Long Tail 1-Intro

Long tail alias “ekor panjang”. Bukan barang baru, istilah long tail sudah dikenal lama dalam dunia statistika. Sekarang mari kita coba memahami, dan cara menerapkannya, di dalam blog kita. Nikmati video klip berikut “Long Tail – Apa dan Cara Pakai” sebagai awal pembuka pikiran dari 4 seri posting long tail.
__

Terjemahan bebasnya seperti ini (kira-kira, hehe… ):

    Hai, nama saya Marc, selamat datang di ezinearticles.com.

    Hari ini saya akan menunjukkan bagaimana posting kita bisa mendekat ke posisi puncak pencarian, dari pengunjung yang memang sedang mencari produk atau jasa yang sama persis seperti yang kita tawarkan.

    Topik video kali ini adalah tentang ‘Long Tail‘, apa long tail itu, bagaimana cara memakainya, dan bagaimana cara menerapkan di blog untuk keuntungan kita.

    Kalau kita sempat belajar statistik mungkin pernah mengenal kurva distribusi long tail ini. Kurva memperlihatkan “ekor” yang relatif sangat panjang dibandingkan “kepala”nya.

    Kurva ini merupakan gejala peristiwa atau kejadian yang kita alami sehari-hari. Kalau kustomer dihadapkan pada pilihan yang sangat banyak, mau ini ada, mau itu ada, dia merasa seakan semuanya tersedia. Inilah yang terjadi di internet. Terbuka pilihan nyaris tidak terbatas, apa pun yang diingini ada atau tersedia.

    Kita menulis artikel di blog agar dibaca orang. Lebih senang lagi kalau dibaca banyak orang. Bukankah itu berarti harus memasarkan artikel ke pasar (internet)? Agar artikel bisa ditemukan di pasar perlu kunci, kata atau ungkapan tertentu yang disesuaikan dengan sasaran pasar, yang melebar, atau, yang menyempit, tajam , terarah (disebut ‘celah’, ‘ceruk’, atau ‘niche‘).

    Pasar melebar di mana semua serba ada, terletak di bagian “kepala” kurva. Perlu kunci satu kata atau ungkapan saja. Gara-gara ini permintaan dan persediaan konten berlimpah, sifatnya terlalu umum (generik), daya saing atau kompetisi sangat keras karena semua ingin bisa tampil di depan. Sasaran menjadi tidak jelas; yang terlihat dan ditawarkan belum tentu yang diperlukan, begitu juga kebalikannya.

    Di “badan” kurva (bagian tengah), sasaran lebih jelas karena pasar mulai dipersempit. Daya saing atau kompetisi ada tetapi berkurang karena jumlah yang menawarkan dan memerlukan lebih sedikit. Sasaran pasar dipenuhi 2-3 kata atau ungkapan kunci.

    Di bagian “ekor” yang panjang ini, sasaran sangat jelas karena pasar dipertajam. Kustomer yang datang ke pasar ini benar-benar hanya mencari konten-konten khusus atau spesifik. Daya saing atau kompetisi sudah sangat berkurang karena yang menawarkan dan memerlukan jumlahnya terbatas (sangat sedikit). Sasaran pasar dipenuhi oleh 4 atau lebih kata kunci!

    Artinya? Kalau kita menulis artikel berbasis long tail dengan sasaran pasar ‘esklusif’ atau ‘fokus’, sangat besar peluangnya blog kita menempati posisi teratas dalam proses pencarian! Mereka mudah menemukan kita dengan bantuan 4 atau lebih kata kunci.

    Ini contohnya. Misalkan kita penulis artikel yang berkaitan dengan “weight loss” (menurunkan berat badan). Ini ungkapan tunggal; posisinya di “kepala” kurva. Proses pencarian dengan kata ini menghasilkan 75-100 juta konten, bergantung mesin pencari. Menempati posisi atas? Coba saja siapa tahu beruntung dengan peluang menang sangat tipis, 1/100 juta!

    Mungkin kita berharap artikel bisa ditemukan di “badan” kurva melalui kata pencari “weight loss for men” (menurunkan berat badan untuk pria). Hasilnya belum menggembirakan. Persaingan masih sangat ketat sekitar 30 juta. Kalau kita persempit lagi dengan membuat artikel di bagian “ekor” (yang panjang itu) dengan ungkapan kunci, misalnya, “organic food to help men under 30 loss weight” (makanan organik untuk membantu menurunkan berat badan pada pria berusia di bawah 30), hasilnya sekitar 100-200 ribu. Jauh lebih baik.

    Masalahnya, bagaimana mengetahui atau menduga kata atau ungkapan pencari yang diketikkan kustomer? Paling baik adalah memposisikan atau menempatkan diri kita sebagai kustomer. Cari kata apa kira-kira yang akan diketik mencari konten yang diperlukan. Teruskan, perhalus kata-kata yang mungkin muncul dan terpikirkan kustomer. Kumpulkan temuan ini dan jadikan pustaka long tail andalan di dalam menyusun artikel nanti!


Break! Video baru separuh jalan, silakan nonton sampai habis. Sisanya adalah penggunaan program bantu untuk mendapatkan kata-kata long tail tadi mengingat jangkauan pikiran kita terbatas. Terlalu lama menunggu ilham datang esok lusa. Nantikan lanjutannya.
__
Long tail ternyata tidak sesukar yang kita pikir ya. Kita sekarang tahu mengapa konten blog harus fokus dan orisinil. Blog bisa jadi besar menerapkan long tail, seperti ikan paus yang badannya gede karena memakan biota laut plankton. Kecil-kecil, tetapi banyak!

Seusai nonton jangan lupa kasih komentar di bawah, oke.

😀

Tagged with: , , , , , , , , , , , , ,
Ditulis dalam Tak Berkategori
22 comments on “Long Tail 1-Intro
  1. RumahTerjemah.com mengatakan:

    Terims bro infonya

    • rioseto mengatakan:

      sama-sama… saya sudah kunjungan balik, masih dibenahi situsnya biar bagus ya. situs ini berguna sekali, khususnya yang bahasa inggeris; usul, bahasa mandarin juga dong. 😀

  2. Lex dePraxis mengatakan:

    tulisannya mantap, thanks for sharing!

    Salam kenal yah.

    Lex dePraxis
    Unlocked!

    • rioseto mengatakan:

      terimakasih, salam kenal kembali Lex dePraxis, blognya sudah saya kunjungi. Bagus! sudah lihat juga tulisannya di Kompasiana, wow, top n pop! senang bisa berkenalan, salam,😀

  3. […] tips, ungkapan by rioseto __ Long tail alias “ekor panjang” ini adalah lanjutan Long Tail 1-Intro yang di posting sebelum ini. Menarik, ya! Berikut adalah terjemahan klip video tersisa, membahas […]

  4. aa mengatakan:

    wah tambah ilmu nih….
    makasih atas infonya tentang seo ya…….

  5. ade uny mengatakan:

    long tail itu penting gag buat blog???/
    ade masih bbingung sama long tail…..
    soalnya baru denger buat pertama kali ini….

    • rioseto mengatakan:

      begini adik ade “power of girl” uny, tentu long tail penting sekali buat blog, kalau mau muncul di halaman pertama mesin pencari; saran saya, ada baiknya pelajari dulu komentar kakak-kakak di atas ya, khususnya dari mas wahyu dan mbak peri01. Ayo coba dulu. Oke? Salam,😀

  6. peri01 mengatakan:

    lagi2 saya tidak mengerti😦

    • rioseto mengatakan:

      mbak peri01, blognya jauh lebih mudah ditemukan kalau ada di halaman pertama mesin pencari. Untuk menempati posisi itu, orang perlu mengetikkan 4 kata kunci atau lebih (istilahnya, long tail); peri01 harus sering memakai kata-kata yang diperkirakan akan diketikkan orang di dalam sajak peri01 (yang cantik itu). (ini contoh karangan saya saja: sajak, puisi, cinta, sayang, rindu, emosi, patah hati, benci, persahabatan, keluarga, mesra… dst.). coba deh..

  7. rioseto mengatakan:

    @wahyu: ‘ndak susah-susah amat ‘kok, buat 1 blog lagi untuk eksperimen, tentukan tema fokus misalnya sosial); pilih judul blog sesuai tema, ambil dan seleksi sejumlah posting dari blog lama, ubah dan sunting ulang konten sesuai tema, terapkan kata-kata berkaitan sosial sesering mungkin di semua posting seperti masyarakat, budaya, adat, cerdas, karakter, makmur, miskin, sengsara, pembangunan, desa, … dst.; jadikan tag pustaka kata ini biar mudah dikenali mesin pencari.

    jadi deh! bersabar, amati apa yang terjadi. selamat bereksperimen…

    (kata long tail di blog ini termasuk baru, ada 2 posting; coba test “long tail”, “long tail intro”, di google dan yahoo indonesia.)

  8. Agung Pushandaka mengatakan:

    Saya malah baru tau tentang istilah long tail dari sini.

    Kalau saya prbadi sih, hal-hal berbau teknis seperti itu ndak mengerti banget. Tapi saya setuju dengan alenia terakhir anda, bahwa konten sebaiknya fokus dan orisinil. Cuma untuk yang fokus ini saya blum bisa, karena blog saya blog umum. Hehe.

    • rioseto mengatakan:

      sekarang sudah mengerti ‘kan ya mas Agung, tinggal dicoba saja, ‘ndak ada bau-bau teknisnya, hehe… ayo coba deh, menarik ‘kok. salam,

  9. David Khoirul mengatakan:

    Betul juga, mas Rio. Kata kunci buntut panjang merupakan salah satu strategi efektif.

    • rioseto mengatakan:

      susahnya, kita harus belajar jadi tukang ramal, menebak kata dan susunannnya yang keluar dari kustomer; ada komentar “spam” iklan (tidak berbahaya?), ‘kok bisa nyelonong dan link ya. (bisa bantu menaikkan trafik? mau lihat ah, sengaja tidak dihapus.)

  10. wahyu mengatakan:

    ooo long tail : kata kunci yang panjang2 gitu maksudnya kira2 pak? hmmm

    • rioseto mengatakan:

      bukan kira-kira lagi, memang demikian mas Wahyu; coba test kata ini, “seo”, “belajar seo”, “eksperimen seo”, “eksperimen seo kata kunci”, lalu lihat posisi blog ini, juga link ke blog ini di halaman 2, dan jumlah konten yang ditemukan mesin pencari. siip, ya mas Wahyu! (hehe.. kok tahu nama si anak? betul)

      • wahyu mengatakan:

        wah pencarian untuk keyword “eksperimen seo” bagus pak serp nya. di halaman pertama euy… mantap! ajarin dong🙂
        katanya sebagai keluarga besar sma tn kita g boleh apatis hehe, jadi setidaknya tau walau sedikit.🙂

  11. […] Read more…Related PostLong Tail 1-Intro « rioseto's blogBerat Badan, Masalah Sensitif Remaja | Tangerang OnlineVitens | Obat Herbal IndonesiaThromboost | Obat Herbal IndonesiaSurgaram | Obat Herbal Indonesia Category: Menurunkan Berat Badan, Weight Loss, kesehatan, tips Post Tags: a-atau-ungkapan, a-long-tail, a-saing-atau, ekonomi, hello-world-indonesia-me, knowledge, search, seo, social-nbspbookmarking, strategi Cancel Reply […]

  12. […] Selengkapnya Kategori tulisan: Menurunkan Berat Badan Post Tags: a-atau-ungkapan, brainstorming, knowledge-pengetahuan, long-tail-nbsp1-intro, marketing, pengetahuan, search, strategi, tutorial Cancel Reply […]

Silakan komentar, 'like' juga oke

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: