Portfolio Di WordPress

Konten blog WordPress dibangun oleh Posts, Pages, Media, dan Links. Kini bertambah 1 lagi, ‘Portfolio’. Apa ini, apa maksudnya, untuk apa? Bagaimana cara mengisinya, seperti apa tampilannya?

‘Portfolio’ dapat dipandang sebagai ‘album’, tempat mengumpulkan karya kita yang sejenis, mirip ‘galeri’ untuk kumpulan gambar atau foto.

Ide bagus! Kita coba lihat blog ini. Isinya gado-gado, ada kumpulan artikel atau posting tentang audio, video, menggambar SketchUp, blogging, dan lainnya. Postingnya banyak yang sejenis, seharusnya bisa dimasukkan ke sebuah album alias portfolio. Sayang ketika itu fitur Portfolio belum ada, mungkin isi blog perlu ditata ulang dari awal lagi.

Membuat Portfolio

Ini contoh. Klik ‘Portfolio’ di ‘dashboard’. Buat artikel di editor teks sama seperti kita membuat posting di Post. Nama editor berubah jadi Project. Selesai, di-save.

Sebelum di-publish, tentukan nama jenis atau tipe portfolio dari artikel yang kita buat, mirip kategori kalau di Post. Misalnya ‘WordPress’; ketikkan nama ini di kotak ‘Project Types’. Lanjutkan di bawahnya nama untuk tag, misalnya ‘portfolio’ dan ‘portofolio’.

Dianjurkan ada gambarnya juga. Klik ‘set featured image’ untuk mengunggah gambar. Beres, artikel siap diterbitkan. Klik ‘Publish’.

Horee.. portfolio proyek ‘WordPress’ jadi!

Ditulis dalam