Teknologi “Stres”

Asesoris penuh sensor dengan lampu untuk menyatakan kondisi emosi si pemakai...

Teknologi stres, ah, mana ada? Hanya sebutan saja ‘kok, hasil pengembangan teknologi biometrik. Teknologi biometrik bukan hal baru. Kita pernah mengenal ECG (electrocardiogram) dan detektor kebohongan (lie detector), perangkat yang dirancang khusus untuk menangkap sinyal-sinyal yang keluar dari tubuh kita. Emosi, mempengaruhi intensitas sinyal yang dihasilkan tubuh, kemudian ditangkap sensor di perangkat. Sinyal ini direkam kemudian dikaji, apakah kita sehat (ECG) atau apakah kita jujur (lie detector).

Selain mengetahui kondisi tubuh luar dan dalam melalui emosi, dikembangkan perangkat lain yang membantu menurunkan emosi hingga kita menjadi lebih relaks. Ini yang pokok.

Mengapa relaks penting? Prestasi berpikir mencapai puncak kalau kita relaks, tidak emosional. Konsentrasi penuh seorang juara dalam olahraga, pengambilan keputusan tepat ketika bertransaksi dagang, mencari inspirasi, dan lain-lain, menuntut kondisi relaks.

Hebat, lalu mengapa tidak menghadirkan teknologi biometrik, atau teknologi “emosi”, atau teknologi “relaks” ini ke rumah?

Itu yang sedang dipikirkan Philips, produsen global terkenal,  sebagai pionir terobosan aplikasi teknologi. Keinginan sehari-hari kita seperti belajar, mencintai (dan dicintai), ingin merasakan, awalnya datang dari dorongan emosi.  Telepon seluler kita yang sudah canggih belum terpikirkan untuk memasukkan dan melengkapi alat pendeteksi emosi sebagai bagian dari telepon. Kondisi emosi pengguna telepon dapat ditebak baru dari nada dan cara berbicara saja atau ketikan sms (wah lagi sewot ‘nih, huruf gede semua, hehe… benar ‘gitu?).

Beberapa tahun silam ada sebuah permainan (game) yang berkaitan dengan emosi. Game “Relax to Win” ini dimainkan di telepon seluler. Seekor naga muncul di atas layar; naga akan bergerak, berjalan, berlari, atau terbang, bergantung dari tingkat relaksasi kita. Jari kita menjepit sebuah alat kecil yang dipenuhi sensor dan memancarkan sinyal ke telepon seluler. Kalau naga berhasil terbang berarti kita benar-benar sedang dalam kondisi relaks.

Relaks habis, ‘uh nyamannya!

Ide berkembang lebih lanjut dengan mencoba mengintegrasikan sensor biometrik ke tekstil untuk pakaian atau gaun, dibuat asesoris, atau ditanam di bawah kulit menjadi semacam tato digital. Ungkapan emosi di gaun atau asesoris dialihkan ke terang-gelap nyala dan warna lampu. (Demo.) Tato akan muncul ke permukaan kulit seiring emosi lembut penuh cinta.

Lihat 2 asesoris di samping, bukan sembarang asesoris karena menunjukkan emosi pemakainya. Asesoris cantik; dari wajahnya, sepertinya sedang relaks? (Kita yang stres lihat pemakainya!)

Nah kalau emosi sedang “naik” atau sedang stres berat, ada satu perangkat yang dapat membantu menuntun kita lebih relaks. Mainkan sepasang bola khusus ini di telapak tangan; perubahan gerak gelinding bola dan keredap-keredip lampunya yang semula tidak beraturan menjadi teratur, menunjukkan bahwa kita sedang menuju ke kondisi lebih relaks.

Relaks, relaks, relaks…

Sumber gambar: Philips  

Tagged with: , , , , , , ,
Ditulis dalam Tak Berkategori
3 comments on “Teknologi “Stres”
  1. Agus Purwoko mengatakan:

    Adakah pakaian yang bisa nyembuhin sakit hati? He.he…

    • rioseto mengatakan:

      perkenalkan ini baju anti-sakit-hati, “design and manufactured in Purworejo” by mas Pur (sarung blong dan peci keresek). Hehe..

  2. […] pakaian yang indah dengan menyatukan material tekstil dan komponen elektronika; di “Teknologi Emosi“, selain indah pakaian juga dilengkapi sensor emosi si pemakainya. Sekarang, pakaian bisa […]

Silakan komentar, 'like' juga oke

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: