasil memperoleh banyak sumbangan perangkat informasi bekas, termasuk proyektor. Kalau pun harus beli, dapat diangsur atau ditukar dengan hasil bumi. Informasi dipilih yang memotivasi semangat warga melalui banyak contoh kisah sukses atau keberhasilan. Beliau yakin, dengan berulang-ulang menyajikan informasi positif dan dialog tanya-jawab, akan menghasilkan yang positif pula.

Benar saja. Mata warga mulai terbuka, pikiran mulai tergugah. Pak Urip senang sekali, kini saatnya berpraktek membuktikan apa yang telah dilihat dan didengar selama ini, adalah benar! Learning by doing, cari dan angkat topik sederhana yang dapat dibuktikan dalam waktu relatif pendek. Berhasil. Satu tolok ukur kemenangan telah dilampaui. Warga pun senang, dan bersemangat.

Pacman13Semangat … ya, inilah modal awal pembangunan yang paling bernilai! Horee, dua “setan” berhasil dienyahkan dari muka bumi dusun Kahuripan. Setan pola pikir kuno warga dan setan kebodohan dusun. Seperti biasa warga mulai tak sabar menanti hasil yang lebih besar, dan lebih besar lagi. Instan lagi! Eh, “setan” tamak satu ini masih tertinggal rupanya. Enyah juga, dikau. Ada-ada saja, …dasar manusia. Tidak sadarkah, sebuah keberhasilan itu dibangun oleh 99 kegagalan? (Warga lupa, bukankah sudah ditunjukkan pada presentasi di Balai Dusun?)

Bagaimana pun, sukses-sukses kecil yang telah dicapai dalam “praktikum” selama ini berhasil membuat warga tersenyum, lebih percaya diri benar ada hari esok yang lebih cerah!

Menunduklah, bersyukur dan berterimakasihlah kepada YMK di atas sana…

Posting Kahuripan,

1. Kahuripan-1
2. Kahuripan-2


* PDCA = Plan-Do-Check-Act (Rencana-Coba/Kerjakan-Periksa-Tindak); SWOT atau kebalikannya TOWS: “S” (strength, kelebihan, keunggulan),  “W” (weakness, kekurangan, kelemahan), “O” (opportunity, peluang, kesempatan), “T” (threat, ancaman, hal-hal yang bisa menggagalkan). Penjelasan dapat dilihat di posting, “P/D/C/A” .

Tagged with: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,
Ditulis dalam Tak Berkategori
2 comments on “Enyahlah ‘Setan’ Dusun Kahuripan!
  1. sugiarno berkata:

    Untung P. Urip -nya sabar … salam kenal …

    • rioseto berkata:

      Halo mas Sugiarno, salam kenal juga! Terimakasih sudah berkunjung… (kenapa kunjungan balik ke blog mas Giarno, kok ‘error’, ya?)

      Memang pak Urip harus sabar, penuh kasih sayang; sadar bakal banyak perlawanan dari warga; dimana-mana kalau ada perubahan, selalu ada yang protes, ada yang menolak. Mereka “nrimo”, sudah merasa nyaman dengan kondisi apa adanya sekarang.

      Blog mas Sugiarno dan saya tidak termasuk ‘kan, ya. Harus dinamis, berubah terus mengikuti teknologi. Nanti disemaikan ke warga dusun Kahuripan, oke… (‘mbesuk’). Hehe…

Silakan komentar, 'like' juga oke

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: