Belek-Beli, Keunggulan Itu.. Kelemahan!

Artikel “Mama… beliin maenan ‘belek-beli’* dong” (*maksudnya Blackberry, ‘Barackberry’ juga oke) mengindikasikan  transisi dari era ‘Informasi‘ ke era ‘Pengetahuan’ yang berlanjut nanti ke era ‘Intelejen’.

Kehadiran ponsel, komputer, dan jejaring (network), menghubungkan kita dengan setiap penghuni lain di bumi ini, bahkan juga ke segala aktivitas serta properti kita.

Setiap perubahan tak terkecuali teknologi informasi, akan selalu diikuti dampak baik dan buruk. Sisi baiknya kita tahu; sisi buruknya, semua gerak-gerik termasuk properti (baca, uang) kita bisa diketahui oleh orang lain yang tak berhak atau berwenang. Kita “telanjang”, terbuka, kelihatan semua. Tak ada kebebasan pribadi atau privasi lagi.. .

Kemajuan teknologi IT berbalik malah menjadi kelemahan.

Banyak orang berbangga berkirim email melalui ponsel hi-tech yang ditutup dengan “sent from my Blackberry®”.  Tak disadari “stempel” adalah iklan yang menumpang gratis di setiap email, …he.he. Ada berapa juta email setiap hari? Teknik marketing jitu yang pantas ditiru!

Lebih parah lagi email yang dikirim dari ponsel ada yang mencatat di satu tempat di luar sana. Kita tidak bisa mencegah selain berdoa dan berharap semogalah email tidak dibaca.

Benarkah kemajuan atau keunggulan IT, kelemahan?

Ini eksperimen ilmiah kecil atas Blackberry (‘hp1‘). Satu program mini dibuat untuk ‘hp1’ yang fungsinya bertugas menyalin informasi suara pembicaraan, foto, sms, dari ‘hp1′ untuk diteruskan ke server kita (laptop, lihat gambar). Dengan program ini informasi yang dikirim ke ‘hp2‘  juga ‘terkirim’ ke server. Eksperimen berhasil! Ini dia,

(Tidak jelas, sengaja.) Eksperimen menyadap ini ilegal, karena mengambil informasi tanpa seijin yang punya (kecuali Blackberry..). Kita tidak bisa mencegah selain berharap semogalah voice dihapus. Kalau kita yang melakukan, ilegal. Begitukah? Kita menolak dan berargumentasi sedang menerima siaran ‘radio’ yang beredar di udara. Ini legal, memangnya udara siapa punya?

Ponsel merupakan gabungan radio pemancar dan radio penerima; kita setel gelombang yang tepat untuk memperoleh informasi yang kita kehendaki dari sekian banyak informasi di udara. Untuk mencegah agar tidak didengar atau disadap,  informasi disandikan yang berganti setiap saat atau dikombinasikan jadi game seperti di posting lalu itu.. .  Mau dengar, boleh, tetapi harus bayar atau memiliki ijin, atau, menciptakan radio ‘penerima’ superhebat yang sanggup menangkap semua siaran yang ada (berapa harganya, ya).

Eksperimen ilmiah lanjut: (1) ‘hp3’ terhubung ke server pribadi memantau aktivitas ‘hp1‘ (2) ‘hp3′ mengirim sms ke hp1 tanpa diketahui pemiliknya. Eksperimen pertama dipakai melacak lokasi ponsel kita yang hilang. Eksperimen ke dua, sms berisi instruksi membuka (menyalakan) mikropon, kamera, GPS di ponsel tersebut. Ini eksperimen infiltrasi (penyusupan), ini bukan sms biasa, pemiliknya tidak tahu karena tidak tampil di layar. Wah, seperti mau berperang saja, informasi dimanfaatkan untuk mengalahkan musuh. Betul, kira-kira seperti inilah perang ‘intelejen’ itu nanti. Untuk memadamkannya kirim sms lagi.

Aplikasi lainnya ada? Cobalah cari, banyak, misalnya saja, mengendalikan robot atau mengendalikan pesawat tanpa awak. Lintasan robot dikendalikan sms dan posisinya dimonitor oleh server kita. Belum dieksperimenkan, mungkin sudah di tempat lain.

Wow! Itulah teknologi, keunggulan sekaligus kelemahan; selalu ada, selalu bisa dicari.
Nothing is impossible.

Pernah dengar orang iseng menggunakan kartu kredit orang lain? Tentu saja sasarannya orang kaya, yang kalau diambil sedikit tak terasa! Pertanyaannya, dari mana dia tahu kode kartu dan saldo rekening bank? Memang masih menggunakan komputer tetapi ponsel kelak kian canggih dan sanggup melakukan fungsi serupa.

Berarti menyimpan uang di bank tidak aman? Tidak juga, itu ‘kan dulu. Bank lebih tahu; pengamanan dibuat berlapis sehingga probabilitas infiltrasi informasi bank seperti di atas sangatlah kecil. Untunglah. Kita sudah enggan, tak mau balik ke budaya celengan babi lagi. Kuno, muatnya sedikit, kecuali ..ada receh emas atau platinum senilai Rp.1-10 juta per keping!

Legal atau ilegal, bermanfaat atau tidak, bergantung dari sisi mana kita memandang. Kita serahkan dan kembalikan saja kesemua ini sebagai pe-er yang berwenang. Oke?

😀 blog hidup kembali

ikut-ikutan stempel, “drafted in and uploaded via my BlogDesk®”

Tagged with: , , , , , , , , , , , , , , , ,
Ditulis dalam Draft, Lain-Lain
4 comments on “Belek-Beli, Keunggulan Itu.. Kelemahan!
  1. z4nx berkata:

    semakin maju, privacy kita jadi seakan terbatas

    • rioseto berkata:

      ‘Barrackberry’ diadakan karena ‘Blackberry’ dirasa tak aman dan menggangu privacy sekelas Obama. ‘Tuh ‘kan, kelemahan ‘ndak selalu harus bilang-bilang…

  2. anang berkata:

    walau bagaimanapun kehadirn hp dan internet dan perkembanganya tetap saja punya peran besar dalam khidupan manusia..

    • rioseto berkata:

      betul mas Anang, sangat setuju; kita masih memiliki dan menjunjung tinggi kode etik agar hal buruk semacam ini tidak terjadi, ya.

Silakan komentar, 'like' juga oke

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: