Meninjau Salon Foto Indonesia 2013

SFI Panitia-n-JuriDi samping adalah Panitia Penyelenggara dan para Juri lomba foto SFI (Salon Foto Indonesia). Lomba baru saja usai; lomba diadakan setahun sekali dengan tuan rumah tahun ini, ‘PAF’ (Perhimpunan Amatir Foto) dari Bandung. Peserta lomba foto boleh mengirim 16 foto, 4 foto untuk setiap kategori yang dilombakan yaitu Cetak Warna, Cetak Monokrom, softcopy Kreatif, dan softcopy Travel.
 
Setiap kategori ada 5 juri yang menilai foto, 1 atau 5. jadi nilai maksimum 25 dan minimum 5. Nilai 17 ke atas, foto diterima atau ‘accepted’ dan memperoleh 1 poin. Kurang dari 17 ditolak. Foto nilai tertinggi diseleksi kembali untuk mendapatkan poin juara, 5 poin (emas), 4 poin (perak), 3 poin (perunggu), 2 poin untuk 10 foto sebagai penghargaan. Semacam juara harapan, begitu.

Dengan aktif mengikuti lomba SFI dan ‘accepted’ mengumpulkan 50 poin, ada gelar fotografer yang boleh disandang di belakang nama kita, ‘A.FPSI*’. Gelar kependekan dari ‘Artist of Ferderasi Perkumpulan Seni Foto Indonesia’, 1 ‘*’ bintang = 50 poin. Gelar ini diakui organisasi internasional ‘FIAP’ (Fédération Internationale de l’Art Photographique) yang berpusat di Paris, Perancis. Ibarat organisasi sepak-bola, organisasi PAF adalah ‘Persib’, FPSI adalah ‘PSSI’, FIAP adalah ‘FIFA’.

Siapa juara masing-masing kategori nonton pamerannya saja nanti oke, rencananya di Braga City Walk.SFI2013-Jadwal‘TPC’ (Toba Photographer Club) dari kota Medan akan menjadi tuan rumah SFI tahun depan.

Aktifitas SFI Lainnya

Untuk mengurangi kejenuhan, ada aktivitas menarik lain di samping kesibukan penjurian. Ada seminar atau workshop menambah pengetahuan teknik ‘digital imaging’ (DI), perangkat cetak foto moderen, kamera baru, lensa, tak ketinggalan ..memotret model!

Di sesi ‘digital imaging’ didemokan memotret kecepatan tinggi seperti di bawah,Hispeed-imaging1Belum sempurna, paling tidak kita tahu dan melihat bagaimana sebuah gambar kecepatan tinggi diciptakan. Ini jepret seadanya, banyak ‘bocor’nya, istilah fotografer untuk latar belakang tidak relevan dengan adegan yang ikut terjepret. Tidak apa, di sini kita bisa melihat efek kontur air dan cipratannya dari samping. Sepertinya melempar air perlu teknik juga.

Dan ini hasil jepret sesi memotret model… .
SFI-FotomodelKalau saya jadi juri nilai maksimum ketiga gambar masing-masing tak lebih dari 9, ‘5’ dari saya dan ‘1’ dari 4 juri lainnya! Hehe… masih banyak kelemahan sebagai foto yang layak pamer.

Dari Jepret ke Memotret

Foto, sayang belum dilihat sebagai potensi meningkatkan devisa negara. Padahal kamera sekarang ada di mana-mana; foto hasil kamera dari komputer dan ponsel tak kalah bagus dari jepretan kamera profesional dan semi profesional ‘DSLR’ (Digital Single Lens Reflex), yang kini juga relatif sudah terjangkau.

Dengan kita, para blogger, mencoba mulai menampilkan foto yang tak lagi sekedar menjepret tetapi memotret, semoga foto dapat menarik lebih banyak orang berkunjung ke negeri ini setidaknya ..ke blog kita. Hehe…
 
😀  (dapat ide banyak meninjau SFI kemarin)
 

Tagged with: , , , , , , , , , , , , ,
Ditulis dalam Lain-Lain, Wawasan
2 comments on “Meninjau Salon Foto Indonesia 2013
  1. pursuingmydreams berkata:

    Rio apa kabar??? lama ga muncul 😀 *sorrykomenganyambung* hehe.

Silakan komentar, 'like' juga oke

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: