Produk Paling Dicari di Masa Mendatang (3): Udara Bersih

Krisis air bersih, krisis pangan bersih, kini krisis udara bersih? Iya. Udara kita kotor. Buruknya lagi, udara dalam rumah tempat di mana kita tinggal, beristirahat, dan tidur, ternyata 2-5 kali lebih kotor daripada udara di luar rumah!

Banyak partikel dan gas beracun berkeliaran di dalam rumah kita: bakteri, virus, gas oksida belerang, oksida nitrogen, oksida karbon, timah hitam. Pencemar ini datang dari buangan tubuh kita sendiri, bahan bangunan, perabotan, tempat tidur, perlengkapan rumah tangga (pendingin, lemari es), kosmetika, aerosol, pengharum ruangan, penerangan, pestisida, kelembaban akibat sirkulasi udara yang kurang baik. Belum lagi kalau merokok. Udara rumah kita kotor tanpa sadar.

Salah sendiri. Urusan rumah tangga untuk sanitasi, ventilasi, penghilang jamur, pembersih udara, dan seterusnya, akhirnya jadi bisnis yang menguntungkan.

Sudah jatuh ditimpa tangga, sudah menghirup udara tercemar di rumah masih terkena lagi di luar rumah, terutama pekerja di kota besar seperti Jakarta, Chongqing (China), Calcutta (India), tiga dari 15 kota berpredikat udara paling kotor di dunia.

Udara luar kotor terjadi karena peningkatan, (1) suhu bumi (efek rumah kaca) (2) jumlah kontaminasi partikel (3) radiasi ultraviolet
(4) ozon (5) oksida nitrogen. (Lihat gambar.)

Suka tidak suka selain menghirup O2 (oksigen) kita juga menghirup ‘racun’nya. Tinggal merasakan gejala tak-nyaman sekian tahun kemudian…

Produksi (proses) dan produk (hasil) untuk kepentingan manusia ternyata berdampak buruk. Sadar, namun bisnis adalah bisnis, udara kotor bagaimana nanti.

Produksi jalan terus; proses dan produk disempurnakan untuk menekan tingkat pencemaran. Penggunaan bahan bakar yang dibaharukan untuk energi dan transportasi, dan bahan ramah lingkungan untuk lain-lainnya, bisa mengamankan udara. Katanya.

Pentingnya konservasi hutan Indonesia sebagai paru-paru dunia yang sanggup menyerap ‘racun’, mulai mendapat perhatian (sedikit). Ada dana penghijauan tak seberapa dari luar (“Pemerintah AS Bantu Konservasi Hutan“, Kompas 27 Februari 2011), ada kampanye nasional gerakan penanaman “Satu Miliar Pohon Untuk Paru-Paru Dunia” (22 September 2010). Katanya.

Rupanya kita masih harus menunggu beberapa saat hingga hutan tumbuh rimbun kembali dan berfungsi sebagaimana mestinya. Sekarang biarlah kita yang di Indonesia menerima fakta, 16.000 kematian prematur per tahun, 1 dari 10 penduduk terinfeksi sistem pernafasan, 1 dari 10 anak menderita asma. Karena polusi udara.

Beruntunglah yang tinggal di desa, yang di kota mungkin tak lama lagi harus mulai mengenakan masker oksigen mini untuk bekerja, bersantai, dan juga tidur nyenyak?

Bisnis udara bersih menguntungkan.


😀 (mendambakan udara segar, bersih, nyaman di gunung atau di pesisir)

Catatan pinggir: untuk para perokok sigaret, selain nikotin juga menghirup metanol, toluen, heksamin, asam stearat, asam asetat, butan, metan, arsen, karbon monoksida, dan amoniak.

Tagged with: , , , , , , , , , , , , ,
Ditulis dalam Tak Berkategori
One comment on “Produk Paling Dicari di Masa Mendatang (3): Udara Bersih
  1. Biidu berkata:

    wah ternyata kalo udara nga Bersih repot juga ya!
    banyak polusi sana-sini!

Silakan komentar, 'like' juga oke

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Translate • Terjemahkan
Foto Minggu Ini
Boneka Jepang Geisha

Belajar memotret boneka dengan lampu kilat

%d blogger menyukai ini: