Entrepreneur 101 Memilih Bisnis (1)

Bisnis apa ya? Menurut posting “Peluang Bisnis Ada Di Mana-Mana” kemarin sepertinya bisnis itu mudah. Iya, kalau tahu caranya. Benar sesungguhnya peluang bisnis ada di mana-mana, tetapi menjadikannya bisnis betulan yang berhasil adalah tantangan!

Literatur kisah sukses atau success stories umumnya hanya menonjolkan dan membanggakan keberhasilan (orang lain). Jarang dikupas perjalanan menuju keberhasilan, dirumuskan menjadi model bisnis yang bisa kita fahami dan ikuti. Itulah yang coba kita angkat dalam posting berseri ini.

Dunia Bisnis

Dunia bisnis: (1) demand ‘D’ (permintaan, pasar) ada, supply ‘S’ (penawaran, persediaan/stok, pasokan) tidak ada, (2) ‘D’ tidak ada ‘S’ tidak ada, (3) ‘D’ tidak ada ‘S’ ada, (4) ‘D’ ada ‘S’ ada. Dunia bisnis dapat diilustrasikan seperti gambar di samping. Coba kita urutkan tingkat menjalankan bisnis mulai mudah hingga sukar. Kalau  perkiraan kita benar urutan ‘DS’ adalah 11 (mudah), 01, 10, 00 (sukar). Ada pendapat lain?

Bisnis ’11’ (Mudah)

.

Gambar di atas adalah contoh bisnis ’11’, ‘D’ (pasar) ada ‘S’ (pasokan) ada. Karena pasar sudah terbentuk, bisnis (dagang) seperti ini relatif mudah dijalankan. Siapa pun bisa meniru.

Gambar kiri bisnis modal dengkul alias ‘mo-dul‘; di tengah dan kanan bisnis modal mikro. Lahan bisnis masih menumpang di “emper” hotel klasik (Yogya), kafe (Bandung), stasiun (Kutoarjo, di mana itu?). Strategi berbeda, bisnis kiri menerapkan konsep ‘mobile‘ di mana pasar mendatangi kostumer. (Satu kekurangan kecil, tidak menjual kaos Merapi meletus dan mbah Maridjannya. He.he.. .) Meski skala bisnis kecil semuanya hebat karena berani menjalankan!

Bisnis ’01’ (Tidak Terlalu Mudah)

Bisnis di mana ‘D’ (pasar) tidak ada, ‘S’ (pasokan) ada. Pasar harus diciptakan. Pasar dibentuk melalui 2 pendekatan: (1) secara teknis barang unik, istimewa, ekslusif (2) secara ekonomis harga barang terjangkau. Contoh (1) ponsel Blackberry, komputer iPad, mobil Porsche. Contoh (2) produk ‘made in China’. Tidak betul-betul kita perlukan tetapi dibeli juga karena murah.

Bisnis ’10’ (Tidak Mudah)

Bisnis di mana ‘D’ (pasar) ada, ‘S’ (pasokan) tidak ada. Asyik belum ada yang masok. Jangan senang dulu, tidak ada pemasok pasti ada sebabnya. Kemungkinannya: (1) secara teknis susah dibuat (2) secara ekonomis tidak menguntungkan. Contoh ekstrim (1) obat kanker dan obat HIV (AIDS). Contoh ekstrim (2) pesawat penumpang berkecepatan melebihi suara*, komputer berkecepatan sangat tinggi.

*Pesawat ‘SST’ (supersonic transportTupolev (Rusia) dan Concorde (Inggeris-Perancis), yang bisa merayakan malam tahun baru hingga 3 kali, diberhentikan operasinya karena merugi. Sayang, sebentar lagi kita memasuki tahun 2011.

Semua orang suka kecepatan namun bisnis tidak mendukung.

Bisnis ’00’ (Sangat Tidak Mudah)

Bisnis di mana ‘D’ (pasar) tidak ada, ‘S’ (pasokan) tidak ada. Dunia bisnis gelap gulita, belum ada apa-apa. Bisnis terjadi karena orang suka produk samasekali baru, atau karena pembaharuan hasil mengembangkan produk yang sudah ada. Dituntut inovatif dan kreatif, banyak melakukan kegiatan pendahuluan riset dan eksperimen yang menyita banyak waktu, energi, materi (uang).

Contoh sederhana lihat gambar. Untuk menghindari cahaya terang dan panas, semula mobil dilapisi film kaca gelap. Ternyata film memiliki ‘umur’. Muncul gagasan mengganti film dengan tirai (gorden). Wah, 1% saja mobil yang beredar di Indonesia beralih ke sini, berapa pendapatannya ya? (Anggap untung bersih per mobil 100 ribu rupiah).

Bisnis ‘Merah’ dan ‘Biru’

Pada gambar di atas, ada kotak merah (bisnis ’11’) ada kotak biru (bisnis ’00’). Untuk mengingatkan kita bisnis mudah ’11’, boleh jadi sukar karena persaingan ketat. Semua orang berebut memilih bisnis ini hingga rela ber”darah” untuk memenangi persaingan. Banting-bantingan harga, untung menipis tidak masalah, tanpa berpikir panjang bisnis memasuki status kritis. Pantas bisnis diberi istilah “samudera merah” (red ocean). Sebaliknya, bisnis sukar ’00’ menjadi mudah karena belum ada persaingan. Inilah “samudera biru” (blue ocean), tenang dan nyaman karena pasar belum disentuh orang.

Bisnis untuk ‘Mo-dul’?

Bisnis ‘mo-dul’ alias modal dengkul adalah bagi kita yang ingin menjalankan bisnis, tidak memiliki modal materi (uang), tetapi memiliki ‘ASK‘, trust, dan waktu. Manfaatkan. Pikirkan, siapkan dan bekali diri dengan pengetahuan produk atau jasa apa saja di salah satu dunia bisnis di atas. Temukan dan segeralah memulai. Pasti ada!

Selamat melamun di akhir pekan!

😀

Artikel berseri:

[1] Entrepreneur 101 Dari Mana Mulai
[2] Entrepreneur 101 Peluang Ada di Mana-Mana
[3] Entrepreneur 101 Memilih Bisnis (1) (posting ini)
[4] Entrepreneur 101 Memilih Bisnis (2)
[5] Proyek 01: Bisnis Temulawak (Rencana)
[6] Entrepreneur 101 Memilih Bisnis (3)

Tagged with: , , , , , , , , , ,
Ditulis dalam Tak Berkategori
6 comments on “Entrepreneur 101 Memilih Bisnis (1)
  1. […] Entrepreneur 101 Dari Mana Mulai [2] Entrepreneur 101 Peluang Ada di Mana-Mana [3] Entrepreneur 101 Memilih Bisnis (1) (posting ini) [4] Entrepreneur 101 Memilih Bisnis (2) [5] Entrepreneur 101 Memilih Bisnis […]

  2. falaq83jie berkata:

    enak ya klo bisa langsung dapat idenya

    • rioseto berkata:

      Betul mas falaq83jie , ide seperti ilham, datang kapan saja, di mana saja, tanpa sengaja… he.he.. saya sudah berkunjung ke blognya, rupanya hobi mendaki ya… bermodalkan jempol bisa menumpang kendaraan orang, itu juga bisnis lho kalau dikembangkan! 😀

  3. […] Entrepreneur 101 Dari Mana Mulai [2] Entrepreneur 101 Peluang Ada di Mana-Mana (posting ini) [3] Entrepreneur 101 Memilih Bisnis (1) [4] Entrepreneur 101 Memilih Bisnis (2) [5] Entrepreneur 101 Memilih Bisnis […]

  4. […] Entrepreneur 101 Memilih Bisnis (1) […]

  5. […] Entrepreneur 101 Dari Mana Mulai [2] Entrepreneur 101 Peluang Ada di Mana-Mana (posting ini) [3] Entrepreneur 101 Memilih Bisnis (1) [4] Entrepreneur 101 Memilih Bisnis (2) [5] Entrepreneur 101 Memilih Bisnis […]

Silakan komentar, 'like' juga oke

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Translate • Terjemahkan
Foto Minggu Ini
Boneka Jepang Geisha

Belajar memotret boneka dengan lampu kilat

%d blogger menyukai ini: