Teknologi Saku 2: Dampak Miniaturisasi Komponen Transistor

computer_proj1Gelombang miniaturisasi melanda produk IT seiring perkembangan teknologi miniaturisas komponen transistor sejak ditemukan tahun 1947. Cerita transistor radio saku Sony di posting “Teknologi Saku (1)” kemarin, tampak seperti “raksasa” dibandingkan transistor sepuluh tahun kemudian, dan transistor ini berganti jadi raksasa dibandingkan ukuran transistor teknologi terkini.

Hebat sekali prestasi teknologi pengecilan dimensi komponen transistor yang telah dicapai dalam waktu relatif singkat (50-60 tahun).

Sebagai perbandingan betapa kecil dimensi transistor sekarang, ke dalam kepala sebuah jarum pentul bisa dimuat 200 juta transistor, sedangkan harganya, tolong bantu hitungkan, satu transistor sama dengan harga tinta satu huruf di posting blog ini kalau dicetak. Wow… lalu apa yang bisa diperbuat dengan transistor sebanyak itu?

Banyak! Semakin banyak transistor, produk berarti semakin canggih. Teorinya semua fungsi produk IT yang kita kenal selama ini seperti komputer, kamera, telepon seluler, radio, tivi, musik, video, bisa masuk dan diintegrasikan jadi satu. Iya, jadi sebuah produk saja! Istilah kerennya, konvergen. Kita sudah menyaksikannya sejumlah fungsi kini menjadi kelengkapan standar atau pun tambahan komputer dan telepon seluler: kamera, perekam audio, perekam video, penutar musik, radio, video, …ada lagi?

Tidak berhenti di situ, komputer juga diinginkan bisa masuk saku, kalau perlu dengan perangkat kelengkapannya keyboard dan layar monitornya sekali! Wah, wah. Meski produk belum dipasarkan, namun sejumlah prototipe sudah mulai mejeng di ajang pameran produk elektronika internasional. Lihatlah gambar di bawah ini.

computer_projected2
Tarik kaki satu ke sana, yang satu lagi ke sini, tekan tombol, gambar keyboard disorot, gambar layar monitor diproyeksikan, voila… jadilah komputer. Demikian juga gambar utama di atas. Wow, komputer benar-benar bisa masuk saku!

Inovasi dan kreativitas dalam desain sangat menonjol di sini. Entah berapa harganya, jangan-jangan yang bikin mahal justru desainnya itulah. Sangat boleh jadi, berapa ‘sih harga sebanyak-banyaknya tinta untuk komponen elektronika? Bukan main, ya.

Kita tidak bisa membayangkan ke depan, produk apa saja yang bisa dibuat dengan ratusan jutaan transistor yang nyaris mendekati 1 milyar itu!  Sepertinya semua bisa dibuat, … sejauh-jauh imajinasi kita. Nothing is impossible, impossible is nothing!

Untuk pengetahuan kita saja, Intel Core 2 Duo 291 juta transistor (2006), AMD K10 463 juta (2007), Power6 IBM 789 juta (2007), GT200 NVIDIA 1,4 milyar (2008), Intel Atom 47 juta (2008), dan Pentium4 42 juta (2000).

Di posting mendatang akan coba kita lihat pengaruh desain pada produk IT ini terhadap harga…

😀

update:
Mungkin bukan hal baru, saya baru saja melihat jam di pergelangan tangan kita itu kini bukan sekedar penunjuk waktu lagi. Ada catatan kesehatan kita (yang terhubung ke rumah sakit/dokter), ada catatan posisi di mana kita berada. Menarik, sayang tidak keburu dipotret…

Tagged with: , , , , , , , , , , ,
Ditulis dalam Tak Berkategori
6 comments on “Teknologi Saku 2: Dampak Miniaturisasi Komponen Transistor
  1. syafrizal.d berkata:

    kirim dong

  2. endar berkata:

    kepraktisan memang selalu dicari. seiring berjalannya waktu peralatan menjadi semakin praktis. iya ya kapan nih Indonesia bisa menjadi produsen produk-produk yang unggul

    • rioseto berkata:

      dalam bidang agro Indonesia (seharusnya) unggul, dalam IT “keras”, iya, ya, kapan? (untuk IT “lunak”, programming, kita diam-diam sudah ekspor.)

  3. romailprincipe berkata:

    Semakin portable, semakin efisien dan memandu orang-orang hidup lebih baik ya pak?Indonesia kapan nih jadi pencipta atau produsen?

    • rioseto berkata:

      Mari berdoa semogalah begitu; teknologi itu ibarat pisau, bisa berdampak baik, bisa buruk, bergantung kepada orang yang memegangnya bukan? Indonesia jadi pencipta atau produsen? Kuncinya sederhana, itikad baik dari pemerintah; kita itu cerdas dan berbakat lho…

Silakan komentar, 'like' juga oke

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: