Entrepreneur Lelucon Bilyuner

Menjadi Bilyuner (1)

Seorang anak muda menghampiri seorang bapak yang tampak kaya raya, bertanya apa rahasia hingga sekaya itu. Si bapak kaya menjawab, “hidup ketika itu sedang susah nak, uang tersisa hanya Rp.500; saya investasikan pagi-pagi di sebuah apel, saya gosok sepanjang hari hingga mengkilat dan berhasil terjual Rp.1.000 di sore hari… . Saya investasikan kembali jadi 2 apel dan gosok lagi hingga mengkilat. Terjual Rp.2.000 di sore hari. Demikian seterusnya sampai uang terkumpul lumayan banyak.” Jadi begitu cara Bapak membangun kekayaan. “Tentu saja tidak, setelah terkumpul tadi, bapak mertua saya meninggal dan mewariskan jutaan dolar!”

Menjadi Bilyuner (2)

Seorang bapak berujar kepada anak lelakinya, ” ‘Nak, aku ingin engkau menikah dengan gadis pilihanku.” Tidak ayah, saya sudah punya calon sendiri. ” Gadis itu puterinya Bill Gates!” Oh.. dia, kalau begitu baiklah. Lalu sang bapak menghadap ke Bill Gates, “Bill, saya punya calon menantu untuk anak gadismu.” Bill Gates menjawab, anak saya masih terlalu muda untuk menikah.”Tetapi calon menantu itu adalah Wakil Presiden Bank Dunia lho.. .”  Bill Gates berpikir sejenak lalu menjawab, o..kee. Sang bapak lalu pergi menghadap Presiden Bank Dunia, ” Saya punya anak muda yang layak menjadi Wakil Bapak.” Oh tidak, sudah ada sederet wakil hebat melebihi apa yang saya perlukan. “Tetapi bapak Presiden, dia adalah menantu Bill Gates.” Oh, dalam hal itu, baiklah.

Menjadi Bilyuner (3)

Seorang bapak kaya diwawancarai, “kepada siapa bapak berutang budi dengan jadi milyuner?” Saya berutang penuh kepada isteri saya.  “Bapak beruntung sekali, pasti dia wanita  hebat!” Tentu saja, sebelum saya menikahinya saya adalah seorang bilyuner.

Menjadi Bilyuner (4)

Bukan jadi bilyuner tetapi milyuner di acara TV ‘Who Wants To Be A Millionaire‘ yang sangat terkenal itu. Pertanyaan pembuka biasanya mudah. Mana paling besar di antara ke empat ini: (A) kacang (B) gajah (C) bulan (D) kata ‘besar’. Kontestan, seorang ibu beranak 2, kaget dan tidak siap dengan jawabnya. Dalam kebingungan akhirnya meminta bantuan “50/50”. Jawaban yang salah dihilangkan, tinggal (B) dan (C). Masih juga kebingungan dan minta bantuan “telpon teman”. Betsy, temannya, memberitahu (C). “Betsy kamu yakin dengan jawaban itu? Mungkin bukan itu.”  Tidak yakin dengan jawaban Betsy si ibu mengambil bantuan penyelamat terakhir, “bertanya ke penonton”. Sekitar 98% penonton yang hadir menjawab (C).

Merasa bertentangan dengan jalan pikirannya si ibu akhirnya memilih jawaban sendiri, (B) gajah! Salah, yang benar (C) bulan. Wow, terbayang semua penonton di studio dan penonton TV di rumah heboh. Internet turut heboh. Dasar bodoh! Memalukan sekali.

Contoh lain, apa nama depan George W.Bush? Pilihan tinggal (B) Edmund dan (D) George. Kriing tekan tombol.. Edmund!


Penyebab kaya bisa keberuntungan atau ‘luck‘, bisa cerdik seperti Bilyuner (2). Asahlah yang terakhir, jangan mau jadi orang bodoh dan yang bisa dibodohi. Pura-pura bodoh, oke.

😀

Artikel berseri:

[1] Entrepreneur 101 Dari Mana Mulai
[2] Entrepreneur 101 Peluang Ada di Mana-Mana
[3] Entrepreneur 101 Memilih Bisnis (1)
[4] Entrepreneur 101 Memilih Bisnis (2)
[5] Entrepreneur 101 Memilih Bisnis (3)

Tagged with: , , , , , , ,
Ditulis dalam Tak Berkategori
5 comments on “Entrepreneur Lelucon Bilyuner
  1. hans mengatakan:

    dulu saya pikir pak rio seto cuma tau teknologi dan cuek sama hal yang lain karena saya lihat orangnya rada cuek dan ceplas ceplos.
    ternyata dugaan saya meleset jauh.
    Kapan mulai tertarik sama hal hal di luar teknologi dan kenapa?
    mungkin pengalaman pak seto bisa menginspirasi banyak orang

    • rioseto mengatakan:

      halo hans.. kita harus selalu berkembang; lelucon #2 ampuh dalam mewujudkan mimpi bisnis tanpa modal. sempat ‘kan baca artikel rencana bisnis temulawak. lelucon dipakai memecah “es” agar pembicaraan tidak kaku (ya lihat-lihat situasi). berhasil.😀

  2. […] — benar saja, dengan pendekatan gaya ‘Menjadi Bilyuner #2 (Bill Gates)‘, seluk-beluk temulawak mulai kondisi lahan/tanah, iklim, jenis bibit, “makanan” […]

  3. Pelatihan Motivasi mengatakan:

    Ceritanya lucu dan inspiratif…

    Di Indonesia sadah ada yang menerapkan nggak ya? =)

Silakan komentar, 'like' juga oke

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: