Piksel, Piksel, Piksel


Mona_Lisa-pixelate-lunapicG

Pembentukan citra digital

Gambar lukisan si nona cantik ‘Monalisa’ (paling kiri) hendak kita jadikan sebuah citra digital. Tekniknya? Lukisan master atau induk kita beri grid (kotak-kotak), dipecah menjadi sejumlah serpihan gambar miniatur seperti mosaik.

Dalam dunia digital satu kotak hanya bisa memilih satu warna saja, padahal kandungan warna kotak induknya lebih dari satu. Komputer harus memutuskan memilih warna yang paling pas mewakili warna induk untuk kesemua kotak-kotaknya. Selesai memetakan warna, kotak mosaik dicoba disusun kembali membentuk lukisan seperti asalnya. Wah, ‘kok jadi begini, ya. Hasilnya lebih mirip hantu, bayang-bayangnya memang serupa manusia tetapi jauh dari nona. Apalagi cantik.

Prosedur diulang kembali dengan memperkecil ukuran grid, yang terus diperkecil hingga ketika dipetakan diperoleh hasil citra digital akhir sama dengan aslinya (gambar kanan). Akhirnya, hadir juga si cantik.

Begitulah sebuah citra digital dibentuk. Mirip menyusun mosaik. Sederhana, ya. Kita saksikan betapa kotak, dinamai bintik atau piksel (pixel), sangat vital dalam menentukan kualitas akhir citra digital. Ada 2 faktor, dimensi piksel dan warna piksel. Proses memetakan gambar induk itu sendiri menghasilkan sebuah peta mosaik, peta piksel atau pixel map yang lebih dikenal dengan bit map.

Dimensi piksel, resolusi

Dimensi piksel semakin kecil kualitas citra semakin tinggi. Dimensi kecil berarti piksel semakin rapat yang disebut resolusi, dinyatakan dalam piksel per inci (ppi). Istilah ppi sering diganti atau disamakan dengan dpi (dot per inch). Kurang tepat, istilah dpi dipakai untuk menyatakan resolusi printer.

Kemajuan teknologi piksel melahirkan monitor yang kian canggih mulai dari CGA dengan resolusi (320 x 200), VGA (640 x 480), SVGA (800 x 600), XGA (1024 x 768), …dan seterusnya, sampai kualitas tampilan citra di layar nyaris sempurna karena mata sudah tak sanggup lagi membedakan mana citra induk, mana citra digital.

Warna piksel, color depth

Warna piksel adalah data atau informasi terkecil yang tersimpan di bintik. Untuk 1-bit, bintik hanya bisa mengeluarkan 2 data, ”hitam” (bit = 0) dan ”putih” (bit = 1). Untuk 4-bit, bintik dapat mengeluarkan 16 data, 16 warna atau untuk hitam-putih 16 gradasi abu-abu peralihan warna dari hitam ke putih.

color-depth-wikiJadi, jumlah bit yang tersimpan di bintik menunjukkan kesanggupan bintik menghasilkan jumlah warna. Jumlah atau banyaknya warna dinamai kedalaman warna atau color depth. Bintik 8-bit bisa menghasilkan 256 warna, bintik 24-bit sanggup menghasilkan hingga 16,777,216 warna!

Mata kita memiliki keterbatasan. Seperti halnya resolusi tinggi, mata dianggap mencapai batas yang sudah tidak sanggup membedakan lagi warna asli dengan warna bintik pada piksel 24-bit, yang menghasilkan spektrum 16 juta warna itu. Spektrum warna ini disebut sebagai true color.


Posting artikel berikut, Mengenal Ukuran Berkas Citra‘.

Tagged with: , , , , , , , , , , , , , , ,
Ditulis dalam Tak Berkategori
One comment on “Piksel, Piksel, Piksel
  1. […] ini sambungan posting ”Piksel, Piksel, Piksel” sebelumnya, yang memperlihatkan pengaruh piksel dalam kualitas gambar atau citra, yang tentu […]

Silakan komentar, 'like' juga oke

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: