intermezzo

Sesuai janji untuk rehat sejenak, intermezzo bahasa gayanya, saya temukan sebuah posting “Sejenak menikmati opera handbody”  dari mas Endar. Di bagian akhir opera, berkomentar “Apapun endingnya, saya sih lebih suka happy ending, semoga rakyat kecil macam saya tidak dilupakan. Dan jangan lupa untuk tetap mengembalikan jati diri bangsa yang telah lama hilang entah kemana.

Oh, rupanya opera itu yang ditonton mas Endar, ‘nyambung dan divisualisasikan dengan sempurna oleh mas Panji Koming di harian Kompas, Minggu kemarin,

PanjiKoming-8Nov2009

Cuoo..cok betul dengan adegan komik terakhir itu!

Iya, entah hilang ke mana itu jati diri?  Materi berkuasa, sanggup mengikis rasa malu, menggerus harga diri. Adat timur leluhur yang kita junjung tinggi turun temurun, akhirnya luntur juga!

Tidak perlu menyalahkan siapa-siapa. Masih ada tanda-tanda kehidupan, masih ada harapan, masih ada segelintir anak bangsa yang saleh, berpikir jernih, berhati lurus, termasuk Panji Koming, sekedar untuk mengingatkan, ini hanyalah sebuah opera yang bisa berakhir ke mana saja, neraka atau surga, bergantung maunya si empunya cerita.

Karena itu saya hanya bisa menggelengkan kepala seraya tersenyum di dalam hati, lalu membalas posting tadi, ” melelahkan & susah menikmati opera “oli” (versi saya), lebih lunyu dari sabun, vasilin atau handbodi, tak jelas kapan ending hepi, tak jelas stori, (karena) di belakang sutradara ada sutradara ada sutradara ketawa-ketiwi.. dst.”

Takut, ending tak hepi; sedih, guru kencing berdiri, murid kencing berlari, berapa generasi akan bertahan begini. Apa mau dikata, kalau opera dilakonkan tak sesuai skenario, sutradaranya sutradaranya sutradara habis mencaci, memaki, yang punya lakon kalau perlu, ganti. Itu yang kita tak tahu, ada teknologi dinding maya hingga sang super sutradara tak kasat mata.

Tak perlu mengeluh, mari duduk manis dan nikmati saja opera untuk kita belajar dan bercermin diri menjadi yang terbaik…

Begitu. No complain, enjoy…😀

Tagged with: , , , , , , , , , , , , ,
Ditulis dalam Tak Berkategori
4 comments on “intermezzo
  1. Khairuddin syach mengatakan:

    Secara pribadi, saya jarang sekali menyaksikan acara sinetron, karena begitu stel tipi selalu Metro Tv yang saya pencet tombolnya. Kalau di remote saya tinggal pencet angka Nol. Karena jujur saya tidak suka dengan sinetron indonesia yang banyak menjual mimpi. I hate it.

    Satu opera oli yang sering kita tonton di tipi, oprea kriminalisasi KPK by Polri. Yang ini saya sangat berharap agar Oknum Polri yang merencanakan pengkerdilan KPK bisa masuk Penjara…😀

    Thanks for supporting Mengembalikan jati diri bangsa post, mas Rio. Nice to know you…

    Regards. Khay

    • rioseto mengatakan:

      selamat malam mas Khay, saya juga bukan penggemar tipi, lebih suka buka internet saja… hehe. soal politik bagi saya juga kurang menarik, kenapa hayo? abis mirip sinetron juga ‘sih. kasihan mereka yang punya tahta, berkuasa, dimanfaatkan hanya untuk dolanan (main-main) belaka.

      terimakasih, nice to know you too, mas “Mengembalikan jati diri bangsa” Khay!😀

  2. endar mengatakan:

    nggak tahu kenapa sinetron ini membuat saya kecanduan untuk menikmati. padahal sebelumnya saya paling anti sama sinetron. sampai sampai saya lupa apa sebenarnya akar permasalahannya. jika alur ceritanya kurang menarik tiba-tiba muncul artis baru untuk menambah daya tarik cerita. sehingga jalan ceritanya bisa berputar-putar tidak karuan. sungguh hebat sekali sutradara dan produsernya.

    Tak perlu mengeluh, nikmati saja opera untuk kita belajar dan bercermin diri menjadi yang terbaik… Nah yang ini saya setuju sekali pak.

    • rioseto mengatakan:

      Rupanya mas Endar masih bangun dan pertama menikmati opera “intermezzo” ini! Hehe… (sudah disunting ulang). Memang begitulah opera “handbodi” alias “oli”, tak cuma di tivi juga di kehidupan sehari-hari…😀

Silakan komentar, 'like' juga oke

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: