Pengalaman Sehari Jadi Juragan KPPS

KPPS badgeBelum pernah punya`jam terbang, canggung, tidak terbiasa berurusan dengan dunia sosial-politik, dalam 2`minggu terakhir di/terpaksa jadi seksi sibuk pemilihan tetua atau panutan mulai dari ‘er-te’, ‘er-we’, dan kemarin, pemilihan tetua propinsi alias gubernur Jawa Barat. Ya udah di-enjoy aja.

Jadilah EO alias event organiser amatir. Berupaya keras bekerja profesional maklum melayani warga pintar, rata-rata profesor, bereputasi, dihormati. Ada enaknya kerja jadi tidak berat, warga dikasih tahu sedikit beres semua.

Aktivitas pemilihannya sendiri standar. Warga datang, mendaftar, menunggu dipanggil, mencoblos, memasukkan ke kotak suara, mencelup jari di tinta, dilanjut membuka kotak suara, memeriksa sah tidaknya pemilihan disaksikan perwakilan para calon gubernur masing-masing kemudian menghitung bersama-sama. EO tidak mematuhi sejumlah aturan seperti tertulis di buku panduan, misalnya “celupkan jari kelingking ke tinta sampai menutupi kuku”, dan kejanggalan atau kelucuan lainnya. Ada-ada saja, beruntung EO tidak harus melakukan tindakan ekstrim yang termuat di buku (beneran) “pastikan pemilih apakah laki-laki atau perempuan”!

Bagian paling menarik pengalaman sehari jadi juragan ini adalah persiapannya. Database penduduk masih ngawur, ada warga yang tidak dikenal tercantum, bahkan warga yang sudah lama meninggal. Ingin memilih juga? Hiiy, takut. Entah usulan pembaharuan data warga berdasarkan pengalaman sehari kemarin ke instansi berwenang akankah terkoreksi pada pemilihan 1 panutan lagi yaitu walikota, sebentar lagi. Kasihan negeriku, kapankah dikau maju.

Ah iya, hasil pemilu? Gubernur favorit pilihan warga pintar ternyata berbeda dengan gubernur terpilih.
 
:D  (kembali jadi warga pemilih saja)
 

Tagged with: , , , ,
Ditulis dalam Lain-Lain
One comment on “Pengalaman Sehari Jadi Juragan KPPS
  1. […] Pengalaman Sehari Jadi Juragan KPPS termasuk menyebarkan 250 surat pemberitahuan kepada warga. Setiap surat masih harus diisi data, lumayan banyak, menyalin dari berkas berformat .pdf. Ini sungguh gila, waktu tinggal 2 hari. Diketik? Ditulis tangan satu per satu? Dikeroyok rame-rame? Apa akal, maunya sekali kerja beres semua.   Yes! Kenapa tidak buat database di Excel, lalu diprint ke surat. Salin teks dari .pdf ke Word, salin dari Word ke Notepad, lalu buka Notepad di Excel, jadi database, lalu print ke surat. Lupa teknik ‘ko-pas’ (copy paste) ini, sudah kuno, tapi ampuh! […]

Silakan komentar, 'like' juga oke

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: