Proses Monetisasi

Namanya saja monetisasi, urusannya apalagi kalau bukan “money”. Lha kalau mekanisme aliran pertukaran barang dan uang tidak difahami betul, terlebih bisnis dijalankan online yang serba maya alias virtual, wah berabe, maunya untung bisa-bisa malah jadi buntung! Jangan dong.

Secara kasar proses monetisasi dapat dimodelkan oleh diagram sederhana seperti ini,

Diagram sudah bisa cerita sendiri ya, tidak perlu dijelaskan lagi. Kita coba menyimpulkannya saja. Warna “biru” adalah aliran informasi, warna “merah” aliran uang, “abu-abu” aliran barang.

Dari sini kita tahu, “merah” (uang) adalah akibat “biru” (informasi).  Kepandaian menyampaikan pesan (iklan) dan melayani peminat, berpeluang menghasilkan transaksi. Istilah “cari uang” keliru dan perlu dikoreksi “cari ilmu menjual produk dan menarik peminat”. Uang itu akibat.

Metoda ini sudah diterapkan lama oleh tukang obat jadul. Hehe, mungkin tidak semua mengalami. Orangnya bertampang seram, berteriak dengan suara keras dan lantang di tengah lapang (alun-alun) atau di kaki-lima, menjajakan produknya (obat). Itulah informasi yang disampaikan melalui kepandaian berbicara, berorasi atau berpidato, yang berapi-api untuk menarik perhatian (lalu membeli). Dalam pemasaran ini dikenal dengan istilah power of mouth (“sakti”nya mulut). Biar lebih heboh ada pertunjukan sulap dan ular juga. Gratis.

Sekarang metoda jual obat di alun-alun masih tetap sama; yang berbeda media dan teknologinya. Alun-alunnya seluas dunia, pengunjungnya dari mana-mana. Teriakan diganti ketrampilan menulis, kepandaian berbahasa, kepandaian beretika, kepandaian melayani dan menyenangkan pengunjung (blogwalking). Ular dan sulap diganti iming-iming beraneka bentuk gratis seperti tutorial, e-book, keanggotaan/membership, .. dst., dst.

(update) — Gratis adalah daya pikat ampuh untuk mengikat kita mau datang lagi, belanja lagi, dan belanja lagi. Repeat order, belanja ulang! Memang begitu bisnis itu dan kita kustomer samasekali tidak berkeberatan selama dilayani dengan baik, produknya bagus, informasinya jujur tidak menipu, serta pengirimannya lancar.

Keduanya sama-sama raja alias king! Content blog is king, customer is king! Membangun kondisi untuk saling membutuhkan dan saling mengisi, merupakan prasyarat terciptanya monetisasi.

Kayaknya monetisasi blog jadi deh.

Tentu saja ada pengetahuan tambahan lainnya melengkapi “si tukang obat”, antara lain trampil melakukan transaksi finansial dengan bank dunia maya seperti PayPal di atas itu.

Selamat berakhir pekan. Salam,

😀

Tagged with: , , , , , ,
Ditulis dalam Tak Berkategori
22 comments on “Proses Monetisasi
  1. feb711 berkata:

    Ngerti sih.. tapi bingung,he.. maklum masih pemula,he
    masih biasa blognya jg..
    By: http://www.feb711.wordpress.com

  2. ghandhi berkata:

    BARI LIHAT JUGA ISTILAH BARU MONETISASI, BOLEH TIDAK SAYA PROMOSI WEB REFERAL SAYA DI SINI. BUAT BAGI-BAGI KESEHATAN KESEJAHTERAAN DA PERSAUDARAAN AJA.

    TERIMA KASIH DAN CINTA
    GHANDHI
    http://www.huadongteam.com/?m=join&id=ghandhi

    • rioseto berkata:

      tentu saja boleh, saya sudah lihat linknya, saya sudah lihat situsnya, mudah-mudahan bisnis mas Ghandhi cepet gue..dee! Sukses!
      😀

  3. rey berkata:

    wah semuanya sudah pada paham ya. kayanya cuma saya aja yang masih bingung……harus belajar lebih banyak lagi..semangaaaaaat……

    • rioseto berkata:

      haduh mas rey, perlu saya bantu apa biar berani (belajar) bisnis? sepertinya saya sudah pakar, ha.ha.ha ‘ndak percaya kalau jam terbang saya masih nol besar? serius.

      saya baca-baca dulu, belajar dulu, dicerna dulu, baru coba. tidak pernah berharap sekali jadi, pasti ada gagalnya, tidak apa-apa, anggap saja bagian dari proses pencerdasan.
      😀

  4. Zico Alviandri berkata:

    Mantap.. mantap penjelasannya :D. Baru denger nih monetisasi. Baca ini jadi pengen nyoba bisnis di dunia maya 😀

    • rioseto berkata:

      Kenapa tidak? Saya juga baru mulai dan sepertinya mengasyikkan ‘deh. Tetapi saya mencoba melawan arus, medan tempurnya saya pelajari dulu biar lebih yakin dan mantap.

      Ayo mas Zico, kita keroyokan yuk!
      😀

  5. rioseto berkata:

    mas Adit mau visa? (1) minta ke saudara/teman yang punya visa untuk membuat kartu tambahan atas nama mas Adit (2) cari informasi ke Customer Service bank BNI dan Mandiri, kota Madiun itu gede lho (3) klik MasHengky, atau klik “MasHengky Bisnis Online” di blogroll di atas. Beliau sangat membantu; beliau juga tahu persis bank2 di indonesia yang bermitra dengan PayPal.

    visa berhasil! 😀

  6. aditya berkata:

    Satu-satu nya kelemahan saya untuk monetiz adalah visa……susah bgt buat rekening itu di madiun…..lagian paypal belum support bank lain kayaknya

    • Manginfera.Com berkata:

      Sekarang kan banyak yang pake VCC mas…
      alias virtual credit card…
      Banyak kok…

      Buat Pak Rio
      Betul-betul menggugah semangat nih…
      Saya tunggu kabar baik aja deh….

      Salam 🙂

      • rioseto berkata:

        @Manginfera … betul ada banyak penyelenggara verifikasi PayPal untuk mereka yang tidak memiliki kartu kredit Terimakasih banyak masukannya, mas!

        @Aditya, silakan pilih. Kebetulan saja saya kenal mas Hengky, jadi dirujuk ke sana.

        Hidup bisnis online! Wah jadi seru dan menarik ‘nih ajang bisnis kita, ya.

  7. Teguh Aditya berkata:

    hualah.. ko pake paypal.. kalau yang bayar minta refund gimana tuh..

    • rioseto berkata:

      di indonesia ‘sih tak perlu PayPal; dalam bisnis sejati, kembali barang ya kembali uang; barang kembali uang tidak, kita bodoh sekali mau menukar sebuah kehormatan atau nama baik demi uang tak seberapa; sekali disebar di forum, tamatlah riwayat kita.
      😀

  8. Cerita Inspirasi berkata:

    mantaaap… ^^ he.he.. gw juga pake siklus itu kalo pas jualan design web apa handicraft Bali ke luar..

    • rioseto berkata:

      terimakasih mas Joddie atas kesaksiannya, komentar ini sangat membantu dan penting diketahui pemula; bukan “katanya” lagi, hehe.. saya sendiri belum coba.
      😀

  9. aku juga coba2 menghasilkan dollar dari blog
    mayaaaan deh untuk nutupi biaya internet

    • rioseto berkata:

      biaya internet tertutup, berkembang lagi bisnis blognya jadi biaya makan tertutup, terus biaya kesehatan tertutup, dan biaya wisata senang-senang tertutup… kita semua senang.
      😀

  10. Bundapreneur berkata:

    Mampiiiiirrrr…….long time no see yah…ada yg berubah nie dari aura tulisan mas Rio…..setuju, monetasi di dunia maya memang menarik. Datangnya uang bukan saja karena interaksi sempit, tapi melampaui batas wilayah. Apapun memiliki peluang dimonetasi

    • rioseto berkata:

      waduh senang ketemu Bunda, ke mana aja? Sibuk motivasi terus, kemarin itu jalan-jalan tengok ‘preneur’nya Bunda, sudah ada? Setuju Bunda apa saja berpeluang monetisasi, tinggal kita, mau ‘ndak mengolahnya ya.
      😀

  11. HumorBendol berkata:

    hehe…Muantaps poll bro….
    Ini nih yang lagi dipelajari
    hehe…..
    Makasih bro…

    • rioseto berkata:

      hei jangan muji terus… nanti kita berdua jadi lupa;
      kasih keterangan dong, apa saja kek, yang jelek2, biar kita perbaiki untuk ke depan.
      terimakasih mas Bendol!
      😀

Silakan komentar, 'like' juga oke

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Translate • Terjemahkan
Foto Minggu Ini
Boneka Jepang Geisha

Belajar memotret boneka dengan lampu kilat

%d blogger menyukai ini: