Bisnis 100.000 x 1 Tidak Sama 10.000 x 10

Jangan ajarkan itung-itungan ini ke anak kita yang masih bersekolah ya. Nanti kalau anak-anak sudah besar dan berminat terjun ke dunia bisnis, boleh. Didorong rasa ingin tahu perilaku bisnis dunia fotografi, semalam belajar. Ternyata bisnis ini, ‘100.000 x 1’, tidak sama dengan bisnis ‘10.000 x 10’!

10x10Ribu-TidakSama-100RibuSumber duit RF & RM — Prinsip ini diterapkan di bisnis foto dengan memilah lisensi foto jadi 2, sistem RM (rights managed, nilai jual lebih tinggi) dan sistem RF (royalty free, nilai jual lebih rendah).

‘Kok bisa? Bedanya di cara pemanfaatan foto oleh kustomer (pembeli). Lisensi RF hanya dihargai misalkan Rp.10.000 per foto, tetapi kita boleh menjual berkali-kali. Lisensi RM bisa dihargai Rp.100.000, dengan perjanjian foto tidak boleh dijual ke pihak lain, atau karena kontennya unik, dan lainnya. Harga jual putus lebih tinggi lagi, kisaran juta, tapi hak cipta kita sebagai pemilik hilang.

Strategi — Kita ada di mana? Berandai-andai dulu. Kita fotografer amatir; foto berhasil lolos seleksi hampir di semua agen stok foto. Target pendapatan $5.000 per tahun. Berapa banyak foto yang harus diunggah?

Memakai lisensi RF, nilainya kecil; untuk mengejar target, foto disimpan di 10 agen stok foto. Kalau rata-rata 500 foto di setiap agen berhasil mendatangkan $1 per tahun, target sudah terpenuhi. Model bisnis ini, jumlah banyak x nilai $ kecil = (500 foto x 10 agen) x $1. Jaminan 500 foto terjual? Mengunggah foto lebih dari 500. Berapa? Sebanyak-banyaknya, untuk memperbesar kemungkinan terjual.

Target juga bisa terpenuhi dengan menjual lisensi RM atau lisensi jenis lainnya hanya kepada 1 agen saja. Imbalan lebih besar misalkan $10 per tahun. Model bisnisnya, jumlah sedikit x nilai $ besar = (500 foto x 1 agen) x $10.

100.000 x 1 Tidak Sama 10.000 x 10 — Itulah yang maksud judul posting ini, model bisnis pertama ‘100.000 x 1’ tidak sama dengan model bisnis ke 2, ‘10.000 x 10’. Angka didramatisir, dilebihkan, agar jelas. Duitnya sama, mana lebih cepat? Model pertama, lisensi RF lebih disukai, foto yang sama bisa dijual berkali-kali.

Pendapatan optimistik fotografer — Hasil survai berikut memperlihatkan besar imbalan yang diterima seorang fotografer per tahun:
Macro vs Microstock
Sumber, klik gambar.

Dilihat dari fotografer (Top 100 Photographers): setiap fotografer menyimpan rata-rata 5.000 – 21.000 foto, penjualan lisensi 1 foto per tahun rata-rata mendatangkan $3,0 – $13. Dari kombinasi ini pendapatan rata-rata 1 fotografer per tahun adalah $46.000 – $59.000, atau sekitar 1/2-milyar per tahun. Wow!

Dilihat dari agen stok foto (Top 100 Agencies): agen stok foto menyimpan rata-rata 5.300 – 50.000 foto, penjualan lisensi 1 foto per tahun rata-rata mendatangkan $3,1 – $14. Dari kombinasi ini pendapatan rata-rata 1 fotografer per tahun $60.000 – $113.000 (di atas 1 milyar per tahun)! Mengalahkan di atas, beneran nih?

Beneran. Lihat berapa jumlah foto yang dipajang untuk memperbesar kemungkinan terjual, 50.000. Lihat berapa agen, 78. Lihat berapa harga terburuk per foto, $0,4 (Rp.4000). Laris manis. Batas atas pendapatan fotografer bisa mencapai $420.000. Bukan main-main. Batas bawahnya, $37.000. Mau ‘dong. Berapa dalam rupiah? Lupakan (sementara), dapat $5.000 setahun kita sudah senang.

Tahu sekarang jualan foto itu gampang-gampang susah, tidak asal jeprat-jepret…
 
😀  (gemes!)
 

Tagged with: , , , , , , , , , ,
Ditulis dalam Dunia Wirausaha, Lain-Lain, Wawasan
4 comments on “Bisnis 100.000 x 1 Tidak Sama 10.000 x 10
  1. Blog Writer berkata:

    Halo mas rioseto, masih lama tak mampir .. makin bagus blog nya 🙂

  2. danirachmat berkata:

    Thx Yo, jadi tahu ilmunya jualan foto online.

Silakan komentar, 'like' juga oke

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: