Pan-O-Rama 3D (end)

gregwired.com

gregwired.com

Panorama sungguh menakjubkan, saya tak habis-habis mengaguminya. Artikel panorama lumayan banyak telah kita kupas di blog ini, artikel ini adalah yang terahir menutup seri panorama yang lumayan panjang. Artikel menunjukkan untuk memperoleh hasil panorama yang baik diperlukan sebuah alat bantu selain tripod, pano-head. Pano-head bisa dipakai untuk sembarang kamera digital kecuali kamera HP (tentu saja).

Memotret panorama yang baik dan benar ternyata tidak sekedar memalingkan muka atau memutarkan badan dari kiri ke kanan (atau sebaliknya). Meski sudah menggunakan dudukan kamera tripod atau kaki-tiga sekalipun, gambar panorama tetap mengandung kesalahan atau galat paralaks. Apa itu paralaks?

Paralaks

Panorama Head 1Untuk melihat gejala paralaks cukup mudah,  tutup mata sebelah, tegakkan telunjuk di depan mata, gelengkan kepala perlahan ke kiri atau ke kanan. Telunjuk seolah bergerak berpindah posisi terhadap latar belakang, ya?

Begitu jugalah yang tertangkap oleh  kamera. Posisi obyek seolah berubah berpindah tempat sehingga menyukarkan dalam proses menyambung karena program tidak mengenalinya sebagai obyek yang sama.

Lihat gambar kiri di atas. Saat kita memalingkan kamera dari tengah ke kiri, obyek yang berada di latar belakang seharusnya tidak tampak (posisi garis lurus). Tetapi lensa kamera bisa menangkapnya seperti mata kita tadi.

Idealnya memotret panorama kita berpindah tempat dari satu adegan ke adegan seperti ini,

Panorama Head 2

Tidak praktis, merepotkan. Apa akal? Diperlukan sebuah alat bantu namanya pano-head; pano-head ini dipasang di atas tripod, dan kamera dipasang di atas pano-head. Lihat gambar bawah.

Pano-head

Panorama Head 3Fungsinya agar kamera berputar tepat pada posisi lensa, bukan pada kamera. Lihat gambar kanan di atas. Ke mana pun kamera berputar, obyek yang dekat dengan kamera maupun yang jauh (latar belakang) seolah-olah diam, tidak bergerak. Program, mengenali obyek dan mudah menyambungnya jadi panorama.

Di samping adalah contoh pano-head yang bisa dibangun dengan komponen sederhana, tidak terlalu bagus tetapi memenuhi fungsi memotret gambar panorama yang benar.

Pano-head yang profesional mahal terlebih untuk membuat panorama 360 x 180o (sekitar 40 juta?). Mungkin posisi bisa diatur agar kaki tripod (dan kaki kita!) tidak turut terpotret. Kalau tidak, siap-siap saja bekerja keras menghapusnya dengan program semacam GIMP atau PhotoShop.

Ada yang mengakalinya dengan menggantungkan kamera di seutas tali pada bagian lensa. Gaya gravitasi membuat kamera otomatis tegak lurus; untuk posisi mendatar dicek dengan sipat-datar, sebuah komponen pertukangan berisi air dan gelembung udara di dalamnya. Kamera tinggal putar!

Pano-head sangat diperlukan pada pembuatan panorama “jarak dekat” seperti interior ruangan (gambar di atas). Tidak berarti untuk pemandangan yang tidak melibatkan obyek dekat bebas dari pano-head. Pemakaiannya tetap dianjurkan.

Belum mencoba, tetapi ingin kalau pano-head sudah ada nanti (maunya buat sendiri). Hasilnya tentu diposting nanti.

Selamat bereksperimen panorama 3D. Membuat panorama tidak harus pakai alat mahal, hasilnya yang harus “mahal”, benar? Semoga berhasil dan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya.

See you soon… 😀

Tagged with: , , , , , , , ,
Ditulis dalam Tak Berkategori
2 comments on “Pan-O-Rama 3D (end)
  1. Rohmat mengatakan:

    Terima kasih ilmunya

Silakan komentar, 'like' juga oke

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: