(Compress, Resize) dan Crop

Crop, atau trim (memangkas), adalah mencuplik bagian gambar yang hanya kita perlukan saja. Tidak semua informasi gambar kita perlukan, sisanya dibuang. Crop atau trim biasa dilakukan karena pertimbangan keindahan (seni), menonjolkan subyek, atau, unsur lain yang memaksa kita mengubah rasio (perbandingan) dimensi gambar.

Memperkecil besar berkas dengan crop dimungkinkan meski tujuan utama bukan untuk itu. Namanya saja memotong atau memangkas, tentu saja berkas hasil krop (diindonesiakan) lebih kecil. Di bawah adalah contoh hasil krop gambar “GWK” (Garuda Wisnu Kencana) dari posting terdahulu.

crop_GWK-12prct crop_GWK mata_312x224

Kualitas warna, gradasi/nada warna (tone), ketajaman/resolusi, tak kalah dengan gambar asli (istilah salah, mohon dimaklum saja). Begitu pula krop gambar “Sumo” di bawah,

crop_SUMO-12prct crop_SUMO-180x241 crop_SUMO-03MP-175x218

Bagus juga buat avatar ya, atau gravatar atau blavatar kata WordPress (bisa animasi?).

Inilah salahsatu kelebihan memakai kamera bermegapiksel tinggi. Gambar “GWK” dan “Sumo” diambil kamera 8MP (megapiksel). Obyek “GWK” dipotret panas terik di Bali. Gambar ini sebenarnya juga hasil krop dari gambar yang jauh lebih besar. “Sumo” adalah hasil scan dari sebuah kalender besar (kotak-kotak adalah hasil scan).

Untuk perbandingan, hasil krop gambar “Sumo” paling kanan dipotret dengan resolusi 640×480 piksel = 307.200 piksel = 0,3 megapiksel. Dengan penerangan seadanya, hasil yang ini sepertinya lebih bagus, besar berkas juga tidak berselisih jauh (lebih kecil).

Kurang adil, mungkin ada baiknya mencoba dengan konten lebih detil. Juga dengan kamera HP. Nantilah, kalau kesempatan itu ada (dan tidak lupa!). Untuk sekarang paling tidak wawasan pengetahuan kita tentang gambar untuk blog, besar berkas, kualitas gambar, compress, resize, krop. dan kamera, sudah lumayan maju…

Sebagai penutup ada contoh krop bagus untuk disimak, “More megapixels, more cropping flexibility” (“Megapiksel lebih, krop lebih fleksibel“). Krop gambar hasil kamera 4, 6, dan 8 megapiksel (MP) memperlihatkan krop 4 MP cacat setelah diperbesar menjadi ukuran 5″ x 7”.  Perlu dikaji benarkah cacat 4 MP separah itu untuk dimensi relatif kecil. Agak berlebihan, ya.

Mungkin ini trik marketing yang bersembunyi dibalik uji teknis? Kita bisa menangkap ada pesan tak langsung, “best buy” (…belilah yang baru, buang yang lama!). Ah, hanya menduga-duga saja.

Paling bagus tak usah kroping, kalau kita sudah menerapkan aturan komposisi “sepertiga” saat memotret obyek.

crop_SUMO-anim

    Mootret, ‘yuk!

 
:D  (update)
 

Tagged with: , , , , , , , , , , , , ,
Ditulis dalam Blogging, Media

Silakan komentar, 'like' juga oke

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: