Teknologi Saku 1: Portabel, Kecil, Ringan, Hemat Energi

TR-63_all

Gara-garanya Sony, sebuah perusahaan elektronika ternama Jepang, berpikiran bagaimana musik dan siaran radio bisa dibawa ke mana pun kita pergi. Kalau musik dan radio ingin portabel (bisa dibawa) ukuran perangkat haruslah kecil; perangkat kecil, komponen harus kecil. Mungkin idenya muncul saat menyaksikan terobosan teknologi komponen elektronika, transistor, yang jauh lebih kecil, lebih ringan, dan lebih hemat energi, dibandingkan komponen elektronika sebelumnya (tabung gelas vakum).

Sony memanfaatkan peluang itu dan membeli lisensi untuk memproduksi transistor di Jepang. Aplikasi transistor dikembangkan dan tak lama …sebuah radio saku pun lahir! Diperlukan kurang 10 tahun sejak transistor diciptakan, untuk mewujudkan impian Sony bisa membawa radio kemana-mana.

Tinggal musik. Perangkat perekam audio pita kaset Pressman yang dibuat Sony sebelumnya khusus untuk wartawan, mengilhami pembuatan perangkat serupa memutar musik yang direkam di atas pita kaset. Musik pita kaset masih banyak kita jumpai, karena kualitas suaranya yang bagus.

Itulah konsep awal Walkman! Banyak dicibir orang mana mungkin Sony mengungguli penjualan; produk hebat serupa saja laku 15,000 unit per tahun sedangkan Sony nekat membuat Walkman 30,000 unit, produk baru belum dikenal, tanpa perekam lagi! Akio Morita, pendiri Sony, sesumbar akan turun dari jabatannya kalau gagal…

fist_walkmanDi Jepang Walkman amblas, terjual habis hanya dalam sebulan! Walkman menjadi produk bestseller (laku keras) di dunia, permintaan mengalir deras. Tidak tanggung-tanggung, 50 juta unit Walkman berhasil terjual dalam 10 tahun, atau sekitar 550 unit per jam. Luar biasa.

Impian ke dua Sony membawa-bawa musik, menjadi kenyataan.  Teknologi berkembang terus, kini tidak radio, audio, dan musik, tetapi gambar, tivi, dan video/film, juga sudah bisa dikantungi! Terimakasih teknologi digital, yang perlahan-lahan mulai menggeser dan mengambil alih teknologi analog seperti pita kaset musik pada Walkman. Sekarang sudah banyak saingannya (kenal iPod?).

Intinya, berita bagus buat kita, tidak harus dan tidak perlu menemukan teknologi sendiri. Manfaatkan teknologi dan kembangkan jadi trendsetter, itulah penting. Kreativitas!

Kata kunci besarnya, portabel, kecil, ringan, hemat energi… kata kunci kecilnya, sentuhan emosi/kosmetik seperti bentuk, warna, ornamen (hiasan, dekor), dan spesifik (unik, pribadi, custom).

Fungsi? Minimum saja cukuplah, Walkman tanpa perekam laku juga ‘kan? Untuk bisa laku dikenal istilah dalam ekonomi market push (mendorong pasar untuk mau menerima produk kita; kebalikannya market pull, pasarnya ada produknya belum). Rupanya kita dituntut kreatif juga dalam menjual… .

Teknologi saku ternyata dapat diberlakukan umum pada produk IT lainnya (telepon seluler, kamera, komputer). Satu saja yang kurang dari produk berteknologi saku, untuk memilikinya terkadang harus merogoh saku lebih dalam…

😀

Tagged with: , , , , , , , , , , , , , ,
Ditulis dalam Tak Berkategori
5 comments on “Teknologi Saku 1: Portabel, Kecil, Ringan, Hemat Energi
  1. elfaridi mengatakan:

    nah posting yang memberi inspirasi.. nice to meet you

  2. endar mengatakan:

    inovatif sekali perusahaan dari jepang ini. semoga bisa memberikan inspirasi kepada kita semua agar kita bisa lebih maju lagi.

    • rioseto mengatakan:

      wirausaha sejati berangkat dari modal keyakinan dan kekuatan marketing, dan keberanian (nekat?) mengambil risiko meski belum jelas profitnya

  3. […] transistor sejak ditemukannya pada tahun 1947. Cerita transistor radio saku Sony di posting “Teknologi Saku (1)” kemarin, tampak seperti “raksasa” dibandingkan transistor sepuluh tahun kemudian, dan […]

Silakan komentar, 'like' juga oke

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: