Eksperimen Audacity Backsound (1)

Terlambat posting seminggu! Alasan tak usahlah pasti bisa dicari …mengada-ada, he.he. Slideshow ‘BangunIndonesiaku’ (845 kB, durasi 32 detik) posting lalu, pergantian slide gambar diiringi suara latar alias backsound ‘Kebyar-Kebyar’ nya Gombloh almarhum sebagai penggugah semangat, disisipi narasi pidato ‘Ask Not’nya pidato J.F.Kennedy presiden Amerika ke-35 yang mengajak warga (Indonesia) segera memulai berkarya!

Mulai dengan membuat backsound cepat. Ada program sama-sama hebat, kalau untuk gambar Irfanview, maka untuk dunia audio (suara dan musik) Audacity. Dengan sedikit kesabaran, prinsip kerja yang mendasari Audacity berhasil dikuasai dan program dapat dioperasikan dengan mudah. Sungguh.

Audacity – Backsound

Download Audacity (2,1 MB) berikut plug-in Lame_v3.98.3_for_Audacity_on_Windows.exe (417 kB) (untuk mengekspor hasil karya kita dalam format .mp3); download juga lagu dan narasi untuk kita berlatih, Degung ( 188 kB) dan AskNot (120 kB).

Jalankan Audacity.

  1. Seret berkas musik ‘Degung’ dari folder ke ruang kerja Audacity; susul menyeret berkas pidato ‘AskNot’ ke ruang kerja. Jadinya seperti ini,

  2. Tekan tombol [Play]. Musik dan pidato berebut sama keras.
  3. Kita sepakati suara musik diperlahankan dan jadi suara latar saat pidato berkumandang. Posisikan pidato ‘NotAsk’ kira-kira di tengah. Klik  untuk menggeser ke posisi tersebut.
  4. Kita blok audio musik yang akan diperlahankan. Klik  , masuk ke audio, klik dan tarik kursor untuk membuat blok. Tampilan kita sekarang,

  5. Kita padamkan total suara musik dengan klik . Horee.. jadi sudah. Tekan [Play]. Hasil?
  6. Nanti dulu. Klik mouse di luar, blok audio menghilang. Klik tombol ‘Rewind’ sehingga kursor pindah ke ujung awal audio. Sekarang [Play]. Hasil?  MP3-01 (188 kB).

No good! Tidak bagus, jauh dari memuaskan. Kita perbaiki:

  1. Batalkan langkah kita tadi dengan [Ctrl][Z]. Status audio ke kembali ke kondisi semula.
  2. Masuk ke baris menu di atas, klik [Effect] – [Amplify…].
    Ada kotak seperti di samping; geser tombol ke kiri hingga kotak ‘Amplification (dB)’ sekitar – 9.0. Maksudnya kita mengurangi (mengecilkan) volume blok audio. Klik [OK].
  3. Sebelum [Play] lakukan langkah sama seperti ‘Nanti dulu‘ di atas (klik mouse hingga blok audio hilang — klik tombol ‘Rewind’). Beres, tekan [Play]. Hasil?  MP3-02 (188 kB).

Better! Ada loncatan, senang sudah jauh lebih bagus. Masih bisa disempurnakan?

Masih, nantikan posting berikutnya. Bersihkan eksperimen kita dan kembalikan ke semula dengan [Ctrl][Z], lalu simpan berkas sebagai proyek Audacity: [File]-[Save Project As.. ]. Beri nama misalnya, ‘Blog Audacity Backsound 1’ (.aup).

Penutup

Kutak-katik audio dengan Audacity lumayan mengasyikkan. Banyak kesamaan dengan tombol pemutar kaset kita tempo dulu. Itulah teknologi. Audio sekarang bisa dimanipulasi untuk menunjang berbagai aplikasi. Salahsatu contoh sudah kita lihat, backsound untuk slideshow yang bisa diperluas ke video.

Audacity dan Irfanview, dua program andalan kita untuk waktu lama; keduanya istimewa sanggup membuat senang mata (gambar), senang telinga (audio). Sama-sama hebat, sama-sama gratis! Luar biasa.

😀
Berkas eksperimen: [1] AskNot_JFK [2] Degung [3] Audacity [4] Lame MP3 Plug-in [5] MP3-01 MP3-02

Tagged with: , , , , , , , , , , , , , , ,
Ditulis dalam Tak Berkategori

Silakan komentar, 'like' juga oke

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: