Teknologi Saku 5: Monitor Saku?

Posting lalu membedah upaya keras produsen untuk bisa memasukkan keyboard ke dalam saku, dan kalau tidak bisa, cukup menempel di celana saja atau baju…

Layar monitor tak mau kalah; sedemikian kecilnya hingga kita tidak tahu untuk apa. Interaksi terjadi bolak-balik antara produsen dan kita sebagai pemakai, di mana kehadiran produk baru diharapkan menumbuhkan kreativitas pemakai menciptakan berbagai produk IT yang belum terpikirkan sekarang. Mau dijadikan kamera super miniatur yang bisa menelusuri berbagai bagian dalam tubuh manusia sambil merekam foto? Bisa. Wow.

Atau, dijadikan susuk ditanam di bawah permukaan kulit? Untuk membuat catatan kecil atau jadi layar telepon seluler di lengan? Bisa. Atau diproyeksikan ke kaca mata (dan kaca depan mobil)? Bisa, dan yang lebih ekstrim lagi, menjadi bagian dari lensa kontak! Benar?

Benar. Kalau sudah begini semua itu mungkin; yes, nothing is impossible. Produk IT seperti komputer, telepon genggam, kamera … nantinya seperti pakaian alias fesyen. Tinggal pakai. Hands free! Wireless! Wow.

Kita jadi wireless? Pakaian bisa terhubung ke internet? Wah, asyik juga. Nantilah kita lihat. Bersiaplah berpikir dari sekarang bagaimana bisa mengambil keuntungan/manfaat sebesar-besarnya kalau produk itu ada nanti.

Sementara kita bedah layar monitor untuk membaca teks dulu. Produk ini segera diluncurkan tahun depan ke pasar dunia termasuk Indonesia, tentunya. Beberapa istilah dipakai bagi produk IT ini, e-paper atau e-reader. Ada yang warna, ada yang belum.

Kapasitas muat informasi e-reader bervariasi, sekitar 10.000 halaman atau sekitar 40 kg (A4, 80 gram), bahkan lebih. Berapa buku itu, ya? Anak-anak siswa dan mahasiswa beruntung, lebih cepat pintar karena gurunya ada dua, yang di depan kelas dan di dalam e-reader, kalau dilengkapi suara. Mudah melengkapi e-reader dengan suara, animasi, dan video.

Bisa ditulisi? Tentu, satu produsen sudah mendahului (lihat gambar, kanan). Ada warna, bisa ditulisi. Belum ada nama, tetapi nama e-reader tentunya tidak cocok. Mungkin e-RW-er (bace ‘ewer-ewer’, reader and writer)? Seperti di harddisk atau CD itu, ya. Itulah hebatnya kemajuan miniaturisasi transistor, satu komponen kecil elektronika, yang sanggup dibuat lebih kecil dari ukuran bakteri(!). Komponen ini andalan semua produk IT yang kita saksikan sekarang dan yang akan datang.

Kalau harga sudah terjangkau, anak-anak generasi berikutnya tentu tidak perlu lagi menggendong ransel yang berat itu, sarat dengan buku pelajaran dan buku tulis untuk mencatat.  Semogalah cepat terwujud…

😀

Tagged with: , , , , , , , , , , , ,
Ditulis dalam Tak Berkategori

Silakan komentar, 'like' juga oke

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: