Teknologi Saku 4: Keyboard Masa Depan…

Setiap komputer tentu memerlukan papan-ketik (keyboard). Untuk komputer yang suka dibawa-bawa keyboard sudah menyatu, tidak ada masalah. Untuk keyboard lepasan? Jangan harap bisa masuk saku.

Keyboard ukuran saku sukar dibuat karena dibatasi dimensi jari-jemari kita. Agar masuk saku harus dicari akal seperti desain di posting lalu. Gambar keyboard diproyeksikan ke atas meja dan kita tinggal mengetik saja. Selesai, keyboard di”padam”kan dan proyektor masuk saku.

Enak juga kalau mejanya datar, kalau tidak, repot. Dibuatlah keyboard di atas kain yang bisa mengikuti permukaan dan kalau sudah, digulung dan masuk saku. Boleh juga idenya. Bagaimana kalau keyboard diperkecil sedikit lalu diikat di lengan bawah?  Mengetik pakai tangan yang bebas dan untuk menggerakkan mouse pakai jari di tangan yang ada keyboardnya. Saku? Ya, dibuat di lengan itu sajalah…

Paling enak keyboard ditiadakan. Itulah yang sedang dikembangkan. Kita bisa menggerakkan jari seolah-olah sedang mengetik. Sebuah alat bantu yang terpasang di kedua tangan mengamati gerakan jari dan lama kelamaan alat jadi pintar, dan tahu karakter apa yang sedang diketik. Lebih hebat lagi “selubung” keyboard di kepala. Mengetik teks di layar komputer cukup hanya melalui pikiran saja! Wow… asyik kalau bisa.

Begitu impiannya. Tanpa keyboard bukan sesuatu yang mustahil. Kalau benar jadi kenyataan, kita mungkin akan kehilangan satu unsur penting, unsur emosional berupa  sentuhan tombol dan bunyi klik! Sentuhan dan bunyi sudah begitu menyatu dengan perasaan kita, layaknya irama genderang yang mengiringi dan menyemangati kita saat bekerja. Tanpa sentuhan dan bunyi, mengetik jadi garing.

Untuk sekarang biarlah memakai teknologi keyboard “kuno” saja dan kembangkan habis agar praktis. Cetak di atas celana! Untuk para pria urusannya mudah, kelak juga terbiasa dan tak malu mengetik di atas celana, maksudnya pada saat menekan [Space Bar]. Bunyi …klik?

Untuk perempuan? Wah, sulit dan rumit mencetak di atas gaun atau rok. Satu keyboard yang diciptakan Jepang sungguh unik dan menjadi bagian dari seni mode/fesyen.  Ukuran tidak standar dan dibuat menyesuaikan pemakai sehingga harus dipesan dulu, dan untuk mengetik teks perlu meminjam tangan orang lain seperti ini… 😀

Tagged with: , , , , ,
Ditulis dalam Tak Berkategori

Silakan komentar, 'like' juga oke

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: