Entrepreneur 101 Memilih Bisnis (2)

Memilih komoditi bisnis ‘mo-dul’ sebenarnya tidak sukar. Kita cari saja komoditi bisnis terkait solusi pemenuhan kebutuhan primer manusia, pangan (makanan), sandang (pakaian), papan (tempat tinggal), dan solusi pemenuhan kebutuhan sekunder.

Menariknya, kajian kasar atas semua solusi kebutuhan tadi kalau ditarik ke “akar”nya akan bertemu di satu titik, kesehatan, yang diikuti 3 cabang, kebugaran, kecantikan, keawetmudaan.

Faktor utama adalah pangan, dalam arti luas asupan air minum, udara, makanan yang diperlukan manusia untuk hidup. Kesemua harus serba bersih; tidak bersih, cepat atau lambat membuat kita tidak sehat, tidak bugar, tidak cantik, tidak tampak muda.. (dan tidak panjang usia?).

Kita tahu penyebab udara kotor, air minum kotor, makanan kotor yaitu lingkungan yang kotor. Udara, air, makanan tercemar dengan berbagai zat-zat lain yang tidak bisa diterima tubuh manusia. Kita jadi mudah diserang berbagai penyakit seperti data di samping ini.

Gangguan sistem pernafasan berada di peringkat atas diikuti gangguan sistem pencernaan, sistem peredaran darah, sistem syaraf. Mengapa demikian, pikirkan akibat populasi dunia yang kian meningkat terhadap makanan, air, dan udara yang bersih. Lingkungan terganggu, kemampuan daur ulang alami menetralkan “sampah” ulah manusia menurun. Akibatnya masih banyak kotoran tertinggal yang terpaksa diterima dan di’telan’ kembali oleh manusia. Lama-lama kita tercemar, lalu sakit, lalu.. game over.

Jadi komoditi bisnis terkait kesehatan, kebugaran, kecantikan, keawetmudaan (istilah lain menekan penuaan dini), tak pernah surut. Sudah banyak produk kesehatan ditawarkan mulai oksigen dalam botol, air minum dalam botol dengan berbagai variasinya, hingga makanan ‘organik’. (Belum ada yang dalam botol, peluang bisnis baru ‘nih.. .) Pilihlah titik kesehatan dan 3 cabangnya sebagai awal bisnis ‘mo-dul’; tipe bisnis boleh ’11’, ’01’, ’10’, atau ’00’ sekalipun kalau sanggup.

Contoh sederhana, jamu.

Jamu merupakan salahsatu suplemen kesehatan unggulan khas Indonesia. Hanya sedikit yang bergerak di bidang ini, saingan terbesar Cina dan India. Ramuan jamu mengandung rempah-rempah yang sebagian besar bahan bakunya hanya tumbuh di Indonesia. Rempah-rempah besar khasiatnya bagi kesehatan yang mendorong negeri lain datang hingga akhirnya menjajah negeri ini. Sekarang kita balik menguasai dunia melalui rempah-rempah. Mungkinkah?

Nothing is impossible.

Pilihan jamu sudah tepat, paling tidak pilihan saya. Peluang bisnisnya sangat prospektif di masa mendatang. Tinggal mengembangkan. Contoh proyek kecil-kecilan yang sedang dikerjakan ada  di posting berikutnya.

😀

Artikel berseri:

[1] Entrepreneur 101 Dari Mana Mulai
[2] Entrepreneur 101 Peluang Ada di Mana-Mana
[3] Entrepreneur 101 Memilih Bisnis (1)
[4] Entrepreneur 101 Memilih Bisnis (2) (posting ini)
[5] Proyek 01: Bisnis Temulawak (Rencana)
[6] Entrepreneur 101 Memilih Bisnis (3)

Tagged with: , , , , , , , , , , , , , , , , ,
Ditulis dalam Tak Berkategori
5 comments on “Entrepreneur 101 Memilih Bisnis (2)
  1. NRD Group mengatakan:

    Tulisan yang BAGUS, semoga dapat berbagi kebaikan dengan berbagi inspirasi…

    Semoga SELALU SEMANGAT meraih CITA-CITAnya dan selalu SEMANGAT dalam BERIBADAH…

    Kalau ada yang membutuhkan bantuan segala tentang Jas, Busana Kantor, atau segala tentang Pakaian silahkan kunjungi http://www.grosirjaskerja.wordpress.com
    semoga selalu lebih baik selalu.
    http://www.grosirjaskerja.wordpress.com

  2. […] ini) [2] Entrepreneur 101 Peluang Ada di Mana-Mana [3] Entrepreneur 101 Memilih Bisnis (1) [4] Entrepreneur 101 Memilih Bisnis (2) [5] Proyek 01: Bisnis Temulawak (Rencana) [6] Entrepreneur 101 Memilih Bisnis […]

  3. […] Entrepreneur 101 Memilih Bisnis (2) […]

  4. […] → Attitude, Entrepreneur, MotivationStories ← Entrepreneur Lelucon Bilyuner Entrepreneur 101 Memilih Bisnis (2) → LikeBe the first to like this post. 3 Komentar leave one […]

Silakan komentar, 'like' juga oke

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: