Entrepreneur 101 Dari Mana Mulai

Kebanyakan orang berpikir kerja dulu mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya, baru berbisnis. Bisnis ‘kan butuh modal. Masa iya tidak ada cara lain yang lebih elegan, cepat, efektif, efisien. Kita ‘kan sudah hidup di era informasi. Coba kita kaji adakah konsep tadi masih berlaku atau sudah kadaluarsa.

Modal-1 ‘ASK’

Berdirilah di depan cermin dan tataplah bayangannya, modal itu sudah tersedia di sana. Tangan, kaki, kepala dilengkapi mata dan telinga, jendela masuk-keluar informasi. Ini anugerah modal luar biasa yang susah diukur.

Kesemua tak memiliki nilai bisnis tanpa “kepintaran”. Beri tangan dan kaki ketrampilan (skill), beri kepala pengetahuan (knowledge), baru kita bernilai jual dengan besar perolehan sebanding nilai “kepintaran”.

Skill dan knowledge baru memenuhi syarat perlu tetapi belum cukup. Satu modal penting lagi penentu  keberhasilan bisnis adalah sikap mental atau attitude. Modal ini menyangkut etika seperti jujur, transparan, kerja keras, tidak cengeng, luwes gaul, dll. Kalau modal disatukan jadilah trio ‘ASK’ (attitude-skill-knowledge), ‘A’ di depan.

Jadi modal pokok bisnis adalah ASK‘, bukan uang! Tanya mahasiswa kos-kosan apa yang dilakukan saat kehabisan uang sementara kiriman belum datang. Sedikit yang terpikir ‘A’ (luwes bergaul, santun) sebagai modal; bertandang ke sana ke sini (pas di jam makan), pasti si empunya rumah menawarkan makan. Terselamatkan. He.he.. ini dia entrepreneur sejati, ‘mo-dul‘ alias modal dengkul dapat makan! Cuma contoh kecil yang tinggal diperbesar skalanya.

Modal-2 Trust atau Kepercayaan

Ini adalah bagian tersukar ‘A’ yang ampuh sekaligus rapuh bagi keberhasilan bisnis. Jangan memasuki dunia bisnis kalau kita tidak bisa dipercaya, tak bisa dipegang kata-kata. Kata pepatah ..”sekali lancung ke ujian, seumur hidup orang tak percaya“, “mulutmu, harimaumu“, jelas sekali merujuk ke kepercayaan. Tak salah ‘trust’ jadi moto mata uang kertas Amerika (“In God We Trust“). Demikianlah seharusnya.

Modal-3 Waktu

Keberhasilan bisnis adalah fungsi waktu; lupakan bisnis ‘HYIP‘ (High Yield Investment Program) yang menawarkan memperoleh uang banyak dalam waktu cepat/instan. Ini bukan bisnis yang alami. Cermati dan pandailah memilih bisnis dan menerapkan strategi, taktik, dan teknik yang tepat. Bisnis itu bukan memburu ‘dolar’ tetapi keyakinan bermodal ‘ASK‘ dan waktu yang tersedia cuma-cuma itu, cepat atau lambat, uanglah yang datang menghampiri kita. Pasti.

Kesimpulannya..

Bisnis dimulai dengan meningkatkan ‘ASK‘ di diri. Pendidikan tinggi perlu namun bukan jaminan. Fakta menunjukkan kebalikannya. (Kenal Bill Gates?) Konsep kerja dulu mengumpulkan uang modal bisnis sudah terjawab. Tidak perlu, modal sudah punya (dan sedikit uang tentu saja).

Nantikan sejumlah posting mendatang dan amati kisah perintisan dan ilustrasi bisnis menarik yang sudah, sedang, dan akan dikembangkan tahun 2011 mendatang dengan taktik ‘mo-dul‘. Siapa tahu ada yang tertarik ikutan…

😀

Artikel berseri:
[1] Entrepreneur 101 Dari Mana Mulai (posting ini)
[2] Entrepreneur 101 Peluang Ada di Mana-Mana
[3] Entrepreneur 101 Memilih Bisnis (1)
[4] Entrepreneur 101 Memilih Bisnis (2)
[5] Proyek 01: Bisnis Temulawak (Rencana)
[6] Entrepreneur 101 Memilih Bisnis (3)

Tagged with: , , , , , , , , , , , , ,
Ditulis dalam Tak Berkategori
One comment on “Entrepreneur 101 Dari Mana Mulai
  1. […] posting lanjutan ‘Entrepreneur 101 Dari Mana Mulai’, berkisah tentang pengalaman menjelajahi dunia bisnis yang sudah (posting ini) dan akan datang […]

Silakan komentar, 'like' juga oke

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: